Senin, 17 Desember 2018 | 22:51 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Asia Pasific

Puluhan orang berdemonstrasi di Gaza untuk menentang perpecahan internal Palestina

Selasa, 04 Desember 2018 - 10:37 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Bendera Palestina. Sumber foto: https://bit.ly/2UceVIU
Bendera Palestina. Sumber foto: https://bit.ly/2UceVIU

Elshinta.com - Puluhan orang Palestina pada Senin (3/12) berdemonstrasi di Kota Gaza guna menentang perpecahan internal antara HAMAS dan Faksi Fatah, pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Demonstran Palestina tersebut juga memprotes 12 tahun blokade Israel yang telah diberlakukan atas Jalur Gaza sejak awal perpecahan internal terjadi pada pertengahan 2007. Uni Komite Pertanian, kelompok sayap-kiri non-pemerintah, menyelenggarakan unjuk-rasa itu. Pemrotes berpawai di jalan-jalan Kota Gaza, mengibarkan bendera Palestina dan menyerukan diakhirinya perpecahan serta blokade.

Puluhan pemrotes berkumpul di bundara Tentara Tak Dikenal di pusat Kota Gaza, di luar gedung Parlemen yang dikuasai Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) yang lebih dikendal dengan nama Dewan Legisltif.

Sa`duldin Zeyada, Koordinator Komite tersebut, mengatakan kepada wartawan dalam unjuk-rasa bahwa demonstran "menyeru masyarakat internasional agar menghentikan kebungkamannya dan mengumumkan Isrel sebagai negara yang melakukan kejahatan terhadap Jalur Gaza".

Sebagaimana dilaporkan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi, ia menambahkan, "Blokade Israel dan perpecahan internal telah menebar tragedi kemanusiaan buat dua juta orang di Jalur Gaza." Blokade Israel dan perpecahan intrnal Palestina, yang mengucilkan Jalur Gaza dari seluruh wilayah Palestina, telah mengakibatkan tingginya angka kemiskinan dan pengangguran.

Ali El-Hayek, Ketua Perhimpunan Pengusaha Jalur Gaza yang juga bergabung dalam protes tersebut, mengatakan kepada wartawan bahwa selama 12 tahun belakangan ini, Jalur Gaza telah melalui krisis kemanusiaan dan ekonomi nyata. "Lebih dari 90 persen pedagang dan pengusaha sudah tak mampu menanam modal di Jalur Gaza atau melaksanakan kegiatan ekonomi," kata El-Hayek.

Pada hari yang sama, militer Israel melukai empat pemrotes Palestina di dekat perbatasan Jalur Gaza-Israel, kata Kementerian Kesehatan Palestina. Di dalam satu pernyataan, Kementerian Kesehatan tersebut mengatakan empat pengunjuk-rasa diterjang peluru aktif yang ditembakkan oleh tentara Israel.

Selama empat bulan belakangan ini, rakyat Palestina di Jalur Gaza telah melancarkan demonstrasi rutin di sepanjang zona penyangga Jalur Gaza-Israel guna menuntut hak untuk pulang ke rumah mereka di Palestina, yang bersejarah, tempat nenek moyang mereka diusir pada 1948.

Sejak unjuk-rasa dimulai pada 30 Maret, lebih dari 210 orang Palestina telah menemui ajal dan ribuan lagi cedera oleh tentara Israel yang ditempatkan di sepanjang wilayah Israel di zona penyangga, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Puluhan orang Palestina pada Senin (3/12) berdemonstrasi di Kota Gaza guna menentang perpecahan internal antara HAMAS dan Faksi Fatah, pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Demonstran Palestina tersebut juga memprotes 12 tahun blokade Israel yang telah diberlakukan atas Jalur Gaza sejak awal perpecahan internal terjadi pada pertengahan 2007. Uni Komite Pertanian, kelompok sayap-kiri non-pemerintah, menyelenggarakan unjuk-rasa itu. Pemrotes berpawai di jalan-jalan Kota Gaza, mengibarkan bendera Palestina dan menyerukan diakhirinya perpecahan serta blokade.

Puluhan pemrotes berkumpul di bundara Tentara Tak Dikenal di pusat Kota Gaza, di luar gedung Parlemen yang dikuasai Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) yang lebih dikendal dengan nama Dewan Legisltif.

Sa`duldin Zeyada, Koordinator Komite tersebut, mengatakan kepada wartawan dalam unjuk-rasa bahwa demonstran "menyeru masyarakat internasional agar menghentikan kebungkamannya dan mengumumkan Isrel sebagai negara yang melakukan kejahatan terhadap Jalur Gaza".

Sebagaimana dilaporkan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi, ia menambahkan, "Blokade Israel dan perpecahan internal telah menebar tragedi kemanusiaan buat dua juta orang di Jalur Gaza." Blokade Israel dan perpecahan intrnal Palestina, yang mengucilkan Jalur Gaza dari seluruh wilayah Palestina, telah mengakibatkan tingginya angka kemiskinan dan pengangguran.

Ali El-Hayek, Ketua Perhimpunan Pengusaha Jalur Gaza yang juga bergabung dalam protes tersebut, mengatakan kepada wartawan bahwa selama 12 tahun belakangan ini, Jalur Gaza telah melalui krisis kemanusiaan dan ekonomi nyata. "Lebih dari 90 persen pedagang dan pengusaha sudah tak mampu menanam modal di Jalur Gaza atau melaksanakan kegiatan ekonomi," kata El-Hayek.

Pada hari yang sama, militer Israel melukai empat pemrotes Palestina di dekat perbatasan Jalur Gaza-Israel, kata Kementerian Kesehatan Palestina. Di dalam satu pernyataan, Kementerian Kesehatan tersebut mengatakan empat pengunjuk-rasa diterjang peluru aktif yang ditembakkan oleh tentara Israel.

Selama empat bulan belakangan ini, rakyat Palestina di Jalur Gaza telah melancarkan demonstrasi rutin di sepanjang zona penyangga Jalur Gaza-Israel guna menuntut hak untuk pulang ke rumah mereka di Palestina, yang bersejarah, tempat nenek moyang mereka diusir pada 1948.

Sejak unjuk-rasa dimulai pada 30 Maret, lebih dari 210 orang Palestina telah menemui ajal dan ribuan lagi cedera oleh tentara Israel yang ditempatkan di sepanjang wilayah Israel di zona penyangga, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com