Senin, 17 Desember 2018 | 04:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

Puan ingatkan pentingnya siaga darurat kesehatan

Rabu, 05 Desember 2018 - 08:51 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2PirP4f
Sumber foto: https://bit.ly/2PirP4f

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengingatkan agar seluruh negara Badan Kesehatan Dunia (WHO) siap siaga menghadapi darurat kesehatan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (5/12), Puan menjelaskan bahwa darurat kesehatan layaknya bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, khususnya di negara-negara rawan bencana termasuk Indonesia.

Menurut Menko PMK dalam Sesi Panel Diskusi Dua Perspektif Negara Mengenai Kesiapansiagaan untuk Keadaan Darurat Kesehatan pada Konferensi Tingkat Tinggi WHO, Indonesia terletak di sepanjang wilayah geografis yang rentan terhadap kejadian bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, dan tanah longsor.

Baca juga: Sanggar inklusi, posyandu bagi anak penyandang disabilitas di Sukoharjo

Indonesia juga rentan terhadap berbagai penyakit menular dan tropis terabaikan, yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat, termasuk yang berpotensi menyebabkan wabah penyakit dan pandemi.

Di sisi lain, lanjut Puan, upaya pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sejumlah kota padat penduduk di Indonesia mengalami urbanisasi. Kondisi tersebut menempatkan kota-kota ini pada resiko penyakit kesehatan masyarakat yang lebih besar. “Saya akan memberikan Anda beberapa perspektif mengenai kepadatan penduduk di kota-kota kami. Ibu kota Indonesia, Jakarta, adalah kota terpadat di Indonesia dengan lebih dari 15 ribu orang per kilometer persegi, diikuti oleh Bandung, Yogyakarta, Solo, Tangerang, Bekasi, Banjarmasin, Surabaya, Medan, dan Bogor dengan kepadatan penduduk lebih dari 10 ribu orang per kilometer persegi,” katanya, dikutip Antara.

Untuk menghadapi tantangan-tantangan dalam keadaan darurat kesehatan masyarakat, Menko PMK menjelaskan bahwa Indonesia telah mengeluarkan kebijakan dan strategi yang diperlukan, terutama melalui pembangunan sistem kesiapsiagaan dan respons tanggap nasional.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengingatkan agar seluruh negara Badan Kesehatan Dunia (WHO) siap siaga menghadapi darurat kesehatan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (5/12), Puan menjelaskan bahwa darurat kesehatan layaknya bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, khususnya di negara-negara rawan bencana termasuk Indonesia.

Menurut Menko PMK dalam Sesi Panel Diskusi Dua Perspektif Negara Mengenai Kesiapansiagaan untuk Keadaan Darurat Kesehatan pada Konferensi Tingkat Tinggi WHO, Indonesia terletak di sepanjang wilayah geografis yang rentan terhadap kejadian bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, dan tanah longsor.

Baca juga: Sanggar inklusi, posyandu bagi anak penyandang disabilitas di Sukoharjo

Indonesia juga rentan terhadap berbagai penyakit menular dan tropis terabaikan, yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat, termasuk yang berpotensi menyebabkan wabah penyakit dan pandemi.

Di sisi lain, lanjut Puan, upaya pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sejumlah kota padat penduduk di Indonesia mengalami urbanisasi. Kondisi tersebut menempatkan kota-kota ini pada resiko penyakit kesehatan masyarakat yang lebih besar. “Saya akan memberikan Anda beberapa perspektif mengenai kepadatan penduduk di kota-kota kami. Ibu kota Indonesia, Jakarta, adalah kota terpadat di Indonesia dengan lebih dari 15 ribu orang per kilometer persegi, diikuti oleh Bandung, Yogyakarta, Solo, Tangerang, Bekasi, Banjarmasin, Surabaya, Medan, dan Bogor dengan kepadatan penduduk lebih dari 10 ribu orang per kilometer persegi,” katanya, dikutip Antara.

Untuk menghadapi tantangan-tantangan dalam keadaan darurat kesehatan masyarakat, Menko PMK menjelaskan bahwa Indonesia telah mengeluarkan kebijakan dan strategi yang diperlukan, terutama melalui pembangunan sistem kesiapsiagaan dan respons tanggap nasional.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 17:12 WIB

Menpar tak ingin ada wisata `remang-remang`

Kamis, 13 Desember 2018 - 14:31 WIB

Gejala khas pneumonia, batuk disertai sesak napas

Rabu, 12 Desember 2018 - 11:38 WIB

Daftar diskon dan promo ponsel Harbolnas 2018

Rabu, 12 Desember 2018 - 09:39 WIB

Benarkah telur bisa naikkan kolesterol?

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com