Minggu, 16 Desember 2018 | 00:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Sebut Ansor organisasi sesat, PBNU desak pemerintah usir Dubes Arab Saudi

Senin, 03 Desember 2018 - 20:05 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Cuitan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Muhammed Al-Suabi di twitter/Elshinta.
Cuitan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Muhammed Al-Suabi di twitter/Elshinta.

Elshinta.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan informasi yang disampaikan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Muhammed Al-Suabi mengenai peristiwa pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Informasi diduga akun Twitter Osama dianggap telah melampaui tugas dan tanggung jawabnya. 

Dalam keterangan persnya di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (3/12), Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, apa yang dituliskan Osama merupakan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya.

”Informasi melalui akun Twitter itu dianggap telah melampaui tugas dan tanggung jawabnya dan hal ini jelas mengganggu hubungan diplomatik RI-Saudi,” kata Said Aqil dalam konferensi pers yang juga dihadiri Sekjen Helmy Faisal Zaini dan sejumlah Petinggi PBNU.

Ditegaskan Said Aqil, Osama telah dengan sengaja menyebar fitnah dengan menuduh aksi pembakaran bendera di Garut beberapa waktu lalu dilakukan oleh jamaah “Almunharifah” (organisasi yang sesat atau menyimpang).

Sementara, seperti diketahui, GP Ansor sendiri sudah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran dan tindakan tersebu keluar dari SOP GP Ansor dan bahkan keluarga besar NU menyesalkan kejadian tersebut.

Atas dasar itu, PBNU mendesak agar Pemerintah Arab Saudi untuk memulangkan Osama.

”Mendesak kepada Pemerintah Republik Indonesia (RI) agar menyampaikan nota kepada Pemerintah Saudi agar memulangkan Osamah sebagai bagian dari sanksi atas tindakannya yang gegabah dalam mencampuri urusan politik Indonesia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan informasi yang disampaikan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Muhammed Al-Suabi mengenai peristiwa pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Informasi diduga akun Twitter Osama dianggap telah melampaui tugas dan tanggung jawabnya. 

Dalam keterangan persnya di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (3/12), Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, apa yang dituliskan Osama merupakan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya.

”Informasi melalui akun Twitter itu dianggap telah melampaui tugas dan tanggung jawabnya dan hal ini jelas mengganggu hubungan diplomatik RI-Saudi,” kata Said Aqil dalam konferensi pers yang juga dihadiri Sekjen Helmy Faisal Zaini dan sejumlah Petinggi PBNU.

Ditegaskan Said Aqil, Osama telah dengan sengaja menyebar fitnah dengan menuduh aksi pembakaran bendera di Garut beberapa waktu lalu dilakukan oleh jamaah “Almunharifah” (organisasi yang sesat atau menyimpang).

Sementara, seperti diketahui, GP Ansor sendiri sudah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran dan tindakan tersebu keluar dari SOP GP Ansor dan bahkan keluarga besar NU menyesalkan kejadian tersebut.

Atas dasar itu, PBNU mendesak agar Pemerintah Arab Saudi untuk memulangkan Osama.

”Mendesak kepada Pemerintah Republik Indonesia (RI) agar menyampaikan nota kepada Pemerintah Saudi agar memulangkan Osamah sebagai bagian dari sanksi atas tindakannya yang gegabah dalam mencampuri urusan politik Indonesia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com