Jumat, 14 Desember 2018 | 20:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

UKM / Manajemen

Angkringan, usaha warung keliling yang digemari rakyat

Senin, 03 Desember 2018 - 16:45 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: https://bit.ly/2FXhxal
Sumber foto: https://bit.ly/2FXhxal

Elshinta.com - Angkringan merupakan konsep tempat makanan sederhana dengan gerobak dorong yang menyajikan aneka hidangan khasnya yaitu sego kucing atau nasi kucing. Angkringan sendiri merupakan konsep tempat makan dan nongkrong khas Jawa yang banyak ditemukan di kota-kota seperti Jogjakarta dan Solo. Selain itu, di Jakarta juga kerap ditemukan Angkringan seperti yang ada di Taman Ismail Marzuki setiap kali ada forum Maiyah pimpinan Emha Ainun Najib digelar. 

Nasi kucing merupakan makanan khas dari daerah Jogjakarta, Semarang dan Surakarta. Disebut nasi kucing karena porsinya yang sedikit sehingga mirip dengan nasi yang diberikan kepada kucing dalam jumlah sedikit. Adapaun lauk pauknya yaitu ikan asin, bandeng, teri, aneka olahan ayam, orek tempe dsb. Selain itu, ada pula tambahan lauk seperti sate usus ayam, gorengan dan mendoan. Sementara untuk minuman biasanya teh manis, kopi jahe, kopi jos atau kopi arang dan wedang uwuh. 

Dari segi bisnis, konsep angkringan ini cukup menarik karena sudah memiliki penggemarnya sendiri. Angkringan biasanya mulai dibuka pada sore hari hingga malam hari. Di tempat-tempat seperti Jakarta, Angkringan selalu ramai didatangi oleh orang-orang yang ingin melepas penat dengan mencicipi aneka hidangan Angkringan. Meskipun sangat khas Jawa, Angkringan sudah cukup diterima oleh masyarakat luas karena menu nya yang familiar dan harganya yang murah. 

Beberapa angkringan masih dikelola secara tradisional, mirip seperti lapak-lapak pedagang kaki lima pada umumnya. Namun, tak sedikit pula yang sudah dikelola secara serius sehingga memperhatikan tempat pengunjung menyantap hidangan. Bahkan, angkringan juga sudah ada yang diwaralabakan. Salah satunya Angkringan Nasi Kucing 78. Mereka menawarkan paket kemitraan mulai dari Rp2.500.000 hingga Rp.8.000.000. 

Bisnis angkringan memang menarik untuk dijalani karena segmentasi pasarnya yang sudah ada dan menu makannnya yang sudah familiar di kalangan masyarakat. Bila ingin mencoba bisnis ini, sebaiknya buatlah angkringan yang punya nilai lebih dengan pelayanan yang lebih modern. Angkringan pada dasarnya adalah tempat bagi orang-orang untuk nongkrong, menghabiskan malam hari dengan menyantap makanan yang tidak terlalu berat sambil mengobrol. Karena itulah, faktor pelayanan menjadi sangat penting di sini. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Angkringan merupakan konsep tempat makanan sederhana dengan gerobak dorong yang menyajikan aneka hidangan khasnya yaitu sego kucing atau nasi kucing. Angkringan sendiri merupakan konsep tempat makan dan nongkrong khas Jawa yang banyak ditemukan di kota-kota seperti Jogjakarta dan Solo. Selain itu, di Jakarta juga kerap ditemukan Angkringan seperti yang ada di Taman Ismail Marzuki setiap kali ada forum Maiyah pimpinan Emha Ainun Najib digelar. 

Nasi kucing merupakan makanan khas dari daerah Jogjakarta, Semarang dan Surakarta. Disebut nasi kucing karena porsinya yang sedikit sehingga mirip dengan nasi yang diberikan kepada kucing dalam jumlah sedikit. Adapaun lauk pauknya yaitu ikan asin, bandeng, teri, aneka olahan ayam, orek tempe dsb. Selain itu, ada pula tambahan lauk seperti sate usus ayam, gorengan dan mendoan. Sementara untuk minuman biasanya teh manis, kopi jahe, kopi jos atau kopi arang dan wedang uwuh. 

Dari segi bisnis, konsep angkringan ini cukup menarik karena sudah memiliki penggemarnya sendiri. Angkringan biasanya mulai dibuka pada sore hari hingga malam hari. Di tempat-tempat seperti Jakarta, Angkringan selalu ramai didatangi oleh orang-orang yang ingin melepas penat dengan mencicipi aneka hidangan Angkringan. Meskipun sangat khas Jawa, Angkringan sudah cukup diterima oleh masyarakat luas karena menu nya yang familiar dan harganya yang murah. 

Beberapa angkringan masih dikelola secara tradisional, mirip seperti lapak-lapak pedagang kaki lima pada umumnya. Namun, tak sedikit pula yang sudah dikelola secara serius sehingga memperhatikan tempat pengunjung menyantap hidangan. Bahkan, angkringan juga sudah ada yang diwaralabakan. Salah satunya Angkringan Nasi Kucing 78. Mereka menawarkan paket kemitraan mulai dari Rp2.500.000 hingga Rp.8.000.000. 

Bisnis angkringan memang menarik untuk dijalani karena segmentasi pasarnya yang sudah ada dan menu makannnya yang sudah familiar di kalangan masyarakat. Bila ingin mencoba bisnis ini, sebaiknya buatlah angkringan yang punya nilai lebih dengan pelayanan yang lebih modern. Angkringan pada dasarnya adalah tempat bagi orang-orang untuk nongkrong, menghabiskan malam hari dengan menyantap makanan yang tidak terlalu berat sambil mengobrol. Karena itulah, faktor pelayanan menjadi sangat penting di sini. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com