Dinkes Jayapura deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan
Elshinta
Senin, 03 Desember 2018 - 20:29 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Dinkes Jayapura deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie. Foto: Aman Hasibuan/Radio Elshinta

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua melalui Dinas Kesehatan melaunching Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) di 14 kampung wilayah Kabupaten Jayapura, Senin (3/12).

"Ke 14 kampung ini kami minta berkomitmen untuk mempertahankan masyarakat tidak membuang air besar sembarang dan cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar serta akan meningkatkan prilaku hidup sehat dan bersih sehingga 5 pilar Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan kelurahan Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM) bisa terwujud," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie kepada Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.

Khairul Lie mengatakan, pihaknya telah melakukan tahap pemicuan di kampung-kampung, kemudian kampung itu dengan kesadaran sendiri mereka membuat deklarasi dan melakukan upaya-upaya bagaimanan sanitasi dasar yang paling urgent yaitu jambang.

Dijelaskan Khairul, stop buang air sembarangan ini merupakan pilar pertama dari sanitasi total berbasi masyarakat. “Kita ada 5 pilar antara lain stop buang air sembarangan, cuci tangan pake sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, air limba serta sampah rumah tangga. Oleh karena itu, kita fokus pada poin pertama, karena itu sesuatu yang sulit sebab kalau orang stop buang air sembarangan perlu air bersih,” ujarnya.

Apabila setiap kampung punya komitmen stop buang air besar sembarangan maka lima pilar itu akan terpenuhi. Sebab pada saat ini dinas kesehatan setempat sudah tiga kali melakukan deklarasi di 41 kampung stop buang air besar sembarangan.

“Sampai saat ini kita sudah lakukan deklarasi SBS di 41 kampung yang ada di Kabupaten Jayapura. Sebenarnya sudah banyak kampung yang sudah siap di deklarasikan, tetapi karena memang tim kita untuk melakukan verifikasi ke kampung ini  terbatas dan juga ada kendala-kendala transportasi seperti cuaca buruk di pinggir laut. Tapi saya memperkirakan sebenarnya sampai saat ini sekitar 50 kampung kita itu sudah stop buang air besar sembarangan,” akunya.

Ia mengaku bahwa seluruh anggota keluarga sudah buang air besar di jamban dan tidak ada lagi yang buang air besar sembarangan ke hutan-hutan atau kali. Apalagi pada tahun 2020 akan diselenggarakan PON di Papua dan salah satu faktor kebersihan itu sangat penting sekali.

“Kalau orang sudah tidak buang air sembarangan, kampung-kampungnya akan menjadi bersih dan bisa menjadi bersih. Kita berharap seluruh kampug kita lakukan pemicuan secara bertahap di 20 pukesmas dan 14 distrik, sedangkan 5 distrik itu belum ada kampung perwakilanya. Lima kampung ini kita upayakan terus agar bisa bebas buang air besar sembarangan dengan menyediakan fasilitas seperti air bersih,” ungkapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pertemuan Melanesian Spearhead Group bahas isu kriminal dan kejahatan global
Rabu, 17 Juli 2019 - 00:26 WIB
Elshinta.com - Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol Jermias Rontini, memimpin delegasi Indonesi...
391 jemaah calhaj resti tetap semangat berangkat ke Mekkah
Selasa, 16 Juli 2019 - 22:37 WIB
Elshinta.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)Embarkasi Medan, Sumatera Utara, ...
 Rakorwil TPID se-Kalimantan fokus bahas sinergi kerjasama antardaerah
Selasa, 16 Juli 2019 - 21:55 WIB
Elshinta.com - Sinergi dan inovasi menjadi pokok pembahasan Rakorwil Tim Pengendalian Inflasi D...
Gapensi Jayapura agendakan Muscab
Selasa, 16 Juli 2019 - 21:37 WIB
Elshinta.com - Badan Pimpinan Cabang Sentani (BPC) Gabungan Pengusaha Seluruh Indonesia (G...
Perbanyak Kampung KB, Bupati Kudus harapkan penurunan angka TFR
Selasa, 16 Juli 2019 - 21:12 WIB
Elshinta.com - Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan yakni deng...
Ekspedisi Destana Tsunami di Lumajang sukses
Selasa, 16 Juli 2019 - 20:45 WIB
Elshinta.com - Ekspedisi Destana Tsunami 2019 yang telah dilaksanakan di Kabupaten Lumajan...
Reuni Magellan ke-10, jalan tingkatkan peran strategis luar negeri Indonesia
Selasa, 16 Juli 2019 - 20:15 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Indonesia menggelar seminar internasional menyambut pertemuan ke...
Sekalipun Tol BORR mangkrak, kontraktor tak diberi dispensasi waktu
Selasa, 16 Juli 2019 - 20:08 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ), Hendro Atmodjo menegaskan bahwa...
Manipulasi data PPDB, lima anak di Bogor batal masuk SMA Negeri
Selasa, 16 Juli 2019 - 19:58 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya Sugiarto menyebutkan bahwa ada lima ...
Sukoharjo komitmen cegah pernikahan anak
Selasa, 16 Juli 2019 - 19:22 WIB
Elshinta.com - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke–26 di Kabupaten Sukoh...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)