Presiden: Pemberantasan korupsi harus dilakukan bersama
Selasa, 04 Desember 2018 - 12:25 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Presiden Indonesia Joko Widodo bersama para pimpinan KPK. Sumber foto: https://bit.ly/2UbBBJb

Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo menegaskan upaya pemberantasan korupsi harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pemerintah dan masyarakat.

"Selamat hari anti korupsi sedunia. Gerakan ini harus menjadi sebuah gerakan bangsa, gerakan kita bersama-sama. Baik yang dilakukan institusi negara, `civil society`, maupun masyarakat luas," kata Presiden dalam acara Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2018 di Jakarta, Selasa (4/12).

"Upaya bersama kita untuk pencegahan dan penindakan korupsi terus kita maksimalkan. Kita melihat layanan berbasis elektronik, seperti e-tilang, e-samsat, termasuk penggunaan e-procurement, e-budgeting, e-planning adalah upaya pencegahan korupsi. Sistem pengaduan masyarakat seperti saber pungli kita lihat sangat disambut masyarakat kecil," tambah Jokowi.

Menurut Presiden ada lebih dari 36 ribu aduan yang masuk ke tim Saber Pungli. Upaya lain yang sudah dilakukan adalah dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) 54 tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi serta Peraturan Pemerintah No 43 tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.    

"Ini bagian dari partisipasi masyarakat yang memberikan penghargaan tersebut harus melalui proses verifikasi. Selain itu Kita tidak memberikan toleransi sedikitpun pada pelaku tindak pidana korupsi yang melarikan uang hasil korupsinya ke luar negeri," tegas Jokowi, seperti dikutip Antara.

Menurut Presiden, setelah melalui pembicaraan panjang, pemerintah sudah ada pada tahap akhir untuk menandatangani `mutual legal assignment` (MLA) antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Swis. "MLA ini `legal paltform` untuk mengejar uang hasil korupsi dan `money laundring` yang disembunyikan di luar negeri," tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 22 April 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) akan memproses secara...
Senin, 22 April 2019 - 12:08 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Senin, 22 April 2019 - 11:50 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Senin, 22 April 2019 - 11:41 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (22/4), memeriksa Sekjen DPR RI I...
Senin, 22 April 2019 - 11:32 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Senin, 22 April 2019 - 11:23 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Minggu, 21 April 2019 - 13:16 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeksekusi mantan Bupati Labuhan...
Sabtu, 20 April 2019 - 12:15 WIB
Elshinta.com - Pemerintah kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster ...
Sabtu, 20 April 2019 - 08:29 WIB
Elshinta.com - Pihak Kepolisian meminta DS yang merupakan pelaku tabrak lari beruntun sepa...
Sabtu, 20 April 2019 - 08:16 WIB
Elshinta.com - DS (36), pelaku kecelakaan lalu lintas yang menabrak satu mobil Mercy dan e...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)