Senin, 17 Desember 2018 | 04:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

Guruh: Kondisi perpolitikan saat ini dinilai menyedihkan

Senin, 03 Desember 2018 - 16:01 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Ist
Sumber foto: Ist

Elshinta.com - Kondisi perpolitikan saat ini dinilai menyedihkan. Dalam berbagai sisi, banyak kepentingan yang berkaitan dengan kekuasaan.

Ketua Umum Tim Paguyuban Rakyat Indonesia Raya (PARAINDRA), Guruh Sukarno Putra mengatakan, kepentingan yang berkaitan dengan kekuasaan tersebut seolah berkepentingan bahwa segala cara dan alat dihalalkan untuk merebut kekuasaan.

"Fenomena sikap dan tindakan para politisi seperti ini membuat kita hafal sejumlah kata sifat. Kata itu adalah fitnah, intrik dan terakhir yang kian popular adalah hoax. Tentu tak ada asap tanpa api. Jika kata sifat yang kini memenuhi kepala masyarakat itu sebagai asapnya, maka ucapan dan tindakan para elit politik bersama timnya adalah sumber apinya," kata Guruh, Senin (3/12) seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Menurut Guruh, peristiwa politik seperti Pilpres dan Pileg, seharusnya disadari sebagai sebuah peristiwa budaya. Di situ ada sistem nilai yang dipraktekkan. Ada sistem sosial yang bekerja. "Dari situ akan dilahirkan karya berupa tatanan negara dan tatanan masyarakat adil dan makmur. Dari situ akan dilahirkan pemimpin sebagai pemikul amanah. Dari situ kita makin membentuk nationaal gees, nationaal do dan nationaal daad kita secara utuh dan tiga dimensi," ujar Guruh.

Dengan peristiwa politik yang memperjuangkan kemaslahatan orang banyak itu, kata Guruh, membuat orang-orang menjadi bertaqwa dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, yang telah memberi kemerdekaan kepada bangsa ini serta memberi karunia alam yang indah dan kaya. "Bukan justru melahirkan pertikaian, permusuhan dan kerusakan. Begitulah menurut saya bahwa peristiwa pemilu seharusnya menjadi sebuah peristiwa kebudayaan yang besar," tegasnya.

"Lantas, kata Guruh, timbul pertanyaan
apakah peristiwa politik saat ini adalah sebuah peristiwa budaya? Apakah peristiwa pemilu yang sedang kita jalani ini sebagai peristiwa budaya? Tidak. Sebab peristiwa budaya selalu bersifat kolektif kolegial. Peristiwa budaya adalah peristiwa yang seirama dengan hakikatnya kehidupan masyarakat manusia. Masyarakat secara kolektif adalah subjek dari peristiwa politik jika kita ingin menilai peristiwa itu sebagai peristiwa budaya. Peristiwa politik yang kita jalani saat ini, saya ilustrasikan seperti peristiwa mekanisme pasar," tuturnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Kondisi perpolitikan saat ini dinilai menyedihkan. Dalam berbagai sisi, banyak kepentingan yang berkaitan dengan kekuasaan.

Ketua Umum Tim Paguyuban Rakyat Indonesia Raya (PARAINDRA), Guruh Sukarno Putra mengatakan, kepentingan yang berkaitan dengan kekuasaan tersebut seolah berkepentingan bahwa segala cara dan alat dihalalkan untuk merebut kekuasaan.

"Fenomena sikap dan tindakan para politisi seperti ini membuat kita hafal sejumlah kata sifat. Kata itu adalah fitnah, intrik dan terakhir yang kian popular adalah hoax. Tentu tak ada asap tanpa api. Jika kata sifat yang kini memenuhi kepala masyarakat itu sebagai asapnya, maka ucapan dan tindakan para elit politik bersama timnya adalah sumber apinya," kata Guruh, Senin (3/12) seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Menurut Guruh, peristiwa politik seperti Pilpres dan Pileg, seharusnya disadari sebagai sebuah peristiwa budaya. Di situ ada sistem nilai yang dipraktekkan. Ada sistem sosial yang bekerja. "Dari situ akan dilahirkan karya berupa tatanan negara dan tatanan masyarakat adil dan makmur. Dari situ akan dilahirkan pemimpin sebagai pemikul amanah. Dari situ kita makin membentuk nationaal gees, nationaal do dan nationaal daad kita secara utuh dan tiga dimensi," ujar Guruh.

Dengan peristiwa politik yang memperjuangkan kemaslahatan orang banyak itu, kata Guruh, membuat orang-orang menjadi bertaqwa dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, yang telah memberi kemerdekaan kepada bangsa ini serta memberi karunia alam yang indah dan kaya. "Bukan justru melahirkan pertikaian, permusuhan dan kerusakan. Begitulah menurut saya bahwa peristiwa pemilu seharusnya menjadi sebuah peristiwa kebudayaan yang besar," tegasnya.

"Lantas, kata Guruh, timbul pertanyaan
apakah peristiwa politik saat ini adalah sebuah peristiwa budaya? Apakah peristiwa pemilu yang sedang kita jalani ini sebagai peristiwa budaya? Tidak. Sebab peristiwa budaya selalu bersifat kolektif kolegial. Peristiwa budaya adalah peristiwa yang seirama dengan hakikatnya kehidupan masyarakat manusia. Masyarakat secara kolektif adalah subjek dari peristiwa politik jika kita ingin menilai peristiwa itu sebagai peristiwa budaya. Peristiwa politik yang kita jalani saat ini, saya ilustrasikan seperti peristiwa mekanisme pasar," tuturnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:12 WIB

Polisi akan periksa saksi ahli kasus blangko KTP-el

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:38 WIB

Menteri PPPA: Belum ada daerah layak anak

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:26 WIB

PDAM Tirtanadi launching SMS Gateway bagi pelanggan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com