Sanggar inklusi, posyandu bagi anak penyandang disabilitas di Sukoharjo
Senin, 03 Desember 2018 - 17:35 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Deni Suryanti/Radio Elshinta

Elshinta.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah membentuk 11  sanggar inklusi untuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) warga penyandang disabilitas. Sanggar insklusi muncul dari keprihatinan petugas kesehatan terhadap anak anak penyandang disabilitas sering kali tidak mendapatkan hak kesehatan. Dimulai sejak tahun 2017, kini telah terbentuk 11 titik sanggar yang tersebar di 11 kecamatan.

Plt Kepala DKK Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan, gagasan membentuk sanggar inklusi dimulai dari Kecamatan Nguter. Saat petugas Puskesmas Nguter memantau langsung ke Posyandu, tidak didapati satupun usia bawah lima tahun (Balita) penyandang disabilitas mengakses pelayanan kesehatan dasar tersebut. 

Padahal, dalam catatan petugas kesehatan, ada balita lahir menyadang cacat bawaan. “Kami sempat bertanya ke petugas Posyandu soal tidak adanya anak penyandang disabilitas yang ikut kegiatan,” kata Yunia kepada Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.

Setelah melacak keseluruh desa, lanjut dia, petugas jemput bola mendatangi anak-anak yang mengalami kasus yang sama kemudian dikumpulkan dalam sanggar inklusi. Melalui program yang rutin digelar sebulan sekali, kebutuhan kesehatan balita penyandang disabilitas dipenuhi sebagaimana fungsi Posyandu. “Petugas yang mendatangi dan menjemput anak anak ke sanggar. Apabila sudah selesai diantarkan pulang lagi,” imbuh Yunia.

Menurutnya, pelayanan kesehatan sanggar inklusi juga menyesuaikan dengan kebutuhan tiap tiap anak. Asupan gizi yang dibutuhkan, terapi dengan dokter spesialis dan juga penyuluhan kesehatan bagi kekuarga yang mememiliki anak penyandang disabilitas. Untuk sanggar inklusi tidak dibatasi usia balita, tetapi lebih menyasar pada warga usia muda penyandang disabilitas. 

Dinas memfasilitasi dokter spesialis, terapis, kebutuhan obat dan gizi hingga penjemputan ke tempat tinggal peserta program. “Ada yang butuh terapi wicara, terapi tulang, syaraf dan alat bantu. Semua disediakan sanggar secara gratis,” katanya.    

Ditambahkan Yunia, kendala menjangkau balita dan penyandang disabilitas secara umum dalam mengakses pelayanan kesehatan lebih pada factor lingkungan. Banyak keluarga yang merasa malu memiliki anggota keluarga mengalami kecatatan. Melalui sanggar inklusi, orang tua diberikan pemahaman memenuhi hak kesehatan anak anak yang terlahir cacat. Kebanyakan anak anak penyandang disabilitas ini diakibatkan penyakit bawan seperti hydrosephalus dan kelainan jantung.

Yunia menuturkan, program sanggar inklusi ini diharapkan menambah harapan hidup penyandang disabilitas, dengan pemerataan pelayanan kesehatan yang terjangkau. Mampu menghilangkan stigma masyarakat yang merasa malu memiliki anak cacat. “Sukoharjo menjadi daerah pertama di Indonesia yang mengembangkan sanggar inklusi,” tandasnya.

Ketua Paguyuban Disabilitas Sehati Sukoharjo Edy Supriyanto mengatakan, pemerintah daerah sudah sangat berpihak pada  penyandang disabilitas. Sebab Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten yang memiliki komitmen kuat untuk perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Terbukti dengan adanya Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2009 tentang Pemberdayaan Penyandang Cacat dan telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 18 tahun 2017 tentang Penyandang Disabilitas, Peraturan Bupati tentang Aksesbilitas.

Bahkan, menurut Edy, saat ini Peraturan Bupati tentang Pelaksanaan Perda Nomor 18 tahun 2016 sudah tinggal disahkan. Terhitung sejak tahun 2014 semua penyandang disabilitas mendapatkan jaminan kesehatan yang terintegrasi kedalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Pemkab Sukoharjo juga telah memberikan fasilitas pelayanan kesehatan gratis melalui program Kartu Difabel,” jelasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Minggu, 24 Maret 2019 - 20:13 WIB
Elshinta.com - DPP Partai Demokrat memulai kampanye terbuka perdananya di GOR Ciracas, Jak...
Minggu, 24 Maret 2019 - 20:06 WIB
Elshinta.com - Politisi PDI Perjuangan dan Aktor Populer Rano Karno optimis raihan suara C...
Minggu, 24 Maret 2019 - 16:40 WIB
Elshinta.com - Kejati Sumatera Utara berhasil memecahkan rekor MURI pengobatan dan pelaksa...
Minggu, 24 Maret 2019 - 13:29 WIB
Elshinta.com - Kementerian Agama (Kemenag) memberlakukan kebijakan baru visa progresif bag...
Minggu, 24 Maret 2019 - 12:15 WIB
Elshinta.com - Puluhan ribu jamaah tampak menghadiri tabligh akbar Ustadz Abdul Somad yang...
Minggu, 24 Maret 2019 - 11:04 WIB
Elshinta.com - Ratusan ojeg pangkalan Kota Serang, Banten siap menyambut Jokowi yang akan ...
Minggu, 24 Maret 2019 - 10:49 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 1.051 warga dari delapan kampung di distrik Balingga, kabupaten La...
Minggu, 24 Maret 2019 - 10:27 WIB
Elshinta.com - Masyarakat DKI Jakarta antusias sambut kehadiran transportasi publik moda r...
Minggu, 24 Maret 2019 - 10:15 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan ...
Minggu, 24 Maret 2019 - 09:25 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo tiba Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Istora Senayan pu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 184
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once