Jumat, 14 Desember 2018 | 20:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

DPR: Modernisasi alutsista Polairud tekan kejahatan perairan

Selasa, 04 Desember 2018 - 11:08 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Personel Polairud beraktivitas di atas kapal KP Wibisana saat peresmian armada baru Polairud dalam peringatan HUT ke-68 Polairud di Makopolair Baharkam Mabes Polri, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (3/12). Sumber foto: https://bit.ly/2FVnZPb
Personel Polairud beraktivitas di atas kapal KP Wibisana saat peresmian armada baru Polairud dalam peringatan HUT ke-68 Polairud di Makopolair Baharkam Mabes Polri, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (3/12). Sumber foto: https://bit.ly/2FVnZPb

Elshinta.com - Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mengharapkan agar modernisasi alat utama sistem senjata (Alutsista) di Korps Kepolisian Air dan Udara (Polairud) dapat menjaga keamanan dan menekan kejahatan di wilayah perairan Indonesia.

"Modernisasi alutsista Polairud harus mampu menekan kejahatan di wilayah perairan Indonesia di masa mendatang. Oleh karenanya, saya mendukung modernisasi alutsista Polairud dalam menjaga wilayah perairan dan udara Indonesia," kata Sahroni, di Jakarta, Selasa (4/12).

Politisi Partai NasDem ini mengingatkan para pelaku kejahatan di perairan, tak hanya mengembangkan modus dengan melibatkan nelayan tradisional sebagai penyamaran, namun juga alat yang lebih canggih, seperti telekomunikasi.

Banyaknya jalur tikus di sepanjang pantai Indonesia, lanjut dia, juga menjadi kendala tersendiri dalam hal pengawasan. Namun dengan modernisasi alutsista, termasuk penambahan armada diharapkannya dapat memaksimalkan pengawasan kejahatan di perairan Indonesia. "Para pelaku kejahatan selain terus mempercanggih modusnya juga mengembangkan alat yang digunakan, salah satunya tentu telekomunikasi. Mereka juga memanfaatkan banyaknya celah berupa dermaga kecil atau biasa disebut jalur tikus yang tersebar di Indonesia," jelasnya.

Sahroni yang kembali maju menjadi Caleg DPR dari Dapil Jakarta III ini pun berharap dengan penambahan armada berupa 23 kapal dan pesawat serta helikopter Polairud membuat pengawasan di perairan semakin maksimal, sehingga penyelundupan baik ke dalam ataupun keluar negara Indonesia dapat terus ditekan.

Sahroni juga kembali menekankan pentingnya sinergitas antara pemangku kepentingan di perairan, diantaranya dengan Bakamla, TNI AL, dan Bea Cukai. Selain penyelundupan berbagai sumber daya alam Indonesia ke luar negeri, kejahatan lain yang juga perlu mendapat perhatian serius adalah penyelundupan narkoba, senjata hingga pengiriman TKI ilegal.

"Di samping illegal fishing, illegal logging, penyelundupan berbagai hasil laut, bahan bakar ilegal dan TKI ilegal, Polairud harus mewaspadai dan memaksimalkan pengawasan narkoba ataupun senjata ke Indonesia. Pesan Kapolri mengenai pemberdayaan nelayan untuk membantu pengawasan harus benar-benar dijalankan dengan baik," tegas Sahroni, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mengharapkan agar modernisasi alat utama sistem senjata (Alutsista) di Korps Kepolisian Air dan Udara (Polairud) dapat menjaga keamanan dan menekan kejahatan di wilayah perairan Indonesia.

"Modernisasi alutsista Polairud harus mampu menekan kejahatan di wilayah perairan Indonesia di masa mendatang. Oleh karenanya, saya mendukung modernisasi alutsista Polairud dalam menjaga wilayah perairan dan udara Indonesia," kata Sahroni, di Jakarta, Selasa (4/12).

Politisi Partai NasDem ini mengingatkan para pelaku kejahatan di perairan, tak hanya mengembangkan modus dengan melibatkan nelayan tradisional sebagai penyamaran, namun juga alat yang lebih canggih, seperti telekomunikasi.

Banyaknya jalur tikus di sepanjang pantai Indonesia, lanjut dia, juga menjadi kendala tersendiri dalam hal pengawasan. Namun dengan modernisasi alutsista, termasuk penambahan armada diharapkannya dapat memaksimalkan pengawasan kejahatan di perairan Indonesia. "Para pelaku kejahatan selain terus mempercanggih modusnya juga mengembangkan alat yang digunakan, salah satunya tentu telekomunikasi. Mereka juga memanfaatkan banyaknya celah berupa dermaga kecil atau biasa disebut jalur tikus yang tersebar di Indonesia," jelasnya.

Sahroni yang kembali maju menjadi Caleg DPR dari Dapil Jakarta III ini pun berharap dengan penambahan armada berupa 23 kapal dan pesawat serta helikopter Polairud membuat pengawasan di perairan semakin maksimal, sehingga penyelundupan baik ke dalam ataupun keluar negara Indonesia dapat terus ditekan.

Sahroni juga kembali menekankan pentingnya sinergitas antara pemangku kepentingan di perairan, diantaranya dengan Bakamla, TNI AL, dan Bea Cukai. Selain penyelundupan berbagai sumber daya alam Indonesia ke luar negeri, kejahatan lain yang juga perlu mendapat perhatian serius adalah penyelundupan narkoba, senjata hingga pengiriman TKI ilegal.

"Di samping illegal fishing, illegal logging, penyelundupan berbagai hasil laut, bahan bakar ilegal dan TKI ilegal, Polairud harus mewaspadai dan memaksimalkan pengawasan narkoba ataupun senjata ke Indonesia. Pesan Kapolri mengenai pemberdayaan nelayan untuk membantu pengawasan harus benar-benar dijalankan dengan baik," tegas Sahroni, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com