Pelajaran penting dari William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia
Elshinta
Jumat, 23 November 2018 - 13:11 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Administrator
Pelajaran penting dari William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia
Sumber foto: https://bit.ly/2AeKpoh

Elshinta.com - Siapa yang tidak kenal dengan startup unicorn asal Indonesia ini, Tokopedia. Dibangun sejak tahun 2009 lalu Tokopedia menjelma sebagai perusahaan bernilai lebih dari Rp100 triliun. Adalah William Tanuwijaya, anak muda dari Pematangsiantar yang sukses membangun platform marketplace tersebut. 

Di balik kesuksesannya, William tidak memiliki banyak keistimewaan yang membuatnya mudah menjadi sukses. Ketidakistimewaan tersebut menariknya tidak menghalanginya untuk sukses. 

Bukan lulusan luar negeri

Banyak startup besar di Indonesia yang didirikan oleh lulusan-lulusan mahasiswa Indonesia di luar negeri seperti dari Harvard dan sebagainya. Mereka mendapatkan pendidikan dari kampus-kampus terbaik di dunia dan berkesempatan melihat secara langsung bagaimana startup berkembang di negara-negara barat. Hasilnya, banyak startup di Indonesia yang produknya terinspirasi dari luar negeri seperti layanan ride sharing, fintech, maupun iklan di bodi kendaraan yang juga saat ini berkembang. 

Namun, William Tanuwijaya bukanlah sosok yang berasal dari lulusan universitas ternama di luar negeri. Ia yang lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 11 November 1981 ini merantau ke Jakarta dan berkuliah di jurusan Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara. Namun, William berhasil membuktikan bahwa lulusan dalam negeri pun bisa menciptakan sesuatu yang besar seperti Tokopedia. 

Baca juga: Gibran Rakabuming dirikan startup aplikasi pencari kerja

Sosok yang pemalu bukan jadi halangan

Dalam banyak kesempatan, William mengungkapkan bahwa dirinya adalah sosok yang pemalu. Ia juga seorang geek yang gemar membaca komik dan bermain video game. Namun, sosoknya yang pemalu tersebut tidak membuat dirinya pesimis untuk menyakinkan banyak investor mempercayai prospek Tokopedia. 

William mengaku tidak jago berbahasa Inggris. Ini pula yang sering membuatnya tidak percaya diri. Namun, sekali lagi ini juga tidak menjadi halangan bagi William untuk meraih apa yang dicita-citakannya. 

Tidak lahir dari keluarga pengusaha

William tidak lahir dari keluarga pengusaha. Ia tidak pernah mendapatkan pengalaman berbisnis sebelumnya. Sementara Tokopedia adalah perusahaan pertamanya. Sewaktu kuliah, ia sempat menjadi penjaga warnet dan disitulah ia banyak belajar mengenai dunia startup khususnya ecommerce.  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jus n` Shake, bisnis terobosan baru yang hadirkan jus sehat dan kekinian
Sabtu, 26 September 2020 - 12:20 WIB
Tiga perusahaan FnB ternama Indonesia, Sour Sally Group, Babarafi Entreprise, dan HadiKitchen Group ...
Startup ini ubah krisis di masa pandemi jadi peluang bisnis
Jumat, 19 Juni 2020 - 09:34 WIB
Pandemi virus corona telah menyebar ke seluruh penjuru dunia, dimana acara - acara offline berskala ...
Wujudkan pertanian untuk semua, startup pertanian ini gelar TaniHack
Sabtu, 14 Maret 2020 - 09:18 WIB
TaniHub Group, perusahaan digital rintisan (startup) di bidang pertanian, terus berupaya melakukan t...
Kerja sama RI-Korea diharapkan dongkrak pertumbuhan startup
Senin, 02 Desember 2019 - 14:18 WIB
Kementerian Perindustrian mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di bidang ekono...
4 tips sederhana untuk sukses memulai bisnis startup
Jumat, 25 Oktober 2019 - 14:36 WIB
Para milenial ramai-ramai terjun ke bidang bisnis startup. Potensi yang besar membuat sejumlah kalan...
Ini minuman dan kuliner khas inovasi anak Presiden
Selasa, 22 Oktober 2019 - 15:32 WIB
Tren ragam kuliner mancanegara mulai menjadi santapan sehari-hari hingga gaya hidup masyarakat urban...
Startup asal Jerman ini bernama Kontool, warganet Indonesia geger
Selasa, 03 September 2019 - 17:55 WIB
Jagat maya kembali heboh. Kali ini lantaran kehadiran startup asal Jerman yang dinamai Kontool. Kare...
BAKTI ajak startup e-commerce dan UMKM digital gali potensi daerah 3T
Selasa, 03 September 2019 - 16:14 WIB
Badan Aksesibililitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika me...
Ngampooz, startup besutan anak bangsa untuk segala masalah di kampus
Senin, 26 Agustus 2019 - 09:25 WIB
Satu lagi aplikasi yang hadir untuk menjawab kebutuhan banyak orang. Kali ini aplikasi ini mampu men...
Dapat kucuran Rp71 M, startup Goola milik Gibran siap ekspansi ke Asia Tenggara
Senin, 19 Agustus 2019 - 16:30 WIB
Perusahaan rintisan bidang kuliner Goola, yang memproduksi kreasi minuman tradisional Indonesia, men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV