Jumat, 14 Desember 2018 | 20:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

BPBD Temanggung siapkan posko antisipasi bencana alam

Rabu, 05 Desember 2018 - 10:27 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
BPBD Temanggung siapkan posko bencana. Sumber foto: https://bit.ly/2AUqzyX
BPBD Temanggung siapkan posko bencana. Sumber foto: https://bit.ly/2AUqzyX

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menyiapkan posko bencana di beberapa daerah rawan bencana alam pada musim hujan ini.

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi di Temanggung, Rabu (05/12).

Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan relawan untuk mendirikan beberapa posko di daerah guna mengantisipasi terjadinya bencana alam.

Ia menyebutkan posko tersebut meliputi Temanggung untuk mengammpu wilayah Kecamatan Temanggung, Tlogomulyo, Bulu, Tembarak, dan Kedu. Posko Parakan mengampu wilayah Kecamatan Ngadirejo, Parakan, Kledung, dan Bansari.

Posko Candiroto mengampu wilayah Kecamatan Candiroto, Tretep, Bejen, dan Wonoboyo. Posko Kaloran mengampu wilayah Kecamatan Kaloran, Pringsurat, Kandangan, Gemawang, dan Kranggan.

Baca juga: Puan ingatkan pentingnya siaga darurat kesehatan

"Masing-masing posko ada 10 personel, mereka siaga 24 jam secara bergantian," katanya, dikutip Antara.

Ia mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk selalu waspada, terutama jika terjadi hujan deras dalam durasi lama.

"Kalau memang kondisi mengkhawatirkan segera mengungsi ke daerah yang lebih aman," katanya. Ia menuturkan imbauan kepada masyartakat yang paling penting adalah tanggap atau respons cepat ketika hujan deras, hujan lebat disertai angin.

"Saya kira masyarakat lebih paham baik dengan ilmu titen atau ilmu tradisional. Kalau hujan lebat mereka berteduh di tetangga yang lebih aman," katanya. Sejak 2016 hingga saat ini, BPBD Kabupaten Temanggung telah memasang sistem peringatan dini bencana alam (Early Warning System/EWS) di 64 titik yang merupakan daerah rawan tanah longsor.

Ia menuturkan EWS tersebut dipasang secara bertahap sejak 2016 di 19 kecamatan.

"Di Temanggung terdapat 20 kecamatan, kecuali Kecamatan Temanggung yang tidak dipasang EWS," katanya.

Ia mengatakan dari sejumlah EWS yang dipasang tersebut, rata-rata satu desa dipasang satu EWS di salah satu dusun yang dianggap paling rawan bencana.

Gito mengharapkan melalui pemasangan EWS dapat mengurangi risiko bila terjadi bencana, karena masyarakat bisa menyelamatkan diri sebelum terjadi bencana.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menyiapkan posko bencana di beberapa daerah rawan bencana alam pada musim hujan ini.

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi di Temanggung, Rabu (05/12).

Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan relawan untuk mendirikan beberapa posko di daerah guna mengantisipasi terjadinya bencana alam.

Ia menyebutkan posko tersebut meliputi Temanggung untuk mengammpu wilayah Kecamatan Temanggung, Tlogomulyo, Bulu, Tembarak, dan Kedu. Posko Parakan mengampu wilayah Kecamatan Ngadirejo, Parakan, Kledung, dan Bansari.

Posko Candiroto mengampu wilayah Kecamatan Candiroto, Tretep, Bejen, dan Wonoboyo. Posko Kaloran mengampu wilayah Kecamatan Kaloran, Pringsurat, Kandangan, Gemawang, dan Kranggan.

Baca juga: Puan ingatkan pentingnya siaga darurat kesehatan

"Masing-masing posko ada 10 personel, mereka siaga 24 jam secara bergantian," katanya, dikutip Antara.

Ia mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk selalu waspada, terutama jika terjadi hujan deras dalam durasi lama.

"Kalau memang kondisi mengkhawatirkan segera mengungsi ke daerah yang lebih aman," katanya. Ia menuturkan imbauan kepada masyartakat yang paling penting adalah tanggap atau respons cepat ketika hujan deras, hujan lebat disertai angin.

"Saya kira masyarakat lebih paham baik dengan ilmu titen atau ilmu tradisional. Kalau hujan lebat mereka berteduh di tetangga yang lebih aman," katanya. Sejak 2016 hingga saat ini, BPBD Kabupaten Temanggung telah memasang sistem peringatan dini bencana alam (Early Warning System/EWS) di 64 titik yang merupakan daerah rawan tanah longsor.

Ia menuturkan EWS tersebut dipasang secara bertahap sejak 2016 di 19 kecamatan.

"Di Temanggung terdapat 20 kecamatan, kecuali Kecamatan Temanggung yang tidak dipasang EWS," katanya.

Ia mengatakan dari sejumlah EWS yang dipasang tersebut, rata-rata satu desa dipasang satu EWS di salah satu dusun yang dianggap paling rawan bencana.

Gito mengharapkan melalui pemasangan EWS dapat mengurangi risiko bila terjadi bencana, karena masyarakat bisa menyelamatkan diri sebelum terjadi bencana.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:35 WIB

Polda DIY tetapkan dua tersangka kasus pesta seks

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:24 WIB

Tawuran pelajar Jakpus tewaskan satu orang

Jumat, 14 Desember 2018 - 16:47 WIB

Polda Kalbar musnahkan 1,3 kilogram sabu-sabu

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com