Jumat, 14 Desember 2018 | 16:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Kemdikbud sebut hanya 40 persen guru siap dengan teknologi

Senin, 03 Desember 2018 - 21:16 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustarsi, Sumber Foto: https://bit.ly/2KQd3RL
Ilustarsi, Sumber Foto: https://bit.ly/2KQd3RL

Elshinta.com - Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Kapustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Gogot Suharwoto mengatakan hanya 40 persen guru non-teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang siap dengan teknologi.

"Kami sudah melakukan survei, dan hasilnya hanya 40 persen guru non-TIK (yang tidak mengajar TIK), yang siap dengan teknologi. Data yang kami punya itu berdasarkan nama dan alamatnya," ujar Gogot usai pembukaan simposium internasional pembelajaran jarak jauh atau  International Symposium on Open Distance and e-learning (Isodel) 2018 di Badung, Bali, Senin (3/12).

Hal itu pula yang menjadi kendala dalam mencapai pendidikan yang sesuai dengan revolusi 4.0. Kendala lainnya, adalah ketersediaan jaringan internet terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Untuk mengatasi kendala itu, Kemendikbud melatih sebanyak 10.000 guru setiap tahunnya agar terbiasa dengan teknologi.

Sedangkan untuk kendala jaringan internet, Kemendikbud dan Kominfo berupaya menyediakan layanan internet di sekolah. "Ada sekitar 1.420 sekolah di daerah yang sudah disediakan layanan internetnya," jelas dia, seperti dikutip dari Antara.

Kendala selanjutnya adalah kesenjangan generasi antara guru dan siswa. Untuk itu, lanjut dia, perlu adanya satu platform yang sama yang menjembatani kesenjangan generasi tersebut. "Kita siapkan platform yang sama, namanya Rumah Belajar. Melalui platform itu, guru dan murid masuk ke situs itu dan proses pembelajaran terjadi," tambah dia.

Isodel 2018 merupakan simposium yang menghadirkan pakar pendidikan dan teknologi dari lima benua yang diselenggarakan di Bali, 3-5 Desember. Tema utamanya adalah teknologi pendidikan di era 4.0.

Gogot mengatakan dalam acara itu, semua pembicara akan menyampaikan praktik baik mengenai teknologi pendidikan di forum itu. Praktik baik itu akan dicatat dan disampaikan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Kapustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Gogot Suharwoto mengatakan hanya 40 persen guru non-teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang siap dengan teknologi.

"Kami sudah melakukan survei, dan hasilnya hanya 40 persen guru non-TIK (yang tidak mengajar TIK), yang siap dengan teknologi. Data yang kami punya itu berdasarkan nama dan alamatnya," ujar Gogot usai pembukaan simposium internasional pembelajaran jarak jauh atau  International Symposium on Open Distance and e-learning (Isodel) 2018 di Badung, Bali, Senin (3/12).

Hal itu pula yang menjadi kendala dalam mencapai pendidikan yang sesuai dengan revolusi 4.0. Kendala lainnya, adalah ketersediaan jaringan internet terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Untuk mengatasi kendala itu, Kemendikbud melatih sebanyak 10.000 guru setiap tahunnya agar terbiasa dengan teknologi.

Sedangkan untuk kendala jaringan internet, Kemendikbud dan Kominfo berupaya menyediakan layanan internet di sekolah. "Ada sekitar 1.420 sekolah di daerah yang sudah disediakan layanan internetnya," jelas dia, seperti dikutip dari Antara.

Kendala selanjutnya adalah kesenjangan generasi antara guru dan siswa. Untuk itu, lanjut dia, perlu adanya satu platform yang sama yang menjembatani kesenjangan generasi tersebut. "Kita siapkan platform yang sama, namanya Rumah Belajar. Melalui platform itu, guru dan murid masuk ke situs itu dan proses pembelajaran terjadi," tambah dia.

Isodel 2018 merupakan simposium yang menghadirkan pakar pendidikan dan teknologi dari lima benua yang diselenggarakan di Bali, 3-5 Desember. Tema utamanya adalah teknologi pendidikan di era 4.0.

Gogot mengatakan dalam acara itu, semua pembicara akan menyampaikan praktik baik mengenai teknologi pendidikan di forum itu. Praktik baik itu akan dicatat dan disampaikan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Jumat, 14 Desember 2018 - 14:58 WIB

KPK periksa dua hakim PN Jaksel

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com