Kiat Bertahan Toko Pakaian 'High Street' di Era Belanja Online
Senin, 22 Juni 2015 - 06:22 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder | Editor : Administrator
<p>Sejumlah jaringan toko pakaian terbesar di Amerika belakangan harus melakukan perubahan orientasi dari toko '<em>high street'</em> atau toko fisik di lokasi strategis, ke kombinasi ritel online dengan ritel konvensional. Salah satunya adalah Gap, yang bermarkas di San Francisco. Toko ini baru saja menyatakan akan menutup seperlima hingga seperempat tokonya di AS dan mem-PHK ratusan pekerja.</p> <p>Pengamat psikologi konsumen Kit Yarrow mengatakan, perubahan ini sudah bida diprediksi sebelumnya. &quot;Perusahaan ini besar sekali dengan keberadaan toko fisik sangat banyak&quot;, kata Yarrow, &quot;Toko yang banyak tak perlu lagi di dunia ritel saat ini. Gap punya toko di mal-mal yang sudah 'mati perlahan'&quot;.</p> <p>Tren yang terjadi saat ini adalah, semakin banyak konsumen bisa belanja online sehingga tidak harus lagi ke toko. Banyak mal pun sekarang sepi atau bahkan tutup. Tetapi analis menilai, sebenarnya toko pakaian bisa bertahan dengan konsep 'high street' karena konsumen biasanya tetap harus mencoba dulu baju yang diinginkan sebelum dibeli.</p> <p>Yarrow termasuk analis yang menilai ada faktor lain di balik penutupan ratusan toko Gap. Katanya, &quot;Merek ini menjadi mirip dinosaurus bercelana khaki&quot; alias ketinggalan zaman.</p> <p>Sejumlah remaja yang diwawancarai di dekat sebuah toko Gap di San Francisco tampak mengiyakan.</p> <p>&quot;Mereka tidak mengikuti perkembangan mode&quot;, kata Silas Fisher, seorang remaja laki-laki.</p> <p>Temannya, Zbyszek Sikora menambahkan &quot;Mereka tidak inovatif lagi, pakaiannya sangat tak menarik&quot;. Ia pun mengakui ayahnya lebih banyak memakai pakaian merek tersebut dibandingkan orang seusia dirinya. </p> <p>Pergeseran selera konsumen muda ini pula yang juga membuat jaringan toko besar lainnya, seperti J Crew serta Abercrombie and Fitch juga menutup toko dan melakukan reorientasi strategi. Tidak seperti tahun 1990-an, saat kaum muda sangat menggemari merek-merek seperti Gap, konsumen muda saat ini tidak terlalu mempedulikan merek. Mereka memilih pakaian berdasarkan kepantasan dan kenyamanan.</p> <p>Faktor harga juga berpengaruh. Belakangan toko-toko pakaian terbesar sering mengobral diskon secara berkala. Ini membuat konsumen (terutama kaum muda) enggan membeli pakaian toko-toko yang bersangkutan dengan harga asli.</p> <p>Rebecca Krauth adalah seorang mahasiswi yang seperti banyak mahasiswa di AS tak punya uang lebih karena belum bekerja penuh. Ia mengatakan, &quot;Saya tak akan membayar $40 (Rp 533 ribu) untuk sebuah kaos berwarna polos.&quot; Menurut Krauth, ia bisa membeli lebih murah di toko-toko lain.</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Provinsi Hainan mengadakan rapat peringatan 30 tahun berdirinya Provinsi Hainan dan pemberl...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p> Dubes Rusia di PBB mengatakan perang antara Rusia dan AS di Suriah adalah kemungkinan yang...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Sebuah badai ganas telah menghancurkan dua pilar kuno di pintu masuk ke Taj Mahal, kata seo...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Inggris melancarkan serangan internet besar-besaran atas kelompok yang menamakan diri Negar...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Tiga atlet Australia dilarang turun berlaga dalam Pesta Olahraga Commonwealth 2018 di Gold ...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Sebuah laman website yang dikelola pemerintah Korea Utara mengalami gangguan, akibatnya par...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<figure> <img alt="Mr Comey testifies to Congress" src="https://c.files...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Menurut situs web CCTV, Presiden Tiongkok Xi Jinping hari ini (13/4) menghadiri sidang peri...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 184
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once