Catatan untuk Timnas Indonesia setelah Piala AFF 2018
Senin, 26 November 2018 - 17:07 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Para pemain Timnas Indonesia saat mengikuti latihan resmi yang digelar, Sabtu ( 24/11) di Stadion Utama GBK Senayan Jakarta. Foto: Muslichun/Radio Elshinta

Elshinta.com - Timnas sepakbola Indonesia pada penghujung tahun 2018 belum bisa memenuhi harapan masyarakat Indonesia yang sangat berharap Tim Merah Putih menggenggam trophy juara. 

Pada turnamen Piala AFF 2018 yang menggunakan format pertandingan kandang dan tandang, skuad Bima Sakti terhenti pada penyisihan grup B.

Dalam empat laga yang dijalani, Andik Viermansyah dan kawan-kawan hanya berhasil mengemas empat poin atau sekali menang dan sekali seri.

Laga perdana di Stadion Nasional Singapura, Sabtu ( 9/11) tidak terduga pulang tidak membawa poin. Timnas Indonesia kalah dengan skor 0-1 dari Tim Singapura yang ditangani pelatih Fandi Ahmad.

Secercah harapan untuk dapat melihat Tim Garuda lolos dari grup sempat terbuka setalah laga ke-2 berhasil memenangkan pertandingan. Pada pertandingan di Stadion Utama GBK Senayan, Selasa (13/11) Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan menang 3-1 saat menghadapi Timor Leste.

Kemenangan di Stadion GBK Jakarta menambah optimisme Timnas Indonesia saat terbang menuju Bangkok Thailand. Seluruh penggemar sepakbola di Indonesia berharap mencuri poin saat bertanding menghadapi tuan rumah Thailand. Namun alih-alih bisa mencuri poin, tim asuhan Bima Sakti menyerah 1-4 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Rajamangala Bangkok, Sabtu (17/11).

Sementara itu dalam laga pamungkas di Stadion Gelora Bungkarno Jakarta, Minggu malam (25/11), Fachrudin Aryanto dan kawan-kawan berhasil menahan imbang Filipina dengan skor 0-0.

Permainan yang ditunjukkan para pemin timnas dalam laga terakhir tersebut, setidaknya sesuai dengan apa yang dijanjikan Fachrudin Aryanto sehari sebelumnya pada keterangan pers pra pertandingan. "Para pemain tetap akan memberikan yang terbaik biar kita mengakhiri turnamen ini dengan kepala tegak," ujar Fachrudin yang didampingi Bima Sakti.

Apa yang dicapai oleh timnas Indonesia pada Piala AFF 2018 tentu tidak bisa dilepaskan dari persiapan yang dilakukan untuk menghadapi kejuaran antar timnas bagi negara-negara Asia Tenggara.

Latihan perdana dalam pemusatan latihan (TC) untuk menghadapi Piala AFF 2018 dilakukan, Jumat 2 November 2018 yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti Cikarang.

Rentang waktu latihan perdana yang berlangsung tanggal 2 November, jika dihitung menuju pertandingan perdana pada tanggal 9 November, berarti Evandimas dan kawan-kawan hanya memiliki 7 hari latihan sebelum bertanding melawan Singapura.

Salah seorang pemain yang tergabung dalam Timnas Andik Viermansyah juga menyoroti persiapan yang dilakukan. 

Andik Viermansyah, usai mengikuti latihan di Stadion Madya Senayan, Jumat petang (23/11) menjelaskan, persiapan untuk AFF 2018 berbeda dengan  persiapan AFF 2016 lalu. "Saya jujur, saya bukan alasan atau apa. Persiapan kita memang sangat minim sekali berbeda sama tahun 2016 yang persiapannya 5 hingga 6 bulan," ujar Andik.

Selain itu Andik juga menyatakan, bukan bermaksud menyalahkan siapapun mestinya persiapan dilakukan sendiri-sendiri antar persiapan untuk SEA Games 2017, Asian Games dan senior untuk  persiapan Piala AFF.

Masalah persiapan juga disoroti oleh pelatih Bima Sakti. Pada keterangan pers pra pertandingan, Bima Sakti mengatakan, kedepan ada beberapa hal yang harus diperbaiki terutama masalah uji coba, pemusatan latihan (TC) atau lawan- lawan yang akan dihadapi.

"Kedepan lebih bisa dikomunikasikan  lagi karena bukan hanya pelatih yang harus menyusun program tapi semua harus tahu seperti soal format pertandingan. Timnas kedepanya harus lebih termenage dan terprogram," tegas Bima Sakti.

Semua yang terlibat di Timnas Indonesia, terutama tim pelatih dan pemain pasti sudah berupaya maksimal untuk maraih prestasi yang diinginkan semua pihak.

Namun demikian hasilnya sudah kita lihat bersama, Tim Garuda terhenti difase penyisihan grup.

Masyarakat saat ini menunggu langkah kongkrit dari seluruh stake holder persepakbolaan di Indonesia agar kedepan prestasi sepakbola meraih juara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 16 Januari 2019 - 21:13 WIB
Elshinta.com - Asisten pelatih tim nasional U-22 Indonesia, Nova Arianto siap untuk mengga...
Rabu, 16 Januari 2019 - 08:09 WIB
Elshinta.com - Tim nasional sepak bola Indonesia U-22 terus menempa diri pada pemusatan la...
Selasa, 15 Januari 2019 - 08:55 WIB
Elshinta.com - Tim nasional sepak bola Indonesia U-22 sudah memasuki pemusatan latihan (TC...
Senin, 14 Januari 2019 - 14:36 WIB
Elshinta.com - Pelatih tim nasional U-22 Indonesia Indra Sjafri mengeluhkan kondisi lapang...
Senin, 14 Januari 2019 - 12:45 WIB
Elshinta.com - Pelatih tim nasional U-22 Indonesia Indra Sjafri memastikan tidak akan mema...
Minggu, 13 Januari 2019 - 17:23 WIB
Elshinta.com - Pemain klub Persebaya Surabaya Osvaldo Ardiles Haay mengatakan, dua pelatih...
Sabtu, 12 Januari 2019 - 12:49 WIB
Elshinta.com - Pelatih Tim Nasional U-22 Indonesia Indra Sjafri mengaku tidak kesulitan un...
Jumat, 11 Januari 2019 - 11:15 WIB
Elshinta.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bekerja sama dengan Super Soc...
Jumat, 11 Januari 2019 - 10:36 WIB
Elshinta.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bekerja sama dengan Super Soc...
Jumat, 11 Januari 2019 - 10:01 WIB
Elshinta.com - Pada pemusatan latihan (TC) di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, hari keempat,...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)