Pengidap HIV/AIDS di Lhokseumawe dominan wanita
Elshinta
Minggu, 02 Desember 2018 - 16:13 WIB |
Pengidap HIV/AIDS di Lhokseumawe dominan wanita
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2DXJT1p

Elshinta.com - Jumlah kasus pengidap HIV/AIDS di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh didominasi kaum perempuan.

"Itu dari data yang kami himpun," ucap Miswar Ibrahim Sekretaris Komisi Penangulangan AIDS (KPA) Kota Lhokseumawe, Minggu (2/12).

Untuk saat sekarang jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Lhokseumawe hingga akhir tahun 2018 adalah sebanyak 59 orang. Sejumlah pengidap tersebut terdiri dari berbagai latar belakang pekerjaan. Ada yang berprofesi sebagai supir angkutan, pekerja di luar daerah dan juga ibu rumah tangga serta kaum remaja.

"Sebanyak 59 kasus warga yang sudah terinfeksi virus berbahaya tersebut di wilayah Lhokseumawe, didasarkan dari fakta dan data di lapangan saat tes Voluntary Counseling and Testing (VCT) terhadap HIV AIDS yang dilakukan oleh dinas kesehatan setempat," ungkapnya.

Dari tahun ke tahun, lanjutnya jumlah kasus HIV AIDS yang ditemukan semakin meningkat. Sebagai contoh, pada 2016 jumlah kasusnya 35, kemudian pada 2017 meningkat menjadi 57 kasus serta pada 2018 menjadi 59 kasus. "Di 2018 dua orang telah meninggal dunia. Mengenai dimana dan siapa pengidap HIV/AIDS, tidak bisa kami beritahu karena memang sudah begitu ketentuannya," jelasnya, seperti dikutip dari Antara.

Ia menyebutkan jumlah pengidap HIV/ AIDS di Lhokseumawe, lebih didominasi kaum perempuan yang disebabkan berbagai faktor. Diantaranya karena berhubungan badan dengan orang yang telah terinfeksi HIV/AIDS. Oleh karena itu, pihak KPA Lhokseumawe, sangat mengharapkan kepada warga masyarakat untuk mau menjalani tes HIV/AIDS, agar dapat diketahui terinfeksi ataupun tidak.

Hal itu berguna juga bagi masyarakat, sehingga dapat mencegah penularannya kepada orang lain, terutama bagi anggota keluarga lainnya.

Miswar menambahkan penyebab tertularnya virus mematikan tersebut, dikarenakan penggunaan jarum suntik yang tidak steril, berhubungan seks bebas dan cara-cara lain yang dapat mengakibatkan bermigrasinya virus tersebut.

Adapun gejala-gejala yang mudah dilihat bagi yang terinfeski HIV/AIDS, yaitu kurangnya nafsu makan, demam tinggi, diare akut tidak sembuh-sembuh dan muncul bercak-bercak di kulit. "Apabila sudah mengalami hal tersebut langsung lakukan pemeriksaan ke dokter," terangnya.

Terkait semakin meningkatnya kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Lhokseumawe, ia mengatakan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin dalam mencegah penyebaran virus mematikan itu.

Salah satu upaya yang akan dioptimalkan pihaknya dalam menekan laju penyebaran HIV AIDS adalah dengan menambah volume sosialisasi. Terutama pada kelompok-kelompok yang rentan terhadap penyebaran HIV/AIDS.

Menurutnya fenomena HIV/AIDS seperti gunung es. Dimana angka yang diketahui, diduga masih banyak angka lain yang belum diketahui. Karena engan untuk memeriksa diri karena malu ataupun faktor lainnya. "Semua kondisi ini perlu diwaspadai dan dapat menjadi situasi perkembangan yang beresiko penyebaran HIV/AIDS, " ucap Miswar.

Untuk itu diperlukan dukungan dari semua pihak agar saling menjaga untuk hidup dan berprilaku hidup sehat baik secara fisik, mental dan sosial. Penyalahgunaan narkoba, pengunaan jarum suntik yang bergantian, hubungan intim yang tidak sehat serta bukan dengan pasangan yang sah. "Merupakan gejala sosial yang beresiko terhadap penyebaran HIV AIDS," pungkas sekretaris KPA Kota Lhokseumawe tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Alasan wanita lebih rentan kena penyakit kardiovaskular
Minggu, 19 Januari 2020 - 10:58 WIB
Usia pembuluh darah termasuk arteri besar dan kecil pada wanita lebih cepat menua ketimbang pria dan...
Kasus kekerasan terhadap perempuan disabilitas di DIY tertinggi di Kabupaten Sleman
Kamis, 09 Januari 2020 - 20:55 WIB
Kasus kekerasan terhadap perempuan penyandang disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih ...
Kapan harus cuci bra?
Rabu, 08 Januari 2020 - 14:38 WIB
Pakaian dalam termasuk bra juga perlu dicuci rutin agar terjaga kebersihannya. Namun, ada pendapat y...
Menteri PPA katakan perempuan tidak bisa dipisahkan dari sejarah  
Senin, 23 Desember 2019 - 20:55 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan, p...
Berat badan turun, risiko kena kanker payudara lebih rendah
Kamis, 19 Desember 2019 - 08:46 WIB
Wanita dengan obesitas (atau kelebihan berat badan) yang berat badannya turun setelah usia 50 tahun ...
Budaya menghargai dan memperlakukan wanita dengan baik perlu ditingkatkan
Selasa, 03 Desember 2019 - 16:15 WIB
Ketua Umum Gerakan Bukti Cinta (Gerbukcin), Aris Wahyudi menyampaikan data mengejutkan, bahwa sebany...
Singkirkan 2.300 karya, tiga designer menangkan ajang design pattern hijab
Senin, 02 Desember 2019 - 12:02 WIB
Setelah berhasil menyisihkan sebanyak 2.300 karya design pattern hijab yang masuk ke pihak panitia, ...
Menlu: Tak ada perdamaian tanpa keterlibatan perempuan
Jumat, 29 November 2019 - 17:29 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan tidak akan ada perdamaian atau stabilitas tanpa keterli...
Komnas Perempuan sambut baik wacana sertifikasi pranikah
Sabtu, 16 November 2019 - 14:14 WIB
Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyambut baik wacana Pemerintah tentang aturan sertifikasi prani...
Kanker Payudara Sebabkan 22.000 Kematian pada 2018
Selasa, 29 Oktober 2019 - 17:39 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) Dr. Terawan Agus Putranto mengatakan kanker payud...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)