Jumat, 14 Desember 2018 | 16:05 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

MUI prihatin munculnya saling hujat jelang Pilpres

Selasa, 04 Desember 2018 - 08:38 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2rhPvMz
Sumber foto: https://bit.ly/2rhPvMz

Elshinta.com - Ketua I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, KH Baidjuri mengaku prihatin dengan munculnya sikap saling hujat, saling ejek antar warga masyarakat menjelang pesta demokrasi pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019.

Selain itu, ada juga masyarakat yang sibuk menebar ujaran kebencian dan menyebar berita hoaks (bohong). "Mereka menyebarkan sikap buruk tersebut melalui media sosial, seperti facebook, twitter, isrtagram dan youtube. Kondisi demikian, tentu sangat berpotensi menimbulkan perpecahan dan permusuhan," kata Baidjuri.

Oleh karena itu, MUI Kabupaten Lebak meminta elit politik hingga pendukung calon pasangan presiden dan wakil presiden nomor urut 01 dan 02, tetap lebih mengedepankan persatuan dan kesatuan. "Kami berharap pilpres tetap berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa untuk mewujudkan kesjehteraan rakyat," katanya.

Baca juga: Prajurit TNI dibekali buku panduan netral Pileg dan Pilpres 2019

Menurut dia, menjelang Pilpres sudah biasa terjadi gesekan-gesekan antarpendukung calon presiden. Namun, gesekan-gesekan yang terjadi saat ini tentu berbeda dengan Pilpres sebelumnya. Saat ini, gesekan-gesekan menjelang Pilpres diduga ditunggangi oleh kelompok kecil dari pendatang baru.

Masyarakat diminta menjaga kedamaian, kerukunan, persatuan dan kesatuan. "Kita berharap pilpres berjalan dengan damai, aman, tertib dan tidak menimbulkan konflik dan perpecahan," ujarnya menjelaskan.

Baidjuri mengatakan, siapapun pasangan yang menang dalam pemilihan presiden, itu merupakan takdir yang datangnya dari Allah SWT, sebab takdir itu tidak bisa diubah oleh manusia dan umat Islam harus menerimanya.

Pelaksanaan pemilihan capres-cawapres yang dilaksanakan 9 April 2019 itu diharapkan berlangsung damai juga lancar, tertib dan kondusif. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Ketua I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, KH Baidjuri mengaku prihatin dengan munculnya sikap saling hujat, saling ejek antar warga masyarakat menjelang pesta demokrasi pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019.

Selain itu, ada juga masyarakat yang sibuk menebar ujaran kebencian dan menyebar berita hoaks (bohong). "Mereka menyebarkan sikap buruk tersebut melalui media sosial, seperti facebook, twitter, isrtagram dan youtube. Kondisi demikian, tentu sangat berpotensi menimbulkan perpecahan dan permusuhan," kata Baidjuri.

Oleh karena itu, MUI Kabupaten Lebak meminta elit politik hingga pendukung calon pasangan presiden dan wakil presiden nomor urut 01 dan 02, tetap lebih mengedepankan persatuan dan kesatuan. "Kami berharap pilpres tetap berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa untuk mewujudkan kesjehteraan rakyat," katanya.

Baca juga: Prajurit TNI dibekali buku panduan netral Pileg dan Pilpres 2019

Menurut dia, menjelang Pilpres sudah biasa terjadi gesekan-gesekan antarpendukung calon presiden. Namun, gesekan-gesekan yang terjadi saat ini tentu berbeda dengan Pilpres sebelumnya. Saat ini, gesekan-gesekan menjelang Pilpres diduga ditunggangi oleh kelompok kecil dari pendatang baru.

Masyarakat diminta menjaga kedamaian, kerukunan, persatuan dan kesatuan. "Kita berharap pilpres berjalan dengan damai, aman, tertib dan tidak menimbulkan konflik dan perpecahan," ujarnya menjelaskan.

Baidjuri mengatakan, siapapun pasangan yang menang dalam pemilihan presiden, itu merupakan takdir yang datangnya dari Allah SWT, sebab takdir itu tidak bisa diubah oleh manusia dan umat Islam harus menerimanya.

Pelaksanaan pemilihan capres-cawapres yang dilaksanakan 9 April 2019 itu diharapkan berlangsung damai juga lancar, tertib dan kondusif. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:00 WIB

Pemilih gangguan jiwa di Gorontalo capai 525 orang

Rabu, 12 Desember 2018 - 08:30 WIB

Sumbar peringkat ketiga nasional rawan Pemilu

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soeharto dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com