Financial Technology bantu tingkatkan inklusi keuangan
Elshinta
Selasa, 27 November 2018 - 10:27 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Administrator
Financial Technology bantu tingkatkan inklusi keuangan
Sumber foto: http://bit.ly/2RnnnTu

Elshinta.com - Fintech yang merupakan bagian dari gelombang industri digital kini semakin terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan penggunaan teknologi terkini, financial technology mampu memotong berbagai rantai birokrasi yang ribet, yang seringkali ditemukan pada lembaga keuangan konvensional seperti bank. 

Fintech memungkinkan efisiensi pada layanan keuangan sehingga memberikan pengalaman pengguna yang memuaskan dengan memberikan proses lebih cepat, aman, mudah diakses di manapun dan kapanpun. 

Kehadiran fintech sangat membantu di negara-negara berkembang seperti Indonesia, untuk membantu meningkatkan pemerataan inklusi keuangan. Inklusi keuangan sederhananya dapat diartikan sebagai kemudahan bagi masyarakat luas dari berbagai latar belakang untuk mendapatkan akses terhadap layanan keuangan dari lembaga atau jasa keuangan formal (financial service deepening). 

Sampai sejauh ini, pemerintah Indonesia sudah melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan inklusi keuangan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2017 menunjukkan bahwa inklusi keuangan Indonesia saat ini sudah mencapai 63 persen dari target 75 persen pada 2019. Financial technology berperan dalam keberhasilan ini. 

Berikut ini tiga peran fintech dalam meningkatkan inklusi keuangan.

Investasi online

Inovasi inklusi keuangan yang diciptakan oleh fintech salah satunya terlihat dari sektor investasi. Beberapa fintech sudah mampu menciptakan marketplace produk reksa dana sehingga proses pembelian produk investasi jenis ini yang tadinya harus dilakukan di bank atau mendatangi manajer investasi, kini cukup melalui aplikasi.

Selain itu, ada pula investasi emas yang juga sudah mulai hadir dalam bentuk digital di mana masyarakat bisa membeli emas dalam jumlah yang kecil. Ada pula P2P lending yang merupakan salah satu alternatif inovasi yang dihadirkan fintech sebagai pilihan berinvestasi.

Kehadiran layanan ini, turut mendorong inklusi keuangan dengan cara memberikan edukasi serta kemudahan bagi masyarakat untuk berinvestasi. Melalui fintech, kesadaran masyarakat terhadap investasi pun diharapkan terus meningkat.

Peer to peer lending

Peer to peer lending atau P2P lending adalah metode pinjam meminjam antar individu kepada bisnis atau sebaliknya dengan memanfaatkan teknologi sebagai platform yang mampu menghubungkan antara peminjam dengan investor. Dalam platform ini biasanya setiap pengguna dapat berperan sebagai peminjam dana maupun pemberi dana pinjaman.

Peran P2P lending dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan terasa karena jenis fintech yang satu ini memberikan alternatif pendanaan bagi masyarakat, khususnya yang selama ini belum banyak dilirik oleh perbankan. Seperti fintech P2P lending berbasis industri pertanian yang memberikan dana segar untuk proyek-proyek pertanian. 

Uang Elektronik

Kehadiran uang elektronik sudah sangat terasa di kehidupan sehari-hari. Beberapa uang elektronik yang kita kenal seperti GO-PAY, OVO, hingga DANA sedang gencar-gencarnya mengajak masyarakat untuk memakai uang digital mereka. 

Uang elektronik memberikan kemudahan dalam bertransaksi tanpa perlu membawa uang tunai kemana-mana. Dalam bisnis, uang elektronik bermanfaat untuk membuat pelaku usaha memiliki data transaksi yang lebih baik. Hal ini akan memberikan keuntungan bagi mereka ketika mengajukan pinjaman ke perbankan karena transaksinya sudah ter record dengan baik. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jus n` Shake, bisnis terobosan baru yang hadirkan jus sehat dan kekinian
Sabtu, 26 September 2020 - 12:20 WIB
Tiga perusahaan FnB ternama Indonesia, Sour Sally Group, Babarafi Entreprise, dan HadiKitchen Group ...
Startup ini ubah krisis di masa pandemi jadi peluang bisnis
Jumat, 19 Juni 2020 - 09:34 WIB
Pandemi virus corona telah menyebar ke seluruh penjuru dunia, dimana acara - acara offline berskala ...
Wujudkan pertanian untuk semua, startup pertanian ini gelar TaniHack
Sabtu, 14 Maret 2020 - 09:18 WIB
TaniHub Group, perusahaan digital rintisan (startup) di bidang pertanian, terus berupaya melakukan t...
Kerja sama RI-Korea diharapkan dongkrak pertumbuhan startup
Senin, 02 Desember 2019 - 14:18 WIB
Kementerian Perindustrian mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di bidang ekono...
4 tips sederhana untuk sukses memulai bisnis startup
Jumat, 25 Oktober 2019 - 14:36 WIB
Para milenial ramai-ramai terjun ke bidang bisnis startup. Potensi yang besar membuat sejumlah kalan...
Ini minuman dan kuliner khas inovasi anak Presiden
Selasa, 22 Oktober 2019 - 15:32 WIB
Tren ragam kuliner mancanegara mulai menjadi santapan sehari-hari hingga gaya hidup masyarakat urban...
Startup asal Jerman ini bernama Kontool, warganet Indonesia geger
Selasa, 03 September 2019 - 17:55 WIB
Jagat maya kembali heboh. Kali ini lantaran kehadiran startup asal Jerman yang dinamai Kontool. Kare...
BAKTI ajak startup e-commerce dan UMKM digital gali potensi daerah 3T
Selasa, 03 September 2019 - 16:14 WIB
Badan Aksesibililitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika me...
Ngampooz, startup besutan anak bangsa untuk segala masalah di kampus
Senin, 26 Agustus 2019 - 09:25 WIB
Satu lagi aplikasi yang hadir untuk menjawab kebutuhan banyak orang. Kali ini aplikasi ini mampu men...
Dapat kucuran Rp71 M, startup Goola milik Gibran siap ekspansi ke Asia Tenggara
Senin, 19 Agustus 2019 - 16:30 WIB
Perusahaan rintisan bidang kuliner Goola, yang memproduksi kreasi minuman tradisional Indonesia, men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV