Senin, 17 Desember 2018 | 04:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Keluarga pengikut ajaran Sensen Komara dipantau

Senin, 03 Desember 2018 - 21:34 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Kepala Badan Kesbangpol Garut, Wahyudijaya. Sumber Foto: https://bit.ly/2RBeQwI
Kepala Badan Kesbangpol Garut, Wahyudijaya. Sumber Foto: https://bit.ly/2RBeQwI

Elshinta.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah menangangi satu keluarga pengikut ajaran "Sensen Komara" yang mengaku sebagai rasul akhir zaman agar paham tersebut tidak meluas dan menimbulkan keresahan terhadap masyarakat umum lainnya.

"Sudah diproses, kami juga sudah pantau aktivitas keluarga tersebut," kata Kepala Badan Kesbangpol Garut, Wahyudijaya, di Garut, Senin (3/12).

Ia menuturkan, Kesbangpol Garut sudah menerima informasi ada warga bernama Hamdani bersama keluarganya yang mengakui Sensen sebagai rasul, bahkan dibuktikan secara tertulis dengan menggantikan dua kalimat syahadat.

Keluarga yang bertempat tinggal di Kecamatan Caringin tersebut, kata dia, sudah mendapatkan penanganan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan setempat, bahkan MUI sudah membuat laporan ke Polsek Caringin.

Ketua MUI Kecamatan Caringin, Ahmad Nurjaman, menambahkan, sebelumnya Hamdani telah mengirimkan surat ke MUI dan unsur pimpinan kecamatan tentang meminta izin untuk salat menghadap ke arah timur, kemudian mengakui Sensen sebagai rasulnya. "Masalah itu (shalat ke timur) sudah ditangani biar aqidahnya kembali ke jalan yang benar, tapi itu belum beres, sudah ada lagi surat yang ini," ucapnya, seperti dikutip dari Antara.

Ia mengungkapkan, paham Sensen itu sudah diketahui sejak lama dengan pengikutnya masyarakat biasa, bahkan ada seorang pengikutnya sudah menjalani hukuman dengan kurungan penjara selama tiga tahun pada 2013.

Khusus kasus pengakuan rasul ini, kata Nurjaman, MUI Kecamatan Caringin sudah menemui keluarga Hamdani untuk memberikan pengertian tentang pemahamannya yang salah. Namun, lanjut dia, pemikirannya tersebut tetap tidak berubah dan mengakui Sensen sebagai nabinya, hingga akhirnya MUI Caringin melaporkan ke kepolisian dengan laporan penistaan agama. "Kami sudah buat laporan resmi ke Polsek," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah menangangi satu keluarga pengikut ajaran "Sensen Komara" yang mengaku sebagai rasul akhir zaman agar paham tersebut tidak meluas dan menimbulkan keresahan terhadap masyarakat umum lainnya.

"Sudah diproses, kami juga sudah pantau aktivitas keluarga tersebut," kata Kepala Badan Kesbangpol Garut, Wahyudijaya, di Garut, Senin (3/12).

Ia menuturkan, Kesbangpol Garut sudah menerima informasi ada warga bernama Hamdani bersama keluarganya yang mengakui Sensen sebagai rasul, bahkan dibuktikan secara tertulis dengan menggantikan dua kalimat syahadat.

Keluarga yang bertempat tinggal di Kecamatan Caringin tersebut, kata dia, sudah mendapatkan penanganan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan setempat, bahkan MUI sudah membuat laporan ke Polsek Caringin.

Ketua MUI Kecamatan Caringin, Ahmad Nurjaman, menambahkan, sebelumnya Hamdani telah mengirimkan surat ke MUI dan unsur pimpinan kecamatan tentang meminta izin untuk salat menghadap ke arah timur, kemudian mengakui Sensen sebagai rasulnya. "Masalah itu (shalat ke timur) sudah ditangani biar aqidahnya kembali ke jalan yang benar, tapi itu belum beres, sudah ada lagi surat yang ini," ucapnya, seperti dikutip dari Antara.

Ia mengungkapkan, paham Sensen itu sudah diketahui sejak lama dengan pengikutnya masyarakat biasa, bahkan ada seorang pengikutnya sudah menjalani hukuman dengan kurungan penjara selama tiga tahun pada 2013.

Khusus kasus pengakuan rasul ini, kata Nurjaman, MUI Kecamatan Caringin sudah menemui keluarga Hamdani untuk memberikan pengertian tentang pemahamannya yang salah. Namun, lanjut dia, pemikirannya tersebut tetap tidak berubah dan mengakui Sensen sebagai nabinya, hingga akhirnya MUI Caringin melaporkan ke kepolisian dengan laporan penistaan agama. "Kami sudah buat laporan resmi ke Polsek," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:12 WIB

Polisi akan periksa saksi ahli kasus blangko KTP-el

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:38 WIB

Menteri PPPA: Belum ada daerah layak anak

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:26 WIB

PDAM Tirtanadi launching SMS Gateway bagi pelanggan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com