Jumat, 14 Desember 2018 | 16:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 / Startup

Apa itu boostraping dalam dunia bisnis?

Selasa, 04 Desember 2018 - 17:36 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2G8crYK
Sumber foto: https://bit.ly/2G8crYK

Elshinta.com -  Dalam dunia bisnis, terutama pada dunia startup, sering kali terdengar istilah Boostrap atau boostraping. Istilah ini merujuk kepada pilihan pendanaan pada sebuah perusahaan rintisan atau startup yang menggunakan dana pribadi founder sendiri untuk mengembangkan bisnisnya. Dengan kata lain tidak menggunakan dana dari investor. 

Sementara itu, moda yang dibutuhkan untuk membangun sebuah perusahaan biasanya diambil dari dana tabungan sendiri atau “patungan” dengan para founder-founder lainnya. Boostrap berkebalikan dengan Raise Funding di mana sang founder memang sudah menargetkan untuk membangun sebuah perusahaan dengan mencari investor, bisa Angel Investor terlebih dahulu atau langsung ke Vending Capital. Dalam praktiknya, ada perusahaan yang memilih konsisten membangun perusahaan dengan boostraping namun ada juga yang hanya sebatas batu pijakan saja. Setelah cukup siap, mereka mencari investor. 

Baca juga: Pelajaran penting dari William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia

Lantas, bagaimana sebenarnya manfaat dari usaha yang dibangun dengan pendanaan sendiri ini? Pertama, sebagai founder Anda memiliki kontrol penuh atas usaha Anda sediri. Ini sedikit berbeda bila perusahaan tersebut didanai oleh investor. Sedikit banyak, ada intervensi dari investor yang menentukan arah dari perusahaan. 

Hal ini yang terkadang menjadi hambatan dalam membangun bisnis. Perbedaan visi bisa saja muncul saat perusahaan sudah mulai berjalan. Keunggulan dari boostraping, adalah Anda punya kendali penuh atas visi yang perusahaan coba raih. Namun, boostrap juga memiliki sejumlah kekurangan. 

Biasanya, pertumbuhan yang memakai sistem ini pertumbuhannya cukup lambat. Ini dikarenakan minimnya modal kapital dalam membangun perusahaan. Selain itu, kita harus membangun jaringan bisnis sendiri dari awal. Berbeda dengan menggunakan investor yang biasanya sudah memiliki jaringan luas. Itu akan memudahkan percepatan bisnis Anda. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Konsultasi | 14 Desember 2018 - 16:07 WIB

Strategi bisnis DAMN I Love Indonesia yang patut ditiru

Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Elshinta.com -  Dalam dunia bisnis, terutama pada dunia startup, sering kali terdengar istilah Boostrap atau boostraping. Istilah ini merujuk kepada pilihan pendanaan pada sebuah perusahaan rintisan atau startup yang menggunakan dana pribadi founder sendiri untuk mengembangkan bisnisnya. Dengan kata lain tidak menggunakan dana dari investor. 

Sementara itu, moda yang dibutuhkan untuk membangun sebuah perusahaan biasanya diambil dari dana tabungan sendiri atau “patungan” dengan para founder-founder lainnya. Boostrap berkebalikan dengan Raise Funding di mana sang founder memang sudah menargetkan untuk membangun sebuah perusahaan dengan mencari investor, bisa Angel Investor terlebih dahulu atau langsung ke Vending Capital. Dalam praktiknya, ada perusahaan yang memilih konsisten membangun perusahaan dengan boostraping namun ada juga yang hanya sebatas batu pijakan saja. Setelah cukup siap, mereka mencari investor. 

Baca juga: Pelajaran penting dari William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia

Lantas, bagaimana sebenarnya manfaat dari usaha yang dibangun dengan pendanaan sendiri ini? Pertama, sebagai founder Anda memiliki kontrol penuh atas usaha Anda sediri. Ini sedikit berbeda bila perusahaan tersebut didanai oleh investor. Sedikit banyak, ada intervensi dari investor yang menentukan arah dari perusahaan. 

Hal ini yang terkadang menjadi hambatan dalam membangun bisnis. Perbedaan visi bisa saja muncul saat perusahaan sudah mulai berjalan. Keunggulan dari boostraping, adalah Anda punya kendali penuh atas visi yang perusahaan coba raih. Namun, boostrap juga memiliki sejumlah kekurangan. 

Biasanya, pertumbuhan yang memakai sistem ini pertumbuhannya cukup lambat. Ini dikarenakan minimnya modal kapital dalam membangun perusahaan. Selain itu, kita harus membangun jaringan bisnis sendiri dari awal. Berbeda dengan menggunakan investor yang biasanya sudah memiliki jaringan luas. Itu akan memudahkan percepatan bisnis Anda. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com