Minggu, 16 Desember 2018 | 00:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

LIPI: Mayoritas publik setuju ormas gunakan kekerasan ditertibkan negara

Selasa, 04 Desember 2018 - 13:57 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2APny31
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2APny31

Elshinta.com - Hasil survei yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terkait intoleransi dan radikalisme di sembilan provinsi, menunjukkan mayoritas publik menyatakan setuju ormas yang menggunakan kekerasan ditertibkan negara.

"Berdasarkan penelitian, sebanyak 67 persen responden setuju ormas menggunakan kekerasan ditertibkan negara," ujar koordinator tim penelitian LIPI, Cahyo Pamungkas dalam Seminar Akhir Kegiatan Penelitian: Studi terhadap Intoleransi dan Radikalisme di Indonesia, di Jakarta, Selasa (4/12).

Dihimpun dari Antara, penelitian LIPI ini dilakukan di sembilan provinsi paling intoleran 2012-2017, versi indeks intoleransi Setara Institute, Wahid Foundation dan Komnas HAM. Provinsi itu antara lain Aceh, Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan.

Penelitian dilakukan melalui observasi dan wawancara, terhadap 1.800 responden dari total penduduk sembilan provinsi yang berjumlah 116.034.389 jiwa dengan metode multistage random sampling, dan margin of error 2,4 persen.

Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas responden setuju tindakan keras terhadap penganut aliran sesat. "Mayoritas responden juga setuju Pancasila ideologi paling tepat untuk Indonesia," jelasnya.

Dalam penelitian itu LIPI juga menyodorkan pertanyaan, apakah responden setuju bahwa Indonesia mendukung organisasi terlarang ISIS. Hasilnya masih ada lima persen responden yang menyatakan setuju.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Hasil survei yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terkait intoleransi dan radikalisme di sembilan provinsi, menunjukkan mayoritas publik menyatakan setuju ormas yang menggunakan kekerasan ditertibkan negara.

"Berdasarkan penelitian, sebanyak 67 persen responden setuju ormas menggunakan kekerasan ditertibkan negara," ujar koordinator tim penelitian LIPI, Cahyo Pamungkas dalam Seminar Akhir Kegiatan Penelitian: Studi terhadap Intoleransi dan Radikalisme di Indonesia, di Jakarta, Selasa (4/12).

Dihimpun dari Antara, penelitian LIPI ini dilakukan di sembilan provinsi paling intoleran 2012-2017, versi indeks intoleransi Setara Institute, Wahid Foundation dan Komnas HAM. Provinsi itu antara lain Aceh, Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan.

Penelitian dilakukan melalui observasi dan wawancara, terhadap 1.800 responden dari total penduduk sembilan provinsi yang berjumlah 116.034.389 jiwa dengan metode multistage random sampling, dan margin of error 2,4 persen.

Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas responden setuju tindakan keras terhadap penganut aliran sesat. "Mayoritas responden juga setuju Pancasila ideologi paling tepat untuk Indonesia," jelasnya.

Dalam penelitian itu LIPI juga menyodorkan pertanyaan, apakah responden setuju bahwa Indonesia mendukung organisasi terlarang ISIS. Hasilnya masih ada lima persen responden yang menyatakan setuju.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com