Senin, 17 Desember 2018 | 04:19 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hankam

Wiranto: Penembakan di Nduga aksi biadab

Selasa, 04 Desember 2018 - 21:28 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. Sumber foto: https://bit.ly/2U8uJMJ
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. Sumber foto: https://bit.ly/2U8uJMJ

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto menegaskan penembakan puluhan pekerja merupakan aksi biadab, padahal para pekerja tersebut sedang melakukan pekerjaan mulia untuk membangun infrastruktur di Papua.

"Saya kira itu satu aksi yang sangat biadab, karena ini teman-teman kita membangun Papua, sedang membangun infrastruktur, membangun jembatan untuk kesejahteraan masyarakat, untuk kebutuhan masyarakat. Artinya apa? Artinya mereka itu sudah berbakti, berjuang, bekerja untuk kebaikan Papua, kebaikan masyarakat Papua, lalu ditembakin, dibunuh, ini tentu satu hal yang sangat tidak terpuji," tegas Wiranto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (4/12).

Saat ini, Meko Polhukam itu menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengejar pelaku penembakan puluhan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua tersebut.

"Tadi saya sudah berbicara dengan Kapolri, Panglima TNI, segera dilakukan satu pengejaran yang habis-habisan supaya tidak terulang lagi. Usaha mereka kan menakut-nakuti supaya pembangunan tidak berjalan, tapi inikan namanya justru mengganggu kepentingan masyarakat Papua sendiri," ujar Wiranto.

Menko Polhukam juga menegaskan bahwa tindakan KKB tersebut tidak akan memberikan pengaruh terhadap pembangunan di Papua karena pembangunan akan tetap berjalan karena untuk kesejahteraan masyarakat di Timur Indonesia. "Ngga ada pengaruhnya apa-apa. Pembangunan tetap berjalan, masa pembangunan dengan langkah seperti itu dihentikan," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto menegaskan penembakan puluhan pekerja merupakan aksi biadab, padahal para pekerja tersebut sedang melakukan pekerjaan mulia untuk membangun infrastruktur di Papua.

"Saya kira itu satu aksi yang sangat biadab, karena ini teman-teman kita membangun Papua, sedang membangun infrastruktur, membangun jembatan untuk kesejahteraan masyarakat, untuk kebutuhan masyarakat. Artinya apa? Artinya mereka itu sudah berbakti, berjuang, bekerja untuk kebaikan Papua, kebaikan masyarakat Papua, lalu ditembakin, dibunuh, ini tentu satu hal yang sangat tidak terpuji," tegas Wiranto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (4/12).

Saat ini, Meko Polhukam itu menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengejar pelaku penembakan puluhan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua tersebut.

"Tadi saya sudah berbicara dengan Kapolri, Panglima TNI, segera dilakukan satu pengejaran yang habis-habisan supaya tidak terulang lagi. Usaha mereka kan menakut-nakuti supaya pembangunan tidak berjalan, tapi inikan namanya justru mengganggu kepentingan masyarakat Papua sendiri," ujar Wiranto.

Menko Polhukam juga menegaskan bahwa tindakan KKB tersebut tidak akan memberikan pengaruh terhadap pembangunan di Papua karena pembangunan akan tetap berjalan karena untuk kesejahteraan masyarakat di Timur Indonesia. "Ngga ada pengaruhnya apa-apa. Pembangunan tetap berjalan, masa pembangunan dengan langkah seperti itu dihentikan," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:12 WIB

Polisi akan periksa saksi ahli kasus blangko KTP-el

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:38 WIB

Menteri PPPA: Belum ada daerah layak anak

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:26 WIB

PDAM Tirtanadi launching SMS Gateway bagi pelanggan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com