Jumat, 14 Desember 2018 | 16:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Sepakbola / Aktual Sepakbola

Persepakbolaan Indonesia dinilai terkadang irasional

Selasa, 04 Desember 2018 - 07:07 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Sejumlah Bobotoh atau pendukung Persib Bandung melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/10). Sumber foto: https://bit.ly/2UdaRIq
Sejumlah Bobotoh atau pendukung Persib Bandung melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/10). Sumber foto: https://bit.ly/2UdaRIq

Elshinta.com - Pelatih klub sepak bola Bhayangkara FC, Simon McMenemy mengatakan, persepakbolaan Indonesia terkadang menampilkan kondisi-kondisi yang irasional atau tidak masuk akal.

Hal ini disampaikan Simon terkait adanya dugaan pengaturan skor yang terjadi di Liga Indonesia.

"Banyak hal yang menurut saya tidak masuk akal. Bahkan dengan semua pengetahuan sepak bola yang ada, beberapa keputusan di atas lapangan tetap harus dipertanyakan," ujar Simon di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta, Senin (3/12). 

Situasi tersebut, lanjut dia, mencuatkan beragam spekulasi yang ujungnya dapat merugikan tim.

"Pekerjaan pelatih menjadi lebih susah," tutur juru taktik asal Skotlandia yang sudah melatih di Indonesia sejak tahun 2011 itu.

Sementara, pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts yang bekerja di Indonesia mulai tahun 2009, tidak menampik adanya praktik pengaturan skor di persepakbolaan nasional. Pria asal Belanda itu bahkan mengklaim dirinya memiliki bukti adanya tindakan tersebut.

"Namun saya tidak akan menyerahkannya kepada anda (kepada pewarta). Anda harus menginvestigasinya sendiri. Saya sudah mengalami pengaturan skor ini di Malaysia dan Singapura, tetapi kasus di Indonesia berbeda dengan beberapa orang yang terlibat," tutur Robert.

Mengutip Antara, kasus pengaturan skor di liga Indonesia ramai dibicarakan masyarakat setelah tayangan bincang-bincang bertajuk "Mata Najwa" pada Rabu (28/11) yang disiarkan secara langsung di salah satu stasiun televisi swasta membuka dugaan skandal pertandingan di Liga 2 Indonesia. 

Para narasumber yang hadir dalam acara itu juga menyebutkan nama-nama orang yang diduga menjadi pengatur skor, di mana salah satunya adalah anggota komite eksekutif PSSI Hidayat. PSSI menyatakan terus menyelidiki kasus ini, sementara Hidayat telah menyatakan diri mundur dari keanggotaannya di Exco PSSI. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Konsultasi | 14 Desember 2018 - 16:07 WIB

Strategi bisnis DAMN I Love Indonesia yang patut ditiru

Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Elshinta.com - Pelatih klub sepak bola Bhayangkara FC, Simon McMenemy mengatakan, persepakbolaan Indonesia terkadang menampilkan kondisi-kondisi yang irasional atau tidak masuk akal.

Hal ini disampaikan Simon terkait adanya dugaan pengaturan skor yang terjadi di Liga Indonesia.

"Banyak hal yang menurut saya tidak masuk akal. Bahkan dengan semua pengetahuan sepak bola yang ada, beberapa keputusan di atas lapangan tetap harus dipertanyakan," ujar Simon di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta, Senin (3/12). 

Situasi tersebut, lanjut dia, mencuatkan beragam spekulasi yang ujungnya dapat merugikan tim.

"Pekerjaan pelatih menjadi lebih susah," tutur juru taktik asal Skotlandia yang sudah melatih di Indonesia sejak tahun 2011 itu.

Sementara, pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts yang bekerja di Indonesia mulai tahun 2009, tidak menampik adanya praktik pengaturan skor di persepakbolaan nasional. Pria asal Belanda itu bahkan mengklaim dirinya memiliki bukti adanya tindakan tersebut.

"Namun saya tidak akan menyerahkannya kepada anda (kepada pewarta). Anda harus menginvestigasinya sendiri. Saya sudah mengalami pengaturan skor ini di Malaysia dan Singapura, tetapi kasus di Indonesia berbeda dengan beberapa orang yang terlibat," tutur Robert.

Mengutip Antara, kasus pengaturan skor di liga Indonesia ramai dibicarakan masyarakat setelah tayangan bincang-bincang bertajuk "Mata Najwa" pada Rabu (28/11) yang disiarkan secara langsung di salah satu stasiun televisi swasta membuka dugaan skandal pertandingan di Liga 2 Indonesia. 

Para narasumber yang hadir dalam acara itu juga menyebutkan nama-nama orang yang diduga menjadi pengatur skor, di mana salah satunya adalah anggota komite eksekutif PSSI Hidayat. PSSI menyatakan terus menyelidiki kasus ini, sementara Hidayat telah menyatakan diri mundur dari keanggotaannya di Exco PSSI. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com