Kemenlu sesalkan pernyataan Dubes Arab Saudi soal NU
Selasa, 04 Desember 2018 - 19:53 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
uru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir. Sumber foto: https://bit.ly/2E0O396

Elshinta.com - Kementerian Luar Negeri RI menyesalkan pernyataan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osamah Muhammad Al-Suaib, melalui akun Twitter-nya, yang salah menyebut Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas sesat.

"Kemlu menyesalkan pernyataan dalam media sosial Twitter Dubes Saudi di Jakarta," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Jakarta, Selasa (4/12), dikutip Antara.

Menurut Arrmanatha, isi pernyataan pada laman akun Twitter Dubes Osamah itu tidak tepat dan tidak sesuai dengan prinsip hubungan diplomatik. Untuk itu, pihak Kementerian Luar Negeri pun telah secara resmi memanggil Wakil Dubes atau Kuasa Usaha Sementara Arab Saudi di Jakarta untuk mengklarifikasi pernyataan pada akun Twitter Dubes Osamah yang hingga kini masih berada di Saudi.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengatakan Duta Besar Arab Saudi Osamah Muhammad Al Shuaibi telah mencampuri urusan politik Indonesia lewat cuitan di akun Twitternya. "Osamah melakukan pelanggaran keras diplomatik, yaitu mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya," tulis Said.

Lewat akun Twitternya, Dubes Saudi untuk Indonesia itu memberi pujian atas kegiatan Reuni 212 yang disebutnya gerakan membela kalimat tauhid. Namun, Said memandang Dubes Osamah melakukan kesalahan karena menyebut pihak pembakar bendera dinaungi ormas sesat.

"Osamah telah dengan sengaja menyebarkan fitnah dengan menuduh bahwa aksi pembakaran bendera dilakukan oleh organisasi yang dimaksud dengan mengatakan jamaah almunharifah, yaitu organisasi sesat atau menyimpang," kata dia.

Padahal, lanjut dia, GP Ansor selaku organisasi sayap NU sudah memberikan sanksi kepada oknum di strukturnya yang melakukan pembakaran bendera.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 22 Maret 2019 - 13:35 WIB
Elshinta.com - Ungkapan bela sungkawa atas tragedi penembakan terhadap jamaah di dua masjid di ...
Jumat, 22 Maret 2019 - 08:24 WIB
Elshinta.com - Enam orang tewas dan hampir 30 orang lagi cedera ketika beberapa ledakan me...
Rabu, 20 Maret 2019 - 15:27 WIB
Elshinta.com -Otoritas Selandia Baru masih menyelidiki kemungkinan tersangka lain yang terlibat...
Selasa, 19 Maret 2019 - 08:27 WIB
Elshinta.com -Saham Boeing Co jatuh tiga persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi), set...
Selasa, 19 Maret 2019 - 06:39 WIB
Elshinta.com -Serangan teroris pekan lalu di Selandia Baru, yang menewaskan tak kurang dari 50 ...
Senin, 18 Maret 2019 - 19:44 WIB
Elshinta.com - Lebih dari satu juta orang telah menandatangani petisi bagi pemecatan Senat...
Senin, 18 Maret 2019 - 12:35 WIB
Elshinta.com -Boeing mengatakan pada Minggu (17/3) bahwa pihaknya sedang menyelesaikan pembarua...
Jumat, 15 Maret 2019 - 17:58 WIB
Elshinta.com - Komisaris polisi Selandia Baru pada Jumat mengatakan jumlah korban meninggal aki...
Kamis, 14 Maret 2019 - 17:56 WIB
Elshinta.com - Saham-saham Hong Kong ditutup lebih tinggi pada perdagangan Kamis (14/3), dengan...
Kamis, 14 Maret 2019 - 09:27 WIB
Elshinta.com -Kurs dolar AS berpindah tangan di zona paruh bawah 111 yen dalam transaksi awal d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)