Senin, 17 Desember 2018 | 04:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Dinkes Jayapura deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan

Senin, 03 Desember 2018 - 20:29 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie. Foto: Aman Hasibuan/Radio Elshinta
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie. Foto: Aman Hasibuan/Radio Elshinta

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua melalui Dinas Kesehatan melaunching Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) di 14 kampung wilayah Kabupaten Jayapura, Senin (3/12).

"Ke 14 kampung ini kami minta berkomitmen untuk mempertahankan masyarakat tidak membuang air besar sembarang dan cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar serta akan meningkatkan prilaku hidup sehat dan bersih sehingga 5 pilar Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan kelurahan Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM) bisa terwujud," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie kepada Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.

Khairul Lie mengatakan, pihaknya telah melakukan tahap pemicuan di kampung-kampung, kemudian kampung itu dengan kesadaran sendiri mereka membuat deklarasi dan melakukan upaya-upaya bagaimanan sanitasi dasar yang paling urgent yaitu jambang.

Dijelaskan Khairul, stop buang air sembarangan ini merupakan pilar pertama dari sanitasi total berbasi masyarakat. “Kita ada 5 pilar antara lain stop buang air sembarangan, cuci tangan pake sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, air limba serta sampah rumah tangga. Oleh karena itu, kita fokus pada poin pertama, karena itu sesuatu yang sulit sebab kalau orang stop buang air sembarangan perlu air bersih,” ujarnya.

Apabila setiap kampung punya komitmen stop buang air besar sembarangan maka lima pilar itu akan terpenuhi. Sebab pada saat ini dinas kesehatan setempat sudah tiga kali melakukan deklarasi di 41 kampung stop buang air besar sembarangan.

“Sampai saat ini kita sudah lakukan deklarasi SBS di 41 kampung yang ada di Kabupaten Jayapura. Sebenarnya sudah banyak kampung yang sudah siap di deklarasikan, tetapi karena memang tim kita untuk melakukan verifikasi ke kampung ini  terbatas dan juga ada kendala-kendala transportasi seperti cuaca buruk di pinggir laut. Tapi saya memperkirakan sebenarnya sampai saat ini sekitar 50 kampung kita itu sudah stop buang air besar sembarangan,” akunya.

Ia mengaku bahwa seluruh anggota keluarga sudah buang air besar di jamban dan tidak ada lagi yang buang air besar sembarangan ke hutan-hutan atau kali. Apalagi pada tahun 2020 akan diselenggarakan PON di Papua dan salah satu faktor kebersihan itu sangat penting sekali.

“Kalau orang sudah tidak buang air sembarangan, kampung-kampungnya akan menjadi bersih dan bisa menjadi bersih. Kita berharap seluruh kampug kita lakukan pemicuan secara bertahap di 20 pukesmas dan 14 distrik, sedangkan 5 distrik itu belum ada kampung perwakilanya. Lima kampung ini kita upayakan terus agar bisa bebas buang air besar sembarangan dengan menyediakan fasilitas seperti air bersih,” ungkapnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua melalui Dinas Kesehatan melaunching Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) di 14 kampung wilayah Kabupaten Jayapura, Senin (3/12).

"Ke 14 kampung ini kami minta berkomitmen untuk mempertahankan masyarakat tidak membuang air besar sembarang dan cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar serta akan meningkatkan prilaku hidup sehat dan bersih sehingga 5 pilar Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan kelurahan Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM) bisa terwujud," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie kepada Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.

Khairul Lie mengatakan, pihaknya telah melakukan tahap pemicuan di kampung-kampung, kemudian kampung itu dengan kesadaran sendiri mereka membuat deklarasi dan melakukan upaya-upaya bagaimanan sanitasi dasar yang paling urgent yaitu jambang.

Dijelaskan Khairul, stop buang air sembarangan ini merupakan pilar pertama dari sanitasi total berbasi masyarakat. “Kita ada 5 pilar antara lain stop buang air sembarangan, cuci tangan pake sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, air limba serta sampah rumah tangga. Oleh karena itu, kita fokus pada poin pertama, karena itu sesuatu yang sulit sebab kalau orang stop buang air sembarangan perlu air bersih,” ujarnya.

Apabila setiap kampung punya komitmen stop buang air besar sembarangan maka lima pilar itu akan terpenuhi. Sebab pada saat ini dinas kesehatan setempat sudah tiga kali melakukan deklarasi di 41 kampung stop buang air besar sembarangan.

“Sampai saat ini kita sudah lakukan deklarasi SBS di 41 kampung yang ada di Kabupaten Jayapura. Sebenarnya sudah banyak kampung yang sudah siap di deklarasikan, tetapi karena memang tim kita untuk melakukan verifikasi ke kampung ini  terbatas dan juga ada kendala-kendala transportasi seperti cuaca buruk di pinggir laut. Tapi saya memperkirakan sebenarnya sampai saat ini sekitar 50 kampung kita itu sudah stop buang air besar sembarangan,” akunya.

Ia mengaku bahwa seluruh anggota keluarga sudah buang air besar di jamban dan tidak ada lagi yang buang air besar sembarangan ke hutan-hutan atau kali. Apalagi pada tahun 2020 akan diselenggarakan PON di Papua dan salah satu faktor kebersihan itu sangat penting sekali.

“Kalau orang sudah tidak buang air sembarangan, kampung-kampungnya akan menjadi bersih dan bisa menjadi bersih. Kita berharap seluruh kampug kita lakukan pemicuan secara bertahap di 20 pukesmas dan 14 distrik, sedangkan 5 distrik itu belum ada kampung perwakilanya. Lima kampung ini kita upayakan terus agar bisa bebas buang air besar sembarangan dengan menyediakan fasilitas seperti air bersih,” ungkapnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:12 WIB

Polisi akan periksa saksi ahli kasus blangko KTP-el

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:38 WIB

Menteri PPPA: Belum ada daerah layak anak

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:26 WIB

PDAM Tirtanadi launching SMS Gateway bagi pelanggan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com