ICJR: Usut tuntas pelaku penembakan di Nduga tanpa stigma
Elshinta
Rabu, 05 Desember 2018 - 07:00 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
ICJR: Usut tuntas pelaku penembakan di Nduga tanpa stigma
Ilustrasi lokasi Kabupaten Nduga, Papua, (dibatasi garis merah) (Google Maps). Sumber foto: https://bit.ly/2DWrLVI

Elshinta.com - Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) meminta agar pihak berwajib mengusut tuntas pelaku peristiwa penembakan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, bukan hanya berlandaskan stigma tanpa ada bukti.

"Apa benar ini kelompok bersenjata dan yang diusut yang benar-benar melakukan kekerasan, tanpa ada stigma dan tuduhan tanpa bukti," kata peneliti ICJR, Maidina Rahmawati, di Jakarta, Selasa (4/12). 

Mereka mengatakan, belum mendapatkan informasi perkembangan lebih lanjut kasus penembakan pada puluhan pekerja PT Istaka Karya di Distrik Yigi. Namun, dia menegaskan penegakan hukum harus dilakukan.

Baca juga: Wiranto: Penembakan di Nduga aksi biadab

Dihimpun Antara, terkait peristiwa pembunuhan terhadap sejumlah pekerja PT Istaka Karya, polisi masih berusaha menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti.

Menurut informasi yang didapatkan dari Istaka Karya, diperkirakan terdapat sekitar 30 orang yang sedang bekerja membangun jembatan di lokasi kejadian saat penembakan terjadi. Namun, polisi menyatakan jumlah korban jiwa hingga saat ini belum dapat dipastikan. Penyelamatan korban pun merupakan prioritas utama bagi tim yang bertugas di lokasi. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Panglima TNI ingatkan ancaman ladang ganja di perbatasan
Sabtu, 13 Juli 2019 - 06:31 WIB
Elshinta.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan kepada ratusan prajurit y...
Over kapasitas, Kemenkumham Banten bangun lapas terbuka
Jumat, 12 Juli 2019 - 15:46 WIB
Elshinta.com - Untuk mengurangi over kapasitas di lembaga pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan...
Kerja sama militer jadi fokus dalam tingkatkan hubungan diplomatik RI-AS
Kamis, 11 Juli 2019 - 12:55 WIB
Elshinta.com - Hubungan pertahanan dan kerja sama militer khususnya di bidang pendidikan dan pe...
Kemenko PMK: Radikalisme harus dicegah
Rabu, 10 Juli 2019 - 11:28 WIB
Elshinta.com - Pencegahan radikalisme yang mengarah kepada kekerasan dan terorisme perlu d...
Menhan: WNI simpatisan ISIS bisa pulang kalau insaf
Selasa, 09 Juli 2019 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyatakan ratusan warga nega...
Menhan: Persiapan dini sistem pertahanan dibutuhkan meski masa damai
Selasa, 09 Juli 2019 - 17:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan penyiapan sistem pertahanan...
Sinergitas kunci penataan wilayah pertahanan negara
Selasa, 09 Juli 2019 - 16:28 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pertahanan mengharapkan peningkatan sinergitas dengan kementeri...
Polda Metro Jaya siagakan 12.000 personel amankan Persija vs Persib di SUGBK
Senin, 08 Juli 2019 - 20:54 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 12.000 lebih personel keamanan gabung...
Menhan: Perangi teroris jadi dasar bangun kerja sama Indo-Pasifik
Senin, 08 Juli 2019 - 19:26 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengajak negara-negara yang b...
Menhan: Ambil alih inisiatif atasi terorisme
Senin, 08 Juli 2019 - 16:46 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, mengajak seluruh pihak waspa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)