Senin, 17 Desember 2018 | 22:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Afghanistan berdarah setelah kerusuhan melonjak pada November

Selasa, 04 Desember 2018 - 07:46 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Anggota pasukan keamanan Afganistan tiba saat seorang pria terluka duduk di jalan di lokasi sebuah ledakan di Kabul, Afganistan, Minggu (22/7). Sumber foto: https://bit.ly/2qo0Hqy
Anggota pasukan keamanan Afganistan tiba saat seorang pria terluka duduk di jalan di lokasi sebuah ledakan di Kabul, Afganistan, Minggu (22/7). Sumber foto: https://bit.ly/2qo0Hqy

Elshinta.com - Lebih dari 300 personel keamanan dan warga sipil Afghanistan serta sedikitnya seribu gerilyawan bersenjata tewas pada November, yang menjadi tanda peningkatan kerusuhan di negara yang diporak-porandakan perang tersebut.

Jumlah yang dikumpulkan oleh Kantor Berita Anadolu menunjukkan telah ada lonjakan bukti pembunuhan di tengah desakan baru oleh AS bagi pembicaraan perdamaian dengan Taliban dalam perang hampir dua-dasawarsa tersebut.

Dalam cuma tiga peristiwa besar pada November, sudah lebih dari 100 nyawa melayang di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, Provinsi Ghazni dan Helmand. Peristiwa yang paling mematikan ialah satu pengeboman bunuh diri dalam suatu upacara keagamaan di jantung Kota Kabul, sehingga menewaskan 50 orang pada 20 November.

Najib Danish, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu yang dikutip Antara, Senin serangan bunuh diri itu ditujukan kepada gedung masyarakat sipil tempat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan.

Kejadian itu diikuti oleh serangan Taliban terhadap desa yang kebanyakan dihuni oleh pemeluk Syiah dari Suku Hazara di Kabupaten Jaghori dan Malistan di Ghazni pada pekan terakhir November sehingga menewaskan sedikitnya 35 warga sipil. Ribuan orang lagi dipaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang relatif lebih aman di negeri tersebut.

Dalam peristiwa ketiga, 23 warga sipil  tewas dalam serangan udara pimpinan AS di Provinsi Helmand, yang bergolak, pada penghujung November. Sebanyak 649 korban jiwa di pihak sipil telah dicatat pada tahun ini, dari Januari sampai September, kata Misi PBB di Afghanistan (UNAMA).

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Lebih dari 300 personel keamanan dan warga sipil Afghanistan serta sedikitnya seribu gerilyawan bersenjata tewas pada November, yang menjadi tanda peningkatan kerusuhan di negara yang diporak-porandakan perang tersebut.

Jumlah yang dikumpulkan oleh Kantor Berita Anadolu menunjukkan telah ada lonjakan bukti pembunuhan di tengah desakan baru oleh AS bagi pembicaraan perdamaian dengan Taliban dalam perang hampir dua-dasawarsa tersebut.

Dalam cuma tiga peristiwa besar pada November, sudah lebih dari 100 nyawa melayang di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, Provinsi Ghazni dan Helmand. Peristiwa yang paling mematikan ialah satu pengeboman bunuh diri dalam suatu upacara keagamaan di jantung Kota Kabul, sehingga menewaskan 50 orang pada 20 November.

Najib Danish, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu yang dikutip Antara, Senin serangan bunuh diri itu ditujukan kepada gedung masyarakat sipil tempat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan.

Kejadian itu diikuti oleh serangan Taliban terhadap desa yang kebanyakan dihuni oleh pemeluk Syiah dari Suku Hazara di Kabupaten Jaghori dan Malistan di Ghazni pada pekan terakhir November sehingga menewaskan sedikitnya 35 warga sipil. Ribuan orang lagi dipaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang relatif lebih aman di negeri tersebut.

Dalam peristiwa ketiga, 23 warga sipil  tewas dalam serangan udara pimpinan AS di Provinsi Helmand, yang bergolak, pada penghujung November. Sebanyak 649 korban jiwa di pihak sipil telah dicatat pada tahun ini, dari Januari sampai September, kata Misi PBB di Afghanistan (UNAMA).

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com