Minggu, 16 Desember 2018 | 00:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Satgas Pamtas RI-Malaysia amankan ratusan botol miras ilegal

Senin, 03 Desember 2018 - 16:34 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Rizkia/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Rizkia/Radio Elshinta

Elshinta.com - Anggota Pos Labang SSK IV Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan miras illegal di Sungai Pensiangan, Desa Labang, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Jumat (30/11/18), dengan barang bukti kurang lebih 324 botol miras.

Kejadian tersebut bermula pada saat Anggota Pos Labang SSK IV Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam sedang melaksanakan dinas jaga serambi yang dipimpin oleh Serda Julio, pada saat sekitar pukul 03.00 Wita terlihat sebuah perahu ketinting dari jarak 80 meter tanpa mesin dengan satu orang penumpang diatasnya, melintas di Sungai Pensiangan depan Pos Labang tanpa lampu penerangan.

Melihat perahu ketinting mencurigakan tersebut, anggota dari Pos Labang memberikan isyarat lampu senter dan teriakan memerintahkan agar pengemudi perahu ketinting tersebut berhenti di depan pos, akan tetapi perintah itu tidak dihiraukan dan pengemudi perahu ketinting tersebut memilih kabur dengan cara meloncat ke dalam Sungai Pensiangan. Sedangkan perahu ketintingnya terhanyut dan akhirnya kandas menabrak batu di pertigaan/delta Sungai Pensiangan. 

Kemudian Serda Julio melaporkan kejadian tersebut kepada Dan SSK IV Kapten Inf Handoko dan Danpos Labang. Selanjutnya Dan SSK IV Kapten Inf Handoko memerintahkan dua orang anggotanya untuk berenang menyeberang ke delta Sungai Pensiangan untuk mengambil perahu ketinting yang kandas tersebut.

Sekitar pada pukul 03.30 Wita perahu ketinting tersebut berhasil dirapatkan ke tepian dekat di depan Pos Labang. Dari hasil pemeriksaan perahu ketinting didapatkan hasil 13 dus miras yang berisi 324 botol miras berbagai merk tanpa dokumen yang ditutupi terpal warna hijau.

Dansatgas Pamtas RI - Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam, Letkol Inf Fardin Wardhana mengungkapkan bahwa diduga pelaku yang melarikan diri tersebut hendak mencoba menyelundupkan miras illegal tersebut dari wilayah Negara Malaysia menuju ke wilayah Negara Indonesia dengan memanfaatkan jalur sungai yang melintas di perbatasan. Pelaku mencoba memanfaatkan jam dini hari dengan tujuan untuk mengelabui petugas yang menjaga di perbatasan.
 
" Ini sudah berkali-kali terjadi yaa, dan jumlahnya juga makin banyak serta jenisnya makin beragam, saya sangat miris melihat hal ini, karna dari minuman ini bisa membuka lebar jalur-jalur barang haram lainnya dan bisa merusak anak bangsa khususnya di perbatasan," paparnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Rizkia.

Selanjutnya Dan SSK IV Kapten Inf Handoko menyerahkan barang bukti miras illegal sebanyak 324 botol tersebut ke pihak Polsek Lumbis guna dilakukan proses lebih lanjut.

Dansatgas Pamtas RI - Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam, Letkol Inf Fardin Wardhana berharap dengan semakin maraknya kasus penyelundupan miras illegal di wilayah perbatasan, kami dapat bekerja sama dengan semua masyarakat agar dapat bersama-sama memberantas upaya penyelundupan miras ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia. 

Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam akan terus melaksanakan langkah-langkah penanganan lebih lanjut untuk mencegah terjadinya penyelundupan barang - barang illegal dengan melakukan patroli di wilayah perbatasan dan melaksanakan pemeriksaan yang lebih intensif terhadap para pelintas batas.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Anggota Pos Labang SSK IV Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan miras illegal di Sungai Pensiangan, Desa Labang, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Jumat (30/11/18), dengan barang bukti kurang lebih 324 botol miras.

Kejadian tersebut bermula pada saat Anggota Pos Labang SSK IV Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam sedang melaksanakan dinas jaga serambi yang dipimpin oleh Serda Julio, pada saat sekitar pukul 03.00 Wita terlihat sebuah perahu ketinting dari jarak 80 meter tanpa mesin dengan satu orang penumpang diatasnya, melintas di Sungai Pensiangan depan Pos Labang tanpa lampu penerangan.

Melihat perahu ketinting mencurigakan tersebut, anggota dari Pos Labang memberikan isyarat lampu senter dan teriakan memerintahkan agar pengemudi perahu ketinting tersebut berhenti di depan pos, akan tetapi perintah itu tidak dihiraukan dan pengemudi perahu ketinting tersebut memilih kabur dengan cara meloncat ke dalam Sungai Pensiangan. Sedangkan perahu ketintingnya terhanyut dan akhirnya kandas menabrak batu di pertigaan/delta Sungai Pensiangan. 

Kemudian Serda Julio melaporkan kejadian tersebut kepada Dan SSK IV Kapten Inf Handoko dan Danpos Labang. Selanjutnya Dan SSK IV Kapten Inf Handoko memerintahkan dua orang anggotanya untuk berenang menyeberang ke delta Sungai Pensiangan untuk mengambil perahu ketinting yang kandas tersebut.

Sekitar pada pukul 03.30 Wita perahu ketinting tersebut berhasil dirapatkan ke tepian dekat di depan Pos Labang. Dari hasil pemeriksaan perahu ketinting didapatkan hasil 13 dus miras yang berisi 324 botol miras berbagai merk tanpa dokumen yang ditutupi terpal warna hijau.

Dansatgas Pamtas RI - Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam, Letkol Inf Fardin Wardhana mengungkapkan bahwa diduga pelaku yang melarikan diri tersebut hendak mencoba menyelundupkan miras illegal tersebut dari wilayah Negara Malaysia menuju ke wilayah Negara Indonesia dengan memanfaatkan jalur sungai yang melintas di perbatasan. Pelaku mencoba memanfaatkan jam dini hari dengan tujuan untuk mengelabui petugas yang menjaga di perbatasan.
 
" Ini sudah berkali-kali terjadi yaa, dan jumlahnya juga makin banyak serta jenisnya makin beragam, saya sangat miris melihat hal ini, karna dari minuman ini bisa membuka lebar jalur-jalur barang haram lainnya dan bisa merusak anak bangsa khususnya di perbatasan," paparnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Rizkia.

Selanjutnya Dan SSK IV Kapten Inf Handoko menyerahkan barang bukti miras illegal sebanyak 324 botol tersebut ke pihak Polsek Lumbis guna dilakukan proses lebih lanjut.

Dansatgas Pamtas RI - Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam, Letkol Inf Fardin Wardhana berharap dengan semakin maraknya kasus penyelundupan miras illegal di wilayah perbatasan, kami dapat bekerja sama dengan semua masyarakat agar dapat bersama-sama memberantas upaya penyelundupan miras ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia. 

Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam akan terus melaksanakan langkah-langkah penanganan lebih lanjut untuk mencegah terjadinya penyelundupan barang - barang illegal dengan melakukan patroli di wilayah perbatasan dan melaksanakan pemeriksaan yang lebih intensif terhadap para pelintas batas.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com