Minggu, 16 Desember 2018 | 00:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

DPD: Persamaan budaya Indonesia-Malaysia perkuat hubungan diplomatik

Rabu, 05 Desember 2018 - 07:23 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Ketua DPD RI Oesman Sapta mengunjungi Malindo Business and Cultural Center (MBCC) Asia, di Kuala Lumpur, Selasa (4/12) malam. Sumber foto: https://bit.ly/2QgIPNT
Ketua DPD RI Oesman Sapta mengunjungi Malindo Business and Cultural Center (MBCC) Asia, di Kuala Lumpur, Selasa (4/12) malam. Sumber foto: https://bit.ly/2QgIPNT

Elshinta.com - Ketua DPD RI Oesman Sapta menilai persamaan kebudayaan Indonesia-Malaysia bisa menjadi "modal" kuat dalam semakin meningkatkan hubungan diplomatik kedua negara khususnya di bidang ekonomi.

"Pertemuan ini ada sentuhan budaya Indonesia dan melayu yaitu keramahtamahan, kesederhanaan dan keikhlasan," kata Oesman di Kantor Malindo Business and Cultural Center (MBCC) Asia, di Kuala Lumpur, Selasa (4/12) malam.

Dia mengatakan potensi ekonomi kedua negara sama-sama besar sehingga hubungan diplomatik kedua negara diyakini menguntungkan bagi kedua negara. Selain itu Oesman menilai pertemuan di kantor MBCC sangat menyentuh karena mempertemukan dua budaya yang tidak berbeda karena serumpun. "MBCC lakukan kegiatan yang menghubungkan kegiatan daerah-daerah di Indonesia ke malaysia dalam rangka kembangkan perekonomian, ini bagus," ujarnya.

Dia juga berharap media massa semakin berperan dalam mempererat dan memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia. Menurut dia, media harus membawa kejujuran dalam berita dan menyajikan fakta bukan membungkus berita yang tidak pantas serta merusak hubungan kedua negara.

Ketua Pengarah MBCC Asia, Dato Sri Alex Ong mengatakan posisi DPD RI sangat penting dalam meningkatkan hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia. Karena itu dia menyambut baik kedatangan Oesman Sapta bersama para anggota DPD RI hadir di Malaysia selama tiga hari dalam rangka meningkatkan hubungan kedua negara.

"Saya senang dengan kehadiran Ketua DPD RI dalam meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara, silaturahmi diantara negara," katanya, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Ketua DPD RI Oesman Sapta menilai persamaan kebudayaan Indonesia-Malaysia bisa menjadi "modal" kuat dalam semakin meningkatkan hubungan diplomatik kedua negara khususnya di bidang ekonomi.

"Pertemuan ini ada sentuhan budaya Indonesia dan melayu yaitu keramahtamahan, kesederhanaan dan keikhlasan," kata Oesman di Kantor Malindo Business and Cultural Center (MBCC) Asia, di Kuala Lumpur, Selasa (4/12) malam.

Dia mengatakan potensi ekonomi kedua negara sama-sama besar sehingga hubungan diplomatik kedua negara diyakini menguntungkan bagi kedua negara. Selain itu Oesman menilai pertemuan di kantor MBCC sangat menyentuh karena mempertemukan dua budaya yang tidak berbeda karena serumpun. "MBCC lakukan kegiatan yang menghubungkan kegiatan daerah-daerah di Indonesia ke malaysia dalam rangka kembangkan perekonomian, ini bagus," ujarnya.

Dia juga berharap media massa semakin berperan dalam mempererat dan memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia. Menurut dia, media harus membawa kejujuran dalam berita dan menyajikan fakta bukan membungkus berita yang tidak pantas serta merusak hubungan kedua negara.

Ketua Pengarah MBCC Asia, Dato Sri Alex Ong mengatakan posisi DPD RI sangat penting dalam meningkatkan hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia. Karena itu dia menyambut baik kedatangan Oesman Sapta bersama para anggota DPD RI hadir di Malaysia selama tiga hari dalam rangka meningkatkan hubungan kedua negara.

"Saya senang dengan kehadiran Ketua DPD RI dalam meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara, silaturahmi diantara negara," katanya, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com