Jumat, 14 Desember 2018 | 16:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

BPBD Semarang waspadai luapan Sungai BKT

Selasa, 04 Desember 2018 - 06:20 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Banjir rendam Stasiun Besar Kereta Api (KA) Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/12) malam. Sumber foto: https://bit.ly/2RysIYg
Banjir rendam Stasiun Besar Kereta Api (KA) Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/12) malam. Sumber foto: https://bit.ly/2RysIYg

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Jawa Tengah, mewaspadai luapan sungai Banjir Kanal Timur (BKT) seiring tingginya curah hujan.

"Curah hujan hari ini tadi memang sangat tinggi. Menyebabkan meluapnya Sungai BKT," kata Kepala BPBD Kota Semarang Agus Harmunanto di Semarang, Senin (3/12) malam.

Seiring hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Senin sore, menyebabkan banjir menggenang di sejumlah wilayah, baik jalan protokol maupun permukiman warga. Seperti di kawasan Sawah Besar, Kaligawe, dan Mlatiharjo, air menggenangi dengan ketinggian bervariasi antara 20-40 centimeter akibat luapan air Sungai BKT Semarang.

Agus mengaku sebenarnya cukup tertolong dengan proyek normalisasi Sungai BKT yang ditunjang dengan pembangunan tembok pembatas di sepanjang aliran sungai tersebut. "Kalau dulu belum ada tembok kan air langsung meluap ke sini. Sekarang sudah ada tembok, air tidak sampai melampaui tembok, tapi malah lewat jalur ke luar masuk truk," katanya, dikutip Antara.

Saat ini, BPBD dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana masih berupaya memompa air di wilayah Sawah Besar, Kaligawe, dan Mlatiharjo agar segera surut.

"Ya, kan karena belum jadi (normalisasi, red.). Jadi, masih dipakai keluar masuk truk. Ketika meluap, ini jadi lewat air. Kami masih pompa, sudah terus surut," katanya.

Meski sudah surut, ia mengaku tetap mewaspadai limpahan air Sungai BKT yang bisa kembali terjadi jika hujan deras kembali turun mengguyur Kota Semarang dan Ungaran. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Konsultasi | 14 Desember 2018 - 16:07 WIB

Strategi bisnis DAMN I Love Indonesia yang patut ditiru

Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Jawa Tengah, mewaspadai luapan sungai Banjir Kanal Timur (BKT) seiring tingginya curah hujan.

"Curah hujan hari ini tadi memang sangat tinggi. Menyebabkan meluapnya Sungai BKT," kata Kepala BPBD Kota Semarang Agus Harmunanto di Semarang, Senin (3/12) malam.

Seiring hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Senin sore, menyebabkan banjir menggenang di sejumlah wilayah, baik jalan protokol maupun permukiman warga. Seperti di kawasan Sawah Besar, Kaligawe, dan Mlatiharjo, air menggenangi dengan ketinggian bervariasi antara 20-40 centimeter akibat luapan air Sungai BKT Semarang.

Agus mengaku sebenarnya cukup tertolong dengan proyek normalisasi Sungai BKT yang ditunjang dengan pembangunan tembok pembatas di sepanjang aliran sungai tersebut. "Kalau dulu belum ada tembok kan air langsung meluap ke sini. Sekarang sudah ada tembok, air tidak sampai melampaui tembok, tapi malah lewat jalur ke luar masuk truk," katanya, dikutip Antara.

Saat ini, BPBD dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana masih berupaya memompa air di wilayah Sawah Besar, Kaligawe, dan Mlatiharjo agar segera surut.

"Ya, kan karena belum jadi (normalisasi, red.). Jadi, masih dipakai keluar masuk truk. Ketika meluap, ini jadi lewat air. Kami masih pompa, sudah terus surut," katanya.

Meski sudah surut, ia mengaku tetap mewaspadai limpahan air Sungai BKT yang bisa kembali terjadi jika hujan deras kembali turun mengguyur Kota Semarang dan Ungaran. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com