Senin, 17 Desember 2018 | 22:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Antena kapal sentuh STT, Warga Binjai tenggelam di sungai

Senin, 03 Desember 2018 - 20:37 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: M Salim/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: M Salim/Radio Elshinta

Elshinta.com - Muhammad Ilham (41) warga Jalan T.Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumut, tenggelam dan belum ditemukan di aliran sungai Serapuh, Dusun V Pangkal Pasar, Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Minggu (2/13) sekira pukul 22.15 WIB

Informasi dihimpun, korban yang tenggelam akibat kapal motor  yang ditumpanginya memiliki antena sepanjang satu meter yang berada tepat di atas atap kapal mengenai jaringan Saluran Tegangan Tinggi (STT) milik PT PLN yang berposisi telanjang, melintasi sungai serapuh, Desa Pulau Banyak, ketika itu air sungai sedang pasang. 

Berdasarkan keterangan Fauzir Rahman (35) Nelayan Pangkalan Susu (Tekong Kapal) serta Muhammad Jali (57) Warga Jalan Proklamasi, Kelurahan Kwala Bingai, Stabat mengatakan, bahwa ada sembilan orang yang baru pulang memancing ke tengah laut, tepatnya di perairan Langkat, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim.

Setibanya di Sungai Serapuh, Dusun V Pangkal Pasar, Desa Pulau Banyak, kapal yang mereka tumpangi tepat melintas di bawah jembatan gantung dan jaringan Saluran Tegangan Tinggi (STT) milik PT PLN. Naas, antena kapal setinggi satu meter menyentuh kabel listrik tersebut, hingga menimbulkan percikan api warna biru arus listrik.

Tidak hanya sampai di situ, satu buah mesin Dong Feng 28 PK dari kapal yang mereka tumpangi juga meledak hingga membuat empat penumpang kapal terjun kesungai, sementara tujuh penumpang lainnya masih berada di dalam kapal. Keempat penumpang yang melompat itu, tiga diantaranya selamat berenang ke tepi, sementara itu korban yang bernama Muhammad Ilham, tenggelam. Hingga siang hari ini belum timbul juga, dan belum ditemukan.

Sementara itu, Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat, Irwan Syahri, melalui Kasi Kedaruratan BPBD Langkat, Soegino mengatakan, saat ini tim speed boat yaitu perahu karet sudah di terjunkan, guna mencari jasad korban tenggelam. "Saat ini tim perahu karet sedang mencari dan membuat gelombang ombak untuk mencari korban yang tenggelam didasar sungai," sebut Soegiono.

Pencarian jasad korban juga diikuti Tim BPBD Langkat, BPBD Kota Binjai, Basarnas Kota Binjai, Tagana Kabupaten Langkat, Polsek Tanjung Pura dan Koramil Tanjung Pura, beserta masyarakat setempat.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Muhammad Ilham (41) warga Jalan T.Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumut, tenggelam dan belum ditemukan di aliran sungai Serapuh, Dusun V Pangkal Pasar, Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Minggu (2/13) sekira pukul 22.15 WIB

Informasi dihimpun, korban yang tenggelam akibat kapal motor  yang ditumpanginya memiliki antena sepanjang satu meter yang berada tepat di atas atap kapal mengenai jaringan Saluran Tegangan Tinggi (STT) milik PT PLN yang berposisi telanjang, melintasi sungai serapuh, Desa Pulau Banyak, ketika itu air sungai sedang pasang. 

Berdasarkan keterangan Fauzir Rahman (35) Nelayan Pangkalan Susu (Tekong Kapal) serta Muhammad Jali (57) Warga Jalan Proklamasi, Kelurahan Kwala Bingai, Stabat mengatakan, bahwa ada sembilan orang yang baru pulang memancing ke tengah laut, tepatnya di perairan Langkat, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim.

Setibanya di Sungai Serapuh, Dusun V Pangkal Pasar, Desa Pulau Banyak, kapal yang mereka tumpangi tepat melintas di bawah jembatan gantung dan jaringan Saluran Tegangan Tinggi (STT) milik PT PLN. Naas, antena kapal setinggi satu meter menyentuh kabel listrik tersebut, hingga menimbulkan percikan api warna biru arus listrik.

Tidak hanya sampai di situ, satu buah mesin Dong Feng 28 PK dari kapal yang mereka tumpangi juga meledak hingga membuat empat penumpang kapal terjun kesungai, sementara tujuh penumpang lainnya masih berada di dalam kapal. Keempat penumpang yang melompat itu, tiga diantaranya selamat berenang ke tepi, sementara itu korban yang bernama Muhammad Ilham, tenggelam. Hingga siang hari ini belum timbul juga, dan belum ditemukan.

Sementara itu, Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat, Irwan Syahri, melalui Kasi Kedaruratan BPBD Langkat, Soegino mengatakan, saat ini tim speed boat yaitu perahu karet sudah di terjunkan, guna mencari jasad korban tenggelam. "Saat ini tim perahu karet sedang mencari dan membuat gelombang ombak untuk mencari korban yang tenggelam didasar sungai," sebut Soegiono.

Pencarian jasad korban juga diikuti Tim BPBD Langkat, BPBD Kota Binjai, Basarnas Kota Binjai, Tagana Kabupaten Langkat, Polsek Tanjung Pura dan Koramil Tanjung Pura, beserta masyarakat setempat.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com