Menteri PUPR sesalkan kejadian di Papua
Selasa, 04 Desember 2018 - 14:45 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Dewi Rusiana
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam jumpa pers Kementerian PUPR terkait musibah yang menimpa pekerja pembangunan jembatan di Provinsi Papua, Selasa (4/12). Sumber foto: https://bit.ly/2SqlJkk

Elshinta.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyesalkan kejadian yang terjadi di segmen 5 ruas Papua, padahal pihaknya  sedang membangun penyempurnaan konektivitas di Tanah Papua.

“Ruas Wamena-Heberna-Kenyam-Mumugu merupakan segmen 5 dari ruas Papua dengan panjang 278 kilometer,” kata Basuki Hadimuljono Dalam jumpa pers terkait musibah yang menimpa pekerja pembangunan jembatan di Provinsi Papua di Jakarta, Selasa (4/12).

Menurutnya, jalan sudah tembus pada tahun ini. Namun, masih belum sempurna karena masih ada pengerjaan 35 jembatan. “PT Istaka Karya mengerjakan 14 jembatan, dan 11 jembatan di antaranya dalam pengerjaan. Sedangkan, PT Brantas Abipraya Persero mengerjakan 21 jembatan, lima di antaranya dalam tahap pengerjaan,” sambungnya.

Kejadian yang diberitakan tadi pagi, kata Menteri Basuki, terjadi di ruas jembatan. “Kami tengah mengirimkan pasukan mengenai kejadian dan korbannya. Jadi, kami sampaikan benar terjadi di Wamena di ruas Papua, segmen 5,” tegasnya. 

Menurut Basuki  Hadimuljono, sebenarnya tidak ada penolakan dari masyarakat mengenai pembangunan Trans Papua. Kendati mengalami gangguan keamanan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Panglima Kodam di Papua. “Saya menunggu informasi dari Panglima Kodam. Saya akan turun. Saat ini kami belum bisa memastikan jumlah korban berjumlah 24 atau 31 orang karena sedang dicek dan belum dikonfirmasi,” ujarnya, dikutip Antara.

Ia juga menegaskan hal tersebut tidak menyurutkan semangat untuk jalan terus. "Pembangunan tetap jalan terus untuk memenuhi rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:48 WIB
Elshinta.com -Sejak awal Maret 2019 hingga kini sudah sebanyak 10 terduga teroris jaringan Lamp...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:23 WIB
Elshinta.com -Seorang warga di Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, divonis ber...
Senin, 25 Maret 2019 - 20:43 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka, Jawa Barat menggelar kon...
Senin, 25 Maret 2019 - 17:36 WIB
Elshinta.com - Petugas Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Nusa Tenggara Barat be...
Minggu, 24 Maret 2019 - 18:07 WIB
Elshinta.com - Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi menduga Ramyadjie Priamb...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Petugas di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali berhasil m...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 19:10 WIB
Elshinta.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan bahwa Prov...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 18:55 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Bali bersama Polresta Denpasar dan Polsek Badung masih me...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 10:16 WIB
Elshinta.com - Keluarga Zulfirman Syah, WNI yang terluka akibat aksi penembakan massal di ...
Jumat, 22 Maret 2019 - 20:37 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya masih menyelidiki kemungkinan tersangka baru setelah 10 or...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)