Komnas HAM: Penembakan di Nduga pelanggaran HAM serius
Elshinta
Rabu, 05 Desember 2018 - 07:12 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Komnas HAM: Penembakan di Nduga pelanggaran HAM serius
Keluarga korban mendatangi Kodim 1702/Jayawijaya untuk mengetahui kondisi keluarganya yang diduga menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Papua, Selasa (4/12). Sumber foto: https://bit.ly/2G8OgK6

Elshinta.com - Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua, Frits B Ramandey menilai peristiwa pembunuhan massal para pekerja jalan dan jembatan pada sejumlah tempat di Kabupaten Nduga merupakan pelanggaran HAM serius.

"Nach, terkait dengan peristiwa ini, maka tidak ada pilihan lain kecuali tindakan kelompok kriminal bersenjata itu, dengan akibat dari tindakan mereka ini terjadi pelanggaran HAM yang serius," katanya, di Kota Jayapura, Papua, Selasa (4/12).

Menurut dia, kasus itu bukan disebut pelanggaran HAM berat, karena peristiwa ini dilakukan kelompok sipil bersenjata, sehingga Komnas HAM mengkategorikannya sebagai pelanggaran HAM serius, juga karena ini perbuatan kriminal.

Baca juga: Polri kantongi identitas pelaku penembakan di Papua

"Karena kalau kita melihat kronologinya, ini ada yang memberikan perintah atau komando kepada mereka. Memerintahkan mereka, menyuruh mereka dan ada yang memimpin pengejaran itu sehingga terjadi tragedi ini di beberapa tempat, paling tidak di tiga tempat sebagaimana laporan sementara," katanya, dikutip Antara.

Dia menyatakan, harus ada upaya pemulihan dari tindakan tersebut sekaligus mengesahkan tindakan dari aparat keamanan untuk harus segera hadir di Nduga guna melakukan tindakan penegakan hukum. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Panglima TNI ingatkan ancaman ladang ganja di perbatasan
Sabtu, 13 Juli 2019 - 06:31 WIB
Elshinta.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan kepada ratusan prajurit y...
Over kapasitas, Kemenkumham Banten bangun lapas terbuka
Jumat, 12 Juli 2019 - 15:46 WIB
Elshinta.com - Untuk mengurangi over kapasitas di lembaga pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan...
Kerja sama militer jadi fokus dalam tingkatkan hubungan diplomatik RI-AS
Kamis, 11 Juli 2019 - 12:55 WIB
Elshinta.com - Hubungan pertahanan dan kerja sama militer khususnya di bidang pendidikan dan pe...
Kemenko PMK: Radikalisme harus dicegah
Rabu, 10 Juli 2019 - 11:28 WIB
Elshinta.com - Pencegahan radikalisme yang mengarah kepada kekerasan dan terorisme perlu d...
Menhan: WNI simpatisan ISIS bisa pulang kalau insaf
Selasa, 09 Juli 2019 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyatakan ratusan warga nega...
Menhan: Persiapan dini sistem pertahanan dibutuhkan meski masa damai
Selasa, 09 Juli 2019 - 17:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan penyiapan sistem pertahanan...
Sinergitas kunci penataan wilayah pertahanan negara
Selasa, 09 Juli 2019 - 16:28 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pertahanan mengharapkan peningkatan sinergitas dengan kementeri...
Polda Metro Jaya siagakan 12.000 personel amankan Persija vs Persib di SUGBK
Senin, 08 Juli 2019 - 20:54 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 12.000 lebih personel keamanan gabung...
Menhan: Perangi teroris jadi dasar bangun kerja sama Indo-Pasifik
Senin, 08 Juli 2019 - 19:26 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengajak negara-negara yang b...
Menhan: Ambil alih inisiatif atasi terorisme
Senin, 08 Juli 2019 - 16:46 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, mengajak seluruh pihak waspa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)