Jumat, 14 Desember 2018 | 16:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Puluhan anak Surabaya diajak kenali sarana-prasarana kota

Rabu, 05 Desember 2018 - 06:26 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Bunga tabebuya bermekaran di Surabaya. Sumber foto: https://bit.ly/2zJhrh4
Bunga tabebuya bermekaran di Surabaya. Sumber foto: https://bit.ly/2zJhrh4

Elshinta.com - Puluhan anak dari kalangan keluarga tidak mampu diajak keliling Surabaya untuk mengenali sejumlah sarana-prasarana di Kota Pahlawan ini.

"Saya sengaja mengajak anak-anak ke luar sekolah, agar mereka mengenal infrastruktur yang ada di sekelilingnya," kata calon legislatif DPRD Jawa Timur dari Partai Golkar daerah pemilihan Malang Raya, Ruchita Permatasari, Selasa (4/12) kemarin.

Menurut dia, banyak cara untuk mengasah daya ingat anak agar bisa meningkatkan kemampuannya di dalam dunia pendidikan. Bukan hanya kegiatan formal di ruang kelas, namun perlu proses pendidikan anak ke luar kelas seperti yang dilakukan saat ini.

Baca juga: Pemkot Surabaya tegaskan tak beri santunan korban `Surabaya Membara`

Pengusaha muda yang juga sosialita ini mengatakan, anak-anak itu anak didiknya yang disekolahkan di yayasan pendidikan miliknya. Sepanjang perjalanannya di dalam kereta, anak didiknya ini sering bertanya terhadap tempat dan benda-benda yang belum dikenali. Ekspresi anak-anak itu bermacam-macam, ada yang menanyakan sebutan pengemudi kereta. Akhirnya anak-anak berkenalan dengan kondektur saat menarik tiket.

"Bahkan tadi sempat bilang ini Royal Plaza, saya pernah ke sini sama ibuku. Lalu ada yang teriak ini daerah dekat rumahku. Ternyata daya ingat anak-anak sangat kuat, padahal sambil keretanya jalan," kata Permatasari, dikutip Antara.

Selain mengenalkan sarana-prasarana, lanjut dia, proses pendidikan di luar ruangan ini juga bisa mendidik para siswa untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Saat di stasiun kereta, para siswa saling mengingat untuk cepat waktu agar tidak ketinggalan kereta. Bahkan saat melihat petugas keamanan, para anak-anak ini langsung berinteraksi dengan lingkungan itu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Puluhan anak dari kalangan keluarga tidak mampu diajak keliling Surabaya untuk mengenali sejumlah sarana-prasarana di Kota Pahlawan ini.

"Saya sengaja mengajak anak-anak ke luar sekolah, agar mereka mengenal infrastruktur yang ada di sekelilingnya," kata calon legislatif DPRD Jawa Timur dari Partai Golkar daerah pemilihan Malang Raya, Ruchita Permatasari, Selasa (4/12) kemarin.

Menurut dia, banyak cara untuk mengasah daya ingat anak agar bisa meningkatkan kemampuannya di dalam dunia pendidikan. Bukan hanya kegiatan formal di ruang kelas, namun perlu proses pendidikan anak ke luar kelas seperti yang dilakukan saat ini.

Baca juga: Pemkot Surabaya tegaskan tak beri santunan korban `Surabaya Membara`

Pengusaha muda yang juga sosialita ini mengatakan, anak-anak itu anak didiknya yang disekolahkan di yayasan pendidikan miliknya. Sepanjang perjalanannya di dalam kereta, anak didiknya ini sering bertanya terhadap tempat dan benda-benda yang belum dikenali. Ekspresi anak-anak itu bermacam-macam, ada yang menanyakan sebutan pengemudi kereta. Akhirnya anak-anak berkenalan dengan kondektur saat menarik tiket.

"Bahkan tadi sempat bilang ini Royal Plaza, saya pernah ke sini sama ibuku. Lalu ada yang teriak ini daerah dekat rumahku. Ternyata daya ingat anak-anak sangat kuat, padahal sambil keretanya jalan," kata Permatasari, dikutip Antara.

Selain mengenalkan sarana-prasarana, lanjut dia, proses pendidikan di luar ruangan ini juga bisa mendidik para siswa untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Saat di stasiun kereta, para siswa saling mengingat untuk cepat waktu agar tidak ketinggalan kereta. Bahkan saat melihat petugas keamanan, para anak-anak ini langsung berinteraksi dengan lingkungan itu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Jumat, 14 Desember 2018 - 14:58 WIB

KPK periksa dua hakim PN Jaksel

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com