Jumat, 14 Desember 2018 | 16:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

KPK harap dengan integritas partai politik demokrasi berjalan

Selasa, 04 Desember 2018 - 12:06 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo. Sumber foto: Dody Handoko/Elshinta.com
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo. Sumber foto: Dody Handoko/Elshinta.com

Elshinta.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengatakan dibanding negara-negara lain, skor indeks persepsi korupsi (IPK) atau corruption perception index (CPI) Indonesia tumbuh lebih tinggi dibanding negara lain.

Pada 1998, skor IPK Indonesia 20 atau paling rendah dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya. Skor tersebut perlahan naik, dan dalam dua tahun ini IPK Indonesia mencapai skor 37.

Dikatakannya, skor tersebut belum memuaskan. Terdapat dua sektor yang membuat skor IPK Indonesia stagnan di angka 37, yakni penegakan hukum dan sistem demokrasi yang juga terkait dengan partai politik dan penyelenggaraan pemilihan.

"Hubungannya dengan partai adalah pelaksanaan politik dan demokrasi di Indonesia dinilai belum menggembirakan. Hari ini kami akan dapat komitmen dari partai peserta Pemilu 2019. Mereka akan tegakkan integritas politik di partai masing-masing," katanya  di acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12) seperti dilaporkan Reporter Elshinta.com, Dody Handoko.

Komitmen integritas itu bukan instruksi dari KPK kepada para pimpinan partai. SIPP dibentuk melalui kajian KPK bersama akademisi, LSM, dan, juga pimpinan partai.  Ia berharap dengan integritas partai politik, demokrasi di Indonesia dapat berjalan dengan lebih baik.

"Ini bukan top down atau didikte KPK, tetapi kajian dari para akademisi, dan masukan dari teman-teman partai. Kami sudah bicarakan ini, terakhir 20 November lalu diharapkan perbaikan demokrasi di negara kita bisa terjadi dengan baik," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengatakan dibanding negara-negara lain, skor indeks persepsi korupsi (IPK) atau corruption perception index (CPI) Indonesia tumbuh lebih tinggi dibanding negara lain.

Pada 1998, skor IPK Indonesia 20 atau paling rendah dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya. Skor tersebut perlahan naik, dan dalam dua tahun ini IPK Indonesia mencapai skor 37.

Dikatakannya, skor tersebut belum memuaskan. Terdapat dua sektor yang membuat skor IPK Indonesia stagnan di angka 37, yakni penegakan hukum dan sistem demokrasi yang juga terkait dengan partai politik dan penyelenggaraan pemilihan.

"Hubungannya dengan partai adalah pelaksanaan politik dan demokrasi di Indonesia dinilai belum menggembirakan. Hari ini kami akan dapat komitmen dari partai peserta Pemilu 2019. Mereka akan tegakkan integritas politik di partai masing-masing," katanya  di acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12) seperti dilaporkan Reporter Elshinta.com, Dody Handoko.

Komitmen integritas itu bukan instruksi dari KPK kepada para pimpinan partai. SIPP dibentuk melalui kajian KPK bersama akademisi, LSM, dan, juga pimpinan partai.  Ia berharap dengan integritas partai politik, demokrasi di Indonesia dapat berjalan dengan lebih baik.

"Ini bukan top down atau didikte KPK, tetapi kajian dari para akademisi, dan masukan dari teman-teman partai. Kami sudah bicarakan ini, terakhir 20 November lalu diharapkan perbaikan demokrasi di negara kita bisa terjadi dengan baik," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Jumat, 14 Desember 2018 - 14:58 WIB

KPK periksa dua hakim PN Jaksel

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com