Satu pekan, dua pabrik miras berkedok pabrik kecap dan pupuk dibongkar Polres Kudus
Senin, 03 Desember 2018 - 19:36 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Sutini/Radio Elshinta

Elshinta.com - Peredaran minuman keras (miras) di wilayah Kudus masih cukup tinggi. Terbukti dengan digrebeknya dua pabrik miras oleh jajaran Sat Reskrim Polres Kudus Jawa Tengah. Pabrik miras pertama yang berhasil diungkap berlokasi di Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo dan kedua yakni di Desa Pengajaran, Kecamatan Bae.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, melalui Kasat Reskrim AKP Rismanto mengatakan pada pengungkapan kasus pabrik miras di Tenggeles, untuk mengelabuhi warga sekitar, berkedok sebagai pabrik kecap. Pelaku berinisial MZA beserta barang bukti telah diamankan. “Lokasinya berada di jalur Pantura Kudus-Pati, sehingga warga tak menaruh curiga karena tidak di dalam pemukiman padat,” katanya, Senin (3/12).

Diungkapkan, pabrik ini memproduksi miras jenis arak putih. Dimana, dari lokasi tersebut, sejumlah barang bukti berhasil diamankan yakni dua drum yang digunakan untuk fermentasi dengan kapasitas 150 liter. 30 drum belum terpakai, dua gas elpiji ukuran 12 kilogram, tungku masak dan empat dus arak putih serta empat jeriken berisi arak serta alat penguji alkohol. "Ada lebih dari 100 liter arak putih yang disita. Kemungkinan lainnya sudah diedarkan," ujarnya.

Terkait pengebrekan pabrik miras yang kedua berlokasi di desa pengajaran kecamatan Bae yang berkedok sebagai gudang pupuk di sebuah rumah kontrakan. Pelaku berinisial IS (50) diamankan beserta barang bukti. "Kami sita lima drum ukuran 100 liter berisi miras serta barang bukti lain," paparnya

Lokasi pembuatan miras yang kedua ini telah beroperasi beberapa bulan dengan mengontrak rumah salah satu warga. Disini untuk peralatan pembuatan miras lengkap mulai dari pipa tabung yang digunakan untuk penyulingan arak, satu buah dandang penyulingan, satu penampung penyulingan, tiga tungku kompor gas, setengah dus bahan pembuat minuman dan satu unit mobil bak terbuka yang digunakan untuk pendistribusian. 

Ditambahkan Kasat, para pelaku dijerat Pasal 204 ayat 1 KUHP subsider Pasal 142 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 21 Maret 2019 - 21:35 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon Kota, Jawa Barat mengamankan...
Rabu, 20 Maret 2019 - 20:37 WIB
Elshinta.com -Densus 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris berinisial M alias Abu Arkam ...
Rabu, 20 Maret 2019 - 19:38 WIB
Elshinta.com - Dua perampok nasabah bank dengan modus gembos ban, ditembak Satuan Reserse dan K...
Selasa, 19 Maret 2019 - 20:58 WIB
Elshinta.com - Polsek Gebang, Polres Langkat, Sumatera Utara, meringkus dua tersangka penc...
Selasa, 19 Maret 2019 - 20:35 WIB
Elshinta.com - Polsek Stabat, Polres Langkat, Sumatera Utara, meringkus penjual narkoba be...
Selasa, 19 Maret 2019 - 11:17 WIB
Elshinta.com -Petugas Polda Metro Jaya meringkus pembajak truk tangki Pertamina yang dibawa dar...
Selasa, 19 Maret 2019 - 11:04 WIB
Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap enam pelaku tindak pidana narkoba jarin...
Selasa, 19 Maret 2019 - 07:35 WIB
Elshinta.com -Personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menggagalkan penyelundup...
Senin, 18 Maret 2019 - 20:48 WIB
Elshinta.com - Dalam waktu satu bulan, Polres Indramayu telah melakukan penangkapan dan peninda...
Minggu, 17 Maret 2019 - 21:27 WIB
Elshinta.com - Polres Langkat berhasil menggagalkan 25 bal ganja kering dengan berat satu ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)