Jumat, 14 Desember 2018 | 20:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Analis: Rupiah berpeluang kuat kembali

Selasa, 04 Desember 2018 - 11:44 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2GamMnp
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2GamMnp

Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar 40 poin ke posisi Rp14.286 dibandingkan sebelumnya Rp14.246 per dolar AS, namun menurut analis masih berpeluang untuk menguat kembali, mengingat pelemahan bersifat teknikal.

"Pelemahan rupiah relatif wajar setelah mengalami apresiasi dalam beberapa hari terakhir ini," kata Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong, di Jakarta, Selasa (4/12).

Menurut dia, pelemahan nilai tukar rupiah itu cenderung bersifat teknikal, dan masih memiliki peluang untuk kembali menguat terhadap dolar AS.

Dolar AS, lanjut dia, masih terbebani pernyataan Federal Reserve (Fed) yang menilai suku bunga telah mendekati normal, situasi itu memicu minat pasar terhadap emerging market masih tinggi. "Kenaikan suku bunga tahun depan diperkirakan tidak akan seagresif tahun ini, sehingga dampaknya rupiah akan masuk ke dalam tren penguatan ke depannya," katanya, dikutip Antara.

Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia, Rully Nova, menambahkan meredanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China juga dapat menjadi faktor bagi rupiah untuk kembali terapresiasi. "Konflik perang dagang diharapkan tidak berkepanjangan sehingga aset emerging market kembali diminati," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar 40 poin ke posisi Rp14.286 dibandingkan sebelumnya Rp14.246 per dolar AS, namun menurut analis masih berpeluang untuk menguat kembali, mengingat pelemahan bersifat teknikal.

"Pelemahan rupiah relatif wajar setelah mengalami apresiasi dalam beberapa hari terakhir ini," kata Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong, di Jakarta, Selasa (4/12).

Menurut dia, pelemahan nilai tukar rupiah itu cenderung bersifat teknikal, dan masih memiliki peluang untuk kembali menguat terhadap dolar AS.

Dolar AS, lanjut dia, masih terbebani pernyataan Federal Reserve (Fed) yang menilai suku bunga telah mendekati normal, situasi itu memicu minat pasar terhadap emerging market masih tinggi. "Kenaikan suku bunga tahun depan diperkirakan tidak akan seagresif tahun ini, sehingga dampaknya rupiah akan masuk ke dalam tren penguatan ke depannya," katanya, dikutip Antara.

Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia, Rully Nova, menambahkan meredanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China juga dapat menjadi faktor bagi rupiah untuk kembali terapresiasi. "Konflik perang dagang diharapkan tidak berkepanjangan sehingga aset emerging market kembali diminati," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com