Senin, 17 Desember 2018 | 04:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Satu pekan, dua pabrik miras berkedok pabrik kecap dan pupuk dibongkar Polres Kudus

Senin, 03 Desember 2018 - 19:36 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Sutini/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Sutini/Radio Elshinta

Elshinta.com - Peredaran minuman keras (miras) di wilayah Kudus masih cukup tinggi. Terbukti dengan digrebeknya dua pabrik miras oleh jajaran Sat Reskrim Polres Kudus Jawa Tengah. Pabrik miras pertama yang berhasil diungkap berlokasi di Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo dan kedua yakni di Desa Pengajaran, Kecamatan Bae.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, melalui Kasat Reskrim AKP Rismanto mengatakan pada pengungkapan kasus pabrik miras di Tenggeles, untuk mengelabuhi warga sekitar, berkedok sebagai pabrik kecap. Pelaku berinisial MZA beserta barang bukti telah diamankan. “Lokasinya berada di jalur Pantura Kudus-Pati, sehingga warga tak menaruh curiga karena tidak di dalam pemukiman padat,” katanya, Senin (3/12).

Diungkapkan, pabrik ini memproduksi miras jenis arak putih. Dimana, dari lokasi tersebut, sejumlah barang bukti berhasil diamankan yakni dua drum yang digunakan untuk fermentasi dengan kapasitas 150 liter. 30 drum belum terpakai, dua gas elpiji ukuran 12 kilogram, tungku masak dan empat dus arak putih serta empat jeriken berisi arak serta alat penguji alkohol. "Ada lebih dari 100 liter arak putih yang disita. Kemungkinan lainnya sudah diedarkan," ujarnya.

Terkait pengebrekan pabrik miras yang kedua berlokasi di desa pengajaran kecamatan Bae yang berkedok sebagai gudang pupuk di sebuah rumah kontrakan. Pelaku berinisial IS (50) diamankan beserta barang bukti. "Kami sita lima drum ukuran 100 liter berisi miras serta barang bukti lain," paparnya

Lokasi pembuatan miras yang kedua ini telah beroperasi beberapa bulan dengan mengontrak rumah salah satu warga. Disini untuk peralatan pembuatan miras lengkap mulai dari pipa tabung yang digunakan untuk penyulingan arak, satu buah dandang penyulingan, satu penampung penyulingan, tiga tungku kompor gas, setengah dus bahan pembuat minuman dan satu unit mobil bak terbuka yang digunakan untuk pendistribusian. 

Ditambahkan Kasat, para pelaku dijerat Pasal 204 ayat 1 KUHP subsider Pasal 142 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Peredaran minuman keras (miras) di wilayah Kudus masih cukup tinggi. Terbukti dengan digrebeknya dua pabrik miras oleh jajaran Sat Reskrim Polres Kudus Jawa Tengah. Pabrik miras pertama yang berhasil diungkap berlokasi di Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo dan kedua yakni di Desa Pengajaran, Kecamatan Bae.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, melalui Kasat Reskrim AKP Rismanto mengatakan pada pengungkapan kasus pabrik miras di Tenggeles, untuk mengelabuhi warga sekitar, berkedok sebagai pabrik kecap. Pelaku berinisial MZA beserta barang bukti telah diamankan. “Lokasinya berada di jalur Pantura Kudus-Pati, sehingga warga tak menaruh curiga karena tidak di dalam pemukiman padat,” katanya, Senin (3/12).

Diungkapkan, pabrik ini memproduksi miras jenis arak putih. Dimana, dari lokasi tersebut, sejumlah barang bukti berhasil diamankan yakni dua drum yang digunakan untuk fermentasi dengan kapasitas 150 liter. 30 drum belum terpakai, dua gas elpiji ukuran 12 kilogram, tungku masak dan empat dus arak putih serta empat jeriken berisi arak serta alat penguji alkohol. "Ada lebih dari 100 liter arak putih yang disita. Kemungkinan lainnya sudah diedarkan," ujarnya.

Terkait pengebrekan pabrik miras yang kedua berlokasi di desa pengajaran kecamatan Bae yang berkedok sebagai gudang pupuk di sebuah rumah kontrakan. Pelaku berinisial IS (50) diamankan beserta barang bukti. "Kami sita lima drum ukuran 100 liter berisi miras serta barang bukti lain," paparnya

Lokasi pembuatan miras yang kedua ini telah beroperasi beberapa bulan dengan mengontrak rumah salah satu warga. Disini untuk peralatan pembuatan miras lengkap mulai dari pipa tabung yang digunakan untuk penyulingan arak, satu buah dandang penyulingan, satu penampung penyulingan, tiga tungku kompor gas, setengah dus bahan pembuat minuman dan satu unit mobil bak terbuka yang digunakan untuk pendistribusian. 

Ditambahkan Kasat, para pelaku dijerat Pasal 204 ayat 1 KUHP subsider Pasal 142 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:52 WIB

BMKG: Gempa di Papua akibat deformasi batuan

Minggu, 16 Desember 2018 - 18:10 WIB

Gempa M 6,1 guncang Keerom, Papua

Minggu, 16 Desember 2018 - 15:51 WIB

Empat wisatawan hilang terseret gelombang di Kebumen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com