Senin, 17 Desember 2018 | 22:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kurangi impor minyak mentah, Luhut sarankan tingkatkan minyak sawit

Senin, 03 Desember 2018 - 15:52 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Dody Handoko/Elshinta.com
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Dody Handoko/Elshinta.com

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan tahun ini adalah tahun defisit Republik Indonesia. RI memiliki kelemahan yaitu impor dan ekspor yang tidak berimbang.

"Impor BBM yang membuat kita juga kacau. Kenapa itu terjadi, kita terlalu banyak impor yang tidak perlu kita lakukan impor. Bertahun-tahun, berbelas belas tahun sudah kecanduan crude oil, BBM mentah," ujarnya di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta Selatan (3/12), seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Dody Handoko.

Menurutnya, cara agar RI bisa menurunkan kuota impor minyak mentah yaitu terus meningkatkan menggunakan B20. Langkah ini efektif untuk mengoptimalisasi produksi sawit yang melimpah di dalam negeri. "Kita bisa menggantikan dengan tadi palm oil (minyak sawit). Palm oil ini sekarang kita buat B20 dan kita mau bikin tadi sampai B100 kita akan mengurangi secara signifikan impor crude oil," ungkapnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan tahun ini adalah tahun defisit Republik Indonesia. RI memiliki kelemahan yaitu impor dan ekspor yang tidak berimbang.

"Impor BBM yang membuat kita juga kacau. Kenapa itu terjadi, kita terlalu banyak impor yang tidak perlu kita lakukan impor. Bertahun-tahun, berbelas belas tahun sudah kecanduan crude oil, BBM mentah," ujarnya di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta Selatan (3/12), seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Dody Handoko.

Menurutnya, cara agar RI bisa menurunkan kuota impor minyak mentah yaitu terus meningkatkan menggunakan B20. Langkah ini efektif untuk mengoptimalisasi produksi sawit yang melimpah di dalam negeri. "Kita bisa menggantikan dengan tadi palm oil (minyak sawit). Palm oil ini sekarang kita buat B20 dan kita mau bikin tadi sampai B100 kita akan mengurangi secara signifikan impor crude oil," ungkapnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com