Jumat, 14 Desember 2018 | 16:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Dolar melemah dipicu kekhawatiran perlambatan ekonomi AS

Rabu, 05 Desember 2018 - 08:24 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Dolar AS. Sumber foto: https://bit.ly/2DmvpWK
Dolar AS. Sumber foto: https://bit.ly/2DmvpWK

Elshinta.com - Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena kurva imbal hasil terbalik surat utang pemerintah AS memicu kekhawatiran umum tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,07 persen menjadi 96,9680 pada pukul 20.00 GMT (pukul 15.00 waktu setempat).

Imbal hasil obligasi dua tahun dan imbal hasil obligasi tiga tahun melampaui imbal hasil obligasi lima tahun untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa (4/12), menurut data Reuters, menciptakan inversi spread imbal hasil, yang biasanya dipandang sebagai pendahulu dari kemerosotan ekonomi.

Baca juga: Kenaikan nilai tukar Dollar belum berdampak serius pada ekonomi

Selama lima dekade terakhir, inversi spread imbal hasil antara surat utang dua tahun dan 10 tahun, muncul menjelang setiap resesi di Amerika Serikat.

Para analis memperingatkan bahwa inversi terbaru antara obligasi jangka pendek dan obligasi jangka panjang mengisyaratkan ekspektasi pasar bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan melambat.

Aksi jual besar-besaran baru-baru ini di pasar saham telah mendorong beberapa investor untuk beralih ke obligasi pemerintah AS yang relatif kurang berisiko dan juga meningkatnya permintaan untuk greenback sebagai mata uang safe-haven karena likuiditasnya yang tinggi.

Namun, para analis mengatakan, karena pedagang-pedagang semakin khawatir tentang melambatnya pertumbuhan AS, imbal hasil obligasi pemerintah yang bertenor lebih lama menjadi sangat terbebani.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1341 dolar AS dari 1,1342 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2717 dolar AS dari 1,2726 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7337 dolar AS dari 0,7348 dolar AS.

Dolar AS dibeli 112,81 yen Jepang, lebih rendah dari 113,68 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9974 franc Swiss dari 0,9988 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3247 dolar Kanada dari 1,3210 dolar Kanada. Demikian laporan yang dikutip Antara dari Xinhua. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena kurva imbal hasil terbalik surat utang pemerintah AS memicu kekhawatiran umum tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,07 persen menjadi 96,9680 pada pukul 20.00 GMT (pukul 15.00 waktu setempat).

Imbal hasil obligasi dua tahun dan imbal hasil obligasi tiga tahun melampaui imbal hasil obligasi lima tahun untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa (4/12), menurut data Reuters, menciptakan inversi spread imbal hasil, yang biasanya dipandang sebagai pendahulu dari kemerosotan ekonomi.

Baca juga: Kenaikan nilai tukar Dollar belum berdampak serius pada ekonomi

Selama lima dekade terakhir, inversi spread imbal hasil antara surat utang dua tahun dan 10 tahun, muncul menjelang setiap resesi di Amerika Serikat.

Para analis memperingatkan bahwa inversi terbaru antara obligasi jangka pendek dan obligasi jangka panjang mengisyaratkan ekspektasi pasar bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan melambat.

Aksi jual besar-besaran baru-baru ini di pasar saham telah mendorong beberapa investor untuk beralih ke obligasi pemerintah AS yang relatif kurang berisiko dan juga meningkatnya permintaan untuk greenback sebagai mata uang safe-haven karena likuiditasnya yang tinggi.

Namun, para analis mengatakan, karena pedagang-pedagang semakin khawatir tentang melambatnya pertumbuhan AS, imbal hasil obligasi pemerintah yang bertenor lebih lama menjadi sangat terbebani.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1341 dolar AS dari 1,1342 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2717 dolar AS dari 1,2726 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7337 dolar AS dari 0,7348 dolar AS.

Dolar AS dibeli 112,81 yen Jepang, lebih rendah dari 113,68 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9974 franc Swiss dari 0,9988 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3247 dolar Kanada dari 1,3210 dolar Kanada. Demikian laporan yang dikutip Antara dari Xinhua. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com