Jumat, 14 Desember 2018 | 20:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hankam

Menhan: KKB Papua bukan kriminal tapi pemberontak

Selasa, 04 Desember 2018 - 15:26 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. Foto: Dody Handoko/Elshinta
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. Foto: Dody Handoko/Elshinta

Elshinta.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bukan kelompok kriminal namun pemberontak. 

"KKB itu bukan kelompok kriminal tapi pemberontak," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/12) menjawab masalah 31 orang pekerja yang ditembak oleh KKB di Papua. 

"Kalau sudah nembak-nembak begitu ya siapa pun lah. Tidak ada kriminal nembak sebanyak-banyak orang itu, ngapain," lanjut Menhan, seperti dilaporkan Reporter Elshinta.com, Dody Handoko.

Menhan menjelaskan alasan dirinya menyebut KKB pemberontak karena kelompok itu ingin memisahkan Papua dari Indonesia dan merupakan permainan orang lama. "Ya kan mau memisahkan diri, Papua, dari Indonesia. Itu kan pemberontak, bukan kriminal lagi. Penanganannya harus TNI. Kalau kriminal iya, polisi," tandasnya. 

Dikatakannya, penanganan kasus itu sudah menjadi tugas pokok Kementeriannya, tak ada kata negosiasi dalam penanganan kasus itu. "Ingin memisahkan Papua dari Indonesia itu apa? Ingat, ingin memisahkan diri. Tugas pokok Kementerian Pertahanan, tugas pokok juga untuk TNI, satu, menjaga kedaulatan negara. Kedua, menjaga keutuhan negara. Tiga, menjaga keselamatan bangsa," tegasnya. 

"Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah, atau diselesaikan. Itu saja," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bukan kelompok kriminal namun pemberontak. 

"KKB itu bukan kelompok kriminal tapi pemberontak," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/12) menjawab masalah 31 orang pekerja yang ditembak oleh KKB di Papua. 

"Kalau sudah nembak-nembak begitu ya siapa pun lah. Tidak ada kriminal nembak sebanyak-banyak orang itu, ngapain," lanjut Menhan, seperti dilaporkan Reporter Elshinta.com, Dody Handoko.

Menhan menjelaskan alasan dirinya menyebut KKB pemberontak karena kelompok itu ingin memisahkan Papua dari Indonesia dan merupakan permainan orang lama. "Ya kan mau memisahkan diri, Papua, dari Indonesia. Itu kan pemberontak, bukan kriminal lagi. Penanganannya harus TNI. Kalau kriminal iya, polisi," tandasnya. 

Dikatakannya, penanganan kasus itu sudah menjadi tugas pokok Kementeriannya, tak ada kata negosiasi dalam penanganan kasus itu. "Ingin memisahkan Papua dari Indonesia itu apa? Ingat, ingin memisahkan diri. Tugas pokok Kementerian Pertahanan, tugas pokok juga untuk TNI, satu, menjaga kedaulatan negara. Kedua, menjaga keutuhan negara. Tiga, menjaga keselamatan bangsa," tegasnya. 

"Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah, atau diselesaikan. Itu saja," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com