Jumat, 14 Desember 2018 | 16:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

TPID Kediri pastikan stok pangan cukup jelang Natal dan Tahun Baru

Selasa, 04 Desember 2018 - 21:15 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Fendi Lesmana/Elshinta
Istimewa. Foto: Fendi Lesmana/Elshinta

Elshinta.com - Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Kota Kediri, Jawa Timur  memastikan ketersediaan kebutuhan pangan masih mencukupi hingga perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang. Bahkan untuk stok beras yang ada sekarang ini, di Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Kediri, masih bisa didistribusikan hingga empat bulan ke depan, memasuki masa panen kembali. 

Selain mengcover ketersediaan beras, untuk kebutuhan pokok lainya seperti komoditas gula,terigu dan minyak goreng juga masih tersedia dalam jumlah banyak. 

Sebagai bagian dari TPID Kota Kediri, Bulog Subdivre Kediri berkomitmen untuk membantu pengadaan kebutuhan pokok dalam pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) yang mulai digelar sejak Senin (3/12) kemarin hingga Jumat (21/12) mendatang. 

"Kalau stoknya dijaga sama Bulog dan dipastikan bahwa sampai dengan tahun depan atau empat bulan lagi masa panen, kita masih di angka aman," ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Selasa (4/12), dilaporkan Kontributor Elshinta Fendi Lesmana.

Ditambahkan Wali Kota, pelaksanaan kegiatan operasi pasar murah tidak hanya difokuskan di pasar tradisional saja, melainkan juga di sejumlah kantor kelurahan dan di acara Car free Day pada setiap hari minggu. "Kita juga kerjasama dengan Pak Lurah supaya warganya bisa datang untuk membeli pada saat OPM. Membelinya juga nggak bisa banyak, karena kita mengedukasi masyarakat agar berbelanja secara bijak," terangnya.

Sementara Itu Bank Indonesia perwakilan kantor Kediri mencatat, pada bulan November 2018 Kota Kediri mengalami inflansi 0,40 persen lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Inflansi Kota Kediri pada bulan November 2018 dipicu oleh kenaikan harga pada komponen bahan makanan khususnya, komoditas daging ayam ras, bawang merah, dan beras. Dengan demikian inflansi Kota Kediri secara kumulatif tercatat sebesar 1,67 persen dan secara tahunan sebesar 2,11 persen. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Konsultasi | 14 Desember 2018 - 16:07 WIB

Strategi bisnis DAMN I Love Indonesia yang patut ditiru

Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Elshinta.com - Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Kota Kediri, Jawa Timur  memastikan ketersediaan kebutuhan pangan masih mencukupi hingga perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang. Bahkan untuk stok beras yang ada sekarang ini, di Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Kediri, masih bisa didistribusikan hingga empat bulan ke depan, memasuki masa panen kembali. 

Selain mengcover ketersediaan beras, untuk kebutuhan pokok lainya seperti komoditas gula,terigu dan minyak goreng juga masih tersedia dalam jumlah banyak. 

Sebagai bagian dari TPID Kota Kediri, Bulog Subdivre Kediri berkomitmen untuk membantu pengadaan kebutuhan pokok dalam pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) yang mulai digelar sejak Senin (3/12) kemarin hingga Jumat (21/12) mendatang. 

"Kalau stoknya dijaga sama Bulog dan dipastikan bahwa sampai dengan tahun depan atau empat bulan lagi masa panen, kita masih di angka aman," ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Selasa (4/12), dilaporkan Kontributor Elshinta Fendi Lesmana.

Ditambahkan Wali Kota, pelaksanaan kegiatan operasi pasar murah tidak hanya difokuskan di pasar tradisional saja, melainkan juga di sejumlah kantor kelurahan dan di acara Car free Day pada setiap hari minggu. "Kita juga kerjasama dengan Pak Lurah supaya warganya bisa datang untuk membeli pada saat OPM. Membelinya juga nggak bisa banyak, karena kita mengedukasi masyarakat agar berbelanja secara bijak," terangnya.

Sementara Itu Bank Indonesia perwakilan kantor Kediri mencatat, pada bulan November 2018 Kota Kediri mengalami inflansi 0,40 persen lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Inflansi Kota Kediri pada bulan November 2018 dipicu oleh kenaikan harga pada komponen bahan makanan khususnya, komoditas daging ayam ras, bawang merah, dan beras. Dengan demikian inflansi Kota Kediri secara kumulatif tercatat sebesar 1,67 persen dan secara tahunan sebesar 2,11 persen. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Jumat, 14 Desember 2018 - 14:58 WIB

KPK periksa dua hakim PN Jaksel

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com