Jumat, 14 Desember 2018 | 20:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Pengunjung Made in Indonesia Expo 2018 di Jeddah padati stan Wonderful Indonesia

Selasa, 04 Desember 2018 - 09:16 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Pengunjung kerumuni stan pariwisata yang dimeriahkan dengan aktraksi rampak kendang di Made in Indonesia Expo 2018 Jeddah. Foto: KJRI Jeddah
Pengunjung kerumuni stan pariwisata yang dimeriahkan dengan aktraksi rampak kendang di Made in Indonesia Expo 2018 Jeddah. Foto: KJRI Jeddah

Elshinta.com - Pengunjung Made in Indonesia Expo 2018 memadati stand pariwisata yang terletak di pintu masuk area pameran. Dengan tampilan stan yang cukup memikat, kolaborasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, maskapai penerbangan Garuda Indonesia, dan jaringan perhotelan Accor Group yang menawarkan paket-paket menarik, terbukti berhasil menarik minat pengunjung untuk mendapatkan informasi seputar destinasi-destinasi menarik di Indonesia.

Melalui siaran pers KJRI Jeddah yang diterima Redaksi elshinta.com, Senin (3/12) malam, Kepala Bidang Pemasaran Area III (Arab Saudi) pada Kementerian Pariwisata, Sulaeman menyatakan, Wonderful Indonesia hadir di pameran tunggal ini dengan menawarkan destinasi-destinasi yang tahun ini mulai bisa dijangkau dengan penerbangan Saudia Airline .

"Kami manfaatkan semaksimal mungkin penambahan rute baru maskapai Saudi agar bisa mendongkrak kunjungan wisatawan Saudi Arabia melalui Jeddah - Medan, dan Jeddah-Surabaya," ujar Sulaeman.

Baca juga: Dinas Pariwisata Kalsel gelar Festival Batu Permata menuju go internasional

Sulaeman menambahkan, stand Wonderful Indonesia membuka layanan informasi destinasi pariwisata seperti danau Toba and beyond, Rancabali - Bandung, Coban Rondo - Malang, dan Uluwatu - Bali.

"Kami menawarkan paket wisata, tiket pesawat dari Garuda Indonesia dan layanan minum kopi serta makanan ringan, dimeriahkan dengan selingan atraksi rampak kendang yang kami datangkan dari Bandung," imbuhnya. 

Peserta pameran dari Accor Hotels menilai, para pengunjung sangat antusias untuk hadir dalam pameran. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran jumlah pengunjung yang hampir mencapai 4 ribu orang di malam ketiga pameran. Mereka tertarik pada tawaran paket-paket destinasi wisata terutama daerah Jakarta, Puncak, Bandung, dan Bali.

"Ada juga yang bertanya tentang destinasi baru seperti Malang dan Brastagi. Sampe habis suara saya Pak, jawab pertanyaan mereka," ujar Dion Darmawan, Key Account Director dari Accor Hotels yang ditemui di sela-sela pameran.

Untuk mendukung pelayanan informasi bagi pengunjung, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menerjunkan sejumlah staf di stan-stan sebagai tenaga penerjemah bagi pengunjung yang umumnya berbahasa Arab.

Melihat antusiasme warga setempat untuk mengunjungi pameran tunggal "Made in Indonesia Expo 2018" yang pertama digelar di Jeddah ini, Mohamad Hery Saripudin, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, akan mengupayakan acara serupa dapat digelar pada tahun-tahun mendatang dengan konsep yang lebih tertata sehingga lebih tepat sasaran.

"Ini masih dalam tahap testing the water. Akan kami dorong kegiatan serupa digelar dengan kombinasi pavilion yang terdiri dari perdagangan, investasi, pariwisata, dan business matching dengan para stakeholders," ujar Konjen saat melakukan evaluasi terhadap jalannya pameran.

Konjen Hery, lebih lanjut menjelaskan, bahwa KJRI Jeddah dalam sepekan memfasilitasi sejumlah agenda kegiatan promosi Indonesia, antara lain employment meeting, Malam Primaduta Award (penyerahan tropi dari Presiden RI kepada tiga pengusaha Arab Saudi sebagai penghargaan  atas kesetiaan mereka mempertahankan nilai transaksi impor produk Indonesia yang tinggi), fashion show bertema "Inspiring Indonesia" dengan menghadirkan perancang busana muslimah kondang, Dian Pelangi, dan pameran tunggal pelukis Dirot Kadirah yang diagendakan berlangsung 5 Desember mendatang. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Pengunjung Made in Indonesia Expo 2018 memadati stand pariwisata yang terletak di pintu masuk area pameran. Dengan tampilan stan yang cukup memikat, kolaborasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, maskapai penerbangan Garuda Indonesia, dan jaringan perhotelan Accor Group yang menawarkan paket-paket menarik, terbukti berhasil menarik minat pengunjung untuk mendapatkan informasi seputar destinasi-destinasi menarik di Indonesia.

Melalui siaran pers KJRI Jeddah yang diterima Redaksi elshinta.com, Senin (3/12) malam, Kepala Bidang Pemasaran Area III (Arab Saudi) pada Kementerian Pariwisata, Sulaeman menyatakan, Wonderful Indonesia hadir di pameran tunggal ini dengan menawarkan destinasi-destinasi yang tahun ini mulai bisa dijangkau dengan penerbangan Saudia Airline .

"Kami manfaatkan semaksimal mungkin penambahan rute baru maskapai Saudi agar bisa mendongkrak kunjungan wisatawan Saudi Arabia melalui Jeddah - Medan, dan Jeddah-Surabaya," ujar Sulaeman.

Baca juga: Dinas Pariwisata Kalsel gelar Festival Batu Permata menuju go internasional

Sulaeman menambahkan, stand Wonderful Indonesia membuka layanan informasi destinasi pariwisata seperti danau Toba and beyond, Rancabali - Bandung, Coban Rondo - Malang, dan Uluwatu - Bali.

"Kami menawarkan paket wisata, tiket pesawat dari Garuda Indonesia dan layanan minum kopi serta makanan ringan, dimeriahkan dengan selingan atraksi rampak kendang yang kami datangkan dari Bandung," imbuhnya. 

Peserta pameran dari Accor Hotels menilai, para pengunjung sangat antusias untuk hadir dalam pameran. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran jumlah pengunjung yang hampir mencapai 4 ribu orang di malam ketiga pameran. Mereka tertarik pada tawaran paket-paket destinasi wisata terutama daerah Jakarta, Puncak, Bandung, dan Bali.

"Ada juga yang bertanya tentang destinasi baru seperti Malang dan Brastagi. Sampe habis suara saya Pak, jawab pertanyaan mereka," ujar Dion Darmawan, Key Account Director dari Accor Hotels yang ditemui di sela-sela pameran.

Untuk mendukung pelayanan informasi bagi pengunjung, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menerjunkan sejumlah staf di stan-stan sebagai tenaga penerjemah bagi pengunjung yang umumnya berbahasa Arab.

Melihat antusiasme warga setempat untuk mengunjungi pameran tunggal "Made in Indonesia Expo 2018" yang pertama digelar di Jeddah ini, Mohamad Hery Saripudin, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, akan mengupayakan acara serupa dapat digelar pada tahun-tahun mendatang dengan konsep yang lebih tertata sehingga lebih tepat sasaran.

"Ini masih dalam tahap testing the water. Akan kami dorong kegiatan serupa digelar dengan kombinasi pavilion yang terdiri dari perdagangan, investasi, pariwisata, dan business matching dengan para stakeholders," ujar Konjen saat melakukan evaluasi terhadap jalannya pameran.

Konjen Hery, lebih lanjut menjelaskan, bahwa KJRI Jeddah dalam sepekan memfasilitasi sejumlah agenda kegiatan promosi Indonesia, antara lain employment meeting, Malam Primaduta Award (penyerahan tropi dari Presiden RI kepada tiga pengusaha Arab Saudi sebagai penghargaan  atas kesetiaan mereka mempertahankan nilai transaksi impor produk Indonesia yang tinggi), fashion show bertema "Inspiring Indonesia" dengan menghadirkan perancang busana muslimah kondang, Dian Pelangi, dan pameran tunggal pelukis Dirot Kadirah yang diagendakan berlangsung 5 Desember mendatang. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com