DPR: Modernisasi alutsista Polairud tekan kejahatan perairan
Elshinta
Selasa, 04 Desember 2018 - 11:08 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
DPR: Modernisasi alutsista Polairud tekan kejahatan perairan
Personel Polairud beraktivitas di atas kapal KP Wibisana saat peresmian armada baru Polairud dalam peringatan HUT ke-68 Polairud di Makopolair Baharkam Mabes Polri, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (3/12). Sumber foto: https://bit.ly/2FVnZPb

Elshinta.com - Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mengharapkan agar modernisasi alat utama sistem senjata (Alutsista) di Korps Kepolisian Air dan Udara (Polairud) dapat menjaga keamanan dan menekan kejahatan di wilayah perairan Indonesia.

"Modernisasi alutsista Polairud harus mampu menekan kejahatan di wilayah perairan Indonesia di masa mendatang. Oleh karenanya, saya mendukung modernisasi alutsista Polairud dalam menjaga wilayah perairan dan udara Indonesia," kata Sahroni, di Jakarta, Selasa (4/12).

Politisi Partai NasDem ini mengingatkan para pelaku kejahatan di perairan, tak hanya mengembangkan modus dengan melibatkan nelayan tradisional sebagai penyamaran, namun juga alat yang lebih canggih, seperti telekomunikasi.

Banyaknya jalur tikus di sepanjang pantai Indonesia, lanjut dia, juga menjadi kendala tersendiri dalam hal pengawasan. Namun dengan modernisasi alutsista, termasuk penambahan armada diharapkannya dapat memaksimalkan pengawasan kejahatan di perairan Indonesia. "Para pelaku kejahatan selain terus mempercanggih modusnya juga mengembangkan alat yang digunakan, salah satunya tentu telekomunikasi. Mereka juga memanfaatkan banyaknya celah berupa dermaga kecil atau biasa disebut jalur tikus yang tersebar di Indonesia," jelasnya.

Sahroni yang kembali maju menjadi Caleg DPR dari Dapil Jakarta III ini pun berharap dengan penambahan armada berupa 23 kapal dan pesawat serta helikopter Polairud membuat pengawasan di perairan semakin maksimal, sehingga penyelundupan baik ke dalam ataupun keluar negara Indonesia dapat terus ditekan.

Sahroni juga kembali menekankan pentingnya sinergitas antara pemangku kepentingan di perairan, diantaranya dengan Bakamla, TNI AL, dan Bea Cukai. Selain penyelundupan berbagai sumber daya alam Indonesia ke luar negeri, kejahatan lain yang juga perlu mendapat perhatian serius adalah penyelundupan narkoba, senjata hingga pengiriman TKI ilegal.

"Di samping illegal fishing, illegal logging, penyelundupan berbagai hasil laut, bahan bakar ilegal dan TKI ilegal, Polairud harus mewaspadai dan memaksimalkan pengawasan narkoba ataupun senjata ke Indonesia. Pesan Kapolri mengenai pemberdayaan nelayan untuk membantu pengawasan harus benar-benar dijalankan dengan baik," tegas Sahroni, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Berantas pungli, Kudus terapkan e-KIR bayar uji kendaraan bermotor
Jumat, 19 Juli 2019 - 23:10 WIB
Elshinta.com - Inovasi terus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pemanfaata...
PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi diharap beri kemudahan bagi lembaga sosial terkait air bersih
Jumat, 19 Juli 2019 - 21:13 WIB
Elshinta.com - DPRD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meminta agar PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi untu...
Tim Destana Tsunami 2019 perkaya literasi bencana lewat pesan religi
Jumat, 19 Juli 2019 - 20:52 WIB
Elshinta.com - Kabut tipis menggantung saat Tim Relawan Destana Tsunami 2019 Badan Nasional Pen...
Innalillahi, dua JCH meninggal dunia sebelum berhaji ke Tanah Suci
Jumat, 19 Juli 2019 - 20:48 WIB
Elshinta.com -  Dua Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam kloter 14 Embarkasi Padan...
Lepas jemaah calhaj, ini pesan khusus Bupati Pekalongan
Jumat, 19 Juli 2019 - 19:52 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 774 jemaah calon haji Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, diberangkatkan...
Menteri Susi lepas 394 petikemas berisi ikan untuk ekspor
Jumat, 19 Juli 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Jumat (19/7) hari ini, Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikana...
Jabar tiga besar laporkan pelanggaran hakim
Jumat, 19 Juli 2019 - 19:15 WIB
Elshinta.com - Jawa Barat (Jabar) masuk tiga besar provinsi yang banyak melaporkan dugaan pelan...
Kabar duka, sastrawan dan wartawan senior Arswendo Atmowiloto meninggal dunia
Jumat, 19 Juli 2019 - 19:01 WIB
Elshinta.com - Satrawan dan wartawan senior Arswendo Atmowiloto meninggal dunia di kediamannya ...
Gagal panen, stok cabai di Blitar menipis
Jumat, 19 Juli 2019 - 18:44 WIB
Elshinta.com - Akibat musim kemarau yang datang lebih awal, sekitar 2.500 hektare lahan ca...
Bupati Langkat lepas JCH menuju `Ahmed`
Jumat, 19 Juli 2019 - 17:43 WIB
Elshinta.com - Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin melepas pemberangkatan 9...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once