Jumat, 14 Desember 2018 | 16:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

31.293 warga belum rekam KTP elektronik

Rabu, 05 Desember 2018 - 09:09 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Ph7OLj
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Ph7OLj

Elshinta.com - Sebanyak 31.293 orang warga Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) belum melakukan perekaman data Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

"Layanan keliling perekaman KTP elektronik setiap hari terus kami lakukan, termasuk layanan di hari Sabtu dan Minggu," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pasaman Barat, Yulisna di Simpang Empat, Rabu (5/12).

Dikutip Antara, ia mengatakan berdasarkan data pada 2018, jumlah warga yang wajib KTP sekitar 291.289 orang. Dari jumlah itu 31.293 belum melakukan perekaman. "Jika dipersentasekan ada sekitar 10.75 persen warga yang wajib KTP belum melakukan perekaman. Tentu kami berupaya menekan angka itu sampai seluruh warga melakukan perekaman dana KTP elektronik," ujarnya.

Baca juga: Pembuatan KTP-el dipermudah

Menurutnya, warga yang sudah melakukan perekaman data KTP elektronik 259.996 orang atau 89.25 persen. Sebanyak 255.043 sudah mendapat KTP elektronik namun sekitar 4.953 yang belum menerima fisik KTP elektronik. "Kita terkendala ketersediaan tinta ribbon dan film. Namun, untuk Stok blangko KTP elektronik masih tersedia sekitar 3.000 keping," kataya.

Akibat kendala itu, kata dia, menyebabkan pelayanan pembuatan dokumen kependudulan bagi warga itu sedikit terhambat. Namun, kata dia, untuk sementara waktu pihaknya memberikan surat tanda bukti perekaman sebagai pengganti KTP elektronik. "Surat bukti perekaman itu merupakan solusi sementara bagi warga. Tujuannya agar pelayanan tidak terganggu akibat kendala tinta ribbon dan film itu," katanya.

Pihaknya memastikan surat bukti rekam itu sah secara hukum. Kalau lembaga terkait membutuhkan akurasi data warga pihaknya siap membantu membuktikannya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Sebanyak 31.293 orang warga Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) belum melakukan perekaman data Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

"Layanan keliling perekaman KTP elektronik setiap hari terus kami lakukan, termasuk layanan di hari Sabtu dan Minggu," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pasaman Barat, Yulisna di Simpang Empat, Rabu (5/12).

Dikutip Antara, ia mengatakan berdasarkan data pada 2018, jumlah warga yang wajib KTP sekitar 291.289 orang. Dari jumlah itu 31.293 belum melakukan perekaman. "Jika dipersentasekan ada sekitar 10.75 persen warga yang wajib KTP belum melakukan perekaman. Tentu kami berupaya menekan angka itu sampai seluruh warga melakukan perekaman dana KTP elektronik," ujarnya.

Baca juga: Pembuatan KTP-el dipermudah

Menurutnya, warga yang sudah melakukan perekaman data KTP elektronik 259.996 orang atau 89.25 persen. Sebanyak 255.043 sudah mendapat KTP elektronik namun sekitar 4.953 yang belum menerima fisik KTP elektronik. "Kita terkendala ketersediaan tinta ribbon dan film. Namun, untuk Stok blangko KTP elektronik masih tersedia sekitar 3.000 keping," kataya.

Akibat kendala itu, kata dia, menyebabkan pelayanan pembuatan dokumen kependudulan bagi warga itu sedikit terhambat. Namun, kata dia, untuk sementara waktu pihaknya memberikan surat tanda bukti perekaman sebagai pengganti KTP elektronik. "Surat bukti perekaman itu merupakan solusi sementara bagi warga. Tujuannya agar pelayanan tidak terganggu akibat kendala tinta ribbon dan film itu," katanya.

Pihaknya memastikan surat bukti rekam itu sah secara hukum. Kalau lembaga terkait membutuhkan akurasi data warga pihaknya siap membantu membuktikannya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Jumat, 14 Desember 2018 - 14:58 WIB

KPK periksa dua hakim PN Jaksel

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com