Jumat, 14 Desember 2018 | 16:01 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Presiden Jokowi imbau masyarakat dewasa melihat informasi di medsos

Selasa, 04 Desember 2018 - 07:55 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Presiden Jokowi menunjukkan sertifikat saat penyerahan 5000 sertifikat tanah untuk warga Provinsi DKI Jakarta, di Taman Cakung, Jakarta, Senin (3/12) sore. Sumber foto: https://bit.ly/2FZiI9f
Presiden Jokowi menunjukkan sertifikat saat penyerahan 5000 sertifikat tanah untuk warga Provinsi DKI Jakarta, di Taman Cakung, Jakarta, Senin (3/12) sore. Sumber foto: https://bit.ly/2FZiI9f

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat dewasa dalam melihat informasi, melihat fitnah-fitnah yang lalu-lalang di media sosial (medsos). Ia mengharapkan informasi-informasi itu harus benar-benar disaring mana yang benar dan mana yang tidak benar.

Presiden menunjuk pengalaman dirinya yang difitnah dia berdiri di samping tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) D.N. Aidit yang sedang berpidato. Padahal, jelas Presiden Jokowi, itu terjadi pada tahun 1955 sementara dirinya lahir tahun 1961.

“Saya lihat-lihat ya gambarnya mirip-mirip saya, betul saya belum lahir toh ya gambarnya mirip saya. Coba kayak gini adalah urusan politik,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan 5.000 sertifikat tanah untuk warga Provinsi DKI Jakarta, di Taman Cakung, Pulogebang, Cakung, Jakarta, Senin (3/12). 

Presiden mengaku perlu mengemukakan hal itu, karena berdasarkan survei ternyata ada lebih dari 9 juta yang percaya dengan gambar itu. Artinya, kata Presiden, itu sudah kemakan hoax, kemakan fitnah. 

Baca juga: Presiden Jokowi bertemu anak penyandang disabilitas, Abdul

Menurut Presiden, dirinya perlu menyampaikan hal itu karena kalau tidak akan keliru. “Ya segitu saja kalau saya terus-terusan kelihatannya saya nanti marah. Padahal tidak, saya sudah sabar 4 tahun,” tegas Presiden, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa negara Indonesia adalah negara besar. Negara ini sudah berpenduduk 263 juta. Isinya berbeda-beda, suku yang berbeda-beda, agama yang berbeda-beda, adat yang berbeda-beda, tradisi yang berbeda-beda, dan bahasa daerah yang berbeda-beda.

Untuk itu, Presiden menitipkan pesan untuk menjaga persaudaraan, kesatuan, dan kerukunan. “Inilah kekuatan negara kita Indonesia, aset terbesar bangsa ini adalah persatuan dan persaudaraan. Inilah aset terbesar kita,” ucap Presiden Jokowi. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat dewasa dalam melihat informasi, melihat fitnah-fitnah yang lalu-lalang di media sosial (medsos). Ia mengharapkan informasi-informasi itu harus benar-benar disaring mana yang benar dan mana yang tidak benar.

Presiden menunjuk pengalaman dirinya yang difitnah dia berdiri di samping tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) D.N. Aidit yang sedang berpidato. Padahal, jelas Presiden Jokowi, itu terjadi pada tahun 1955 sementara dirinya lahir tahun 1961.

“Saya lihat-lihat ya gambarnya mirip-mirip saya, betul saya belum lahir toh ya gambarnya mirip saya. Coba kayak gini adalah urusan politik,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan 5.000 sertifikat tanah untuk warga Provinsi DKI Jakarta, di Taman Cakung, Pulogebang, Cakung, Jakarta, Senin (3/12). 

Presiden mengaku perlu mengemukakan hal itu, karena berdasarkan survei ternyata ada lebih dari 9 juta yang percaya dengan gambar itu. Artinya, kata Presiden, itu sudah kemakan hoax, kemakan fitnah. 

Baca juga: Presiden Jokowi bertemu anak penyandang disabilitas, Abdul

Menurut Presiden, dirinya perlu menyampaikan hal itu karena kalau tidak akan keliru. “Ya segitu saja kalau saya terus-terusan kelihatannya saya nanti marah. Padahal tidak, saya sudah sabar 4 tahun,” tegas Presiden, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa negara Indonesia adalah negara besar. Negara ini sudah berpenduduk 263 juta. Isinya berbeda-beda, suku yang berbeda-beda, agama yang berbeda-beda, adat yang berbeda-beda, tradisi yang berbeda-beda, dan bahasa daerah yang berbeda-beda.

Untuk itu, Presiden menitipkan pesan untuk menjaga persaudaraan, kesatuan, dan kerukunan. “Inilah kekuatan negara kita Indonesia, aset terbesar bangsa ini adalah persatuan dan persaudaraan. Inilah aset terbesar kita,” ucap Presiden Jokowi. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Jumat, 14 Desember 2018 - 14:58 WIB

KPK periksa dua hakim PN Jaksel

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com