Jumat, 14 Desember 2018 | 20:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Menteri PUPR hentikan sementara pembangunan jalan Trans Papua pasca-penembakan

Rabu, 05 Desember 2018 - 09:36 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Menteri Basuki Hadimuljono dalam konferensi pers di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12). Sumber foto: https://bit.ly/2Soosuo
Menteri Basuki Hadimuljono dalam konferensi pers di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12). Sumber foto: https://bit.ly/2Soosuo

Elshinta.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono sangat menyesalkan terjadinya penembakan terhadap para pekerja konstruksi pembangunan infrastruktur jalan Trans Papua dari Kabupaten Nduga sampai Kabupaten Wamena, Provinsi Papua, oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). 

Diduga ada 31 korban penembakan yang meninggal dari PT Istaka Karya. Pihak Kepolisian dan TNI telah mengirimkan pasukan ke wilayah tersebut. 

Berdasarkan informasi dari Humas Polda Papua, Senin (3/12), peristiwa penembakan tersebut terjadi pada Minggu (2/12), terhadap pekerja pembangunan Jembatan Kali Aorak (KM 102+525) dan Jembatan Kali Yigi (KM 103+975) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua. Kedua jembatan merupakan bagian dari Trans Papua segmen 5, yakni ruas Wamena – Habema –  Mugi - Kenyam – Batas Batu - Mumugu dengan panjang 278,6 km. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada keluarga para korban penembakan dari PT Istaka Karya tersebut. 

"Saya mengucapkan duka cita mendalam atas meninggalnya pekerja semoga khusnul qotimah," ucap Menteri Basuki dalam konferensi pers di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12), seperti diinformasikan melalui laman resmi PUPR

Menyusul terjadinya peristiwa tersebut, mulai Selasa, pihak PUPR menghentikan sementara kontrak pembangunan jembatan pada ruas Wamena – Habema – Mugi – Kenyam – Batas Batu - Mumugu, dan akan dilanjutkan kembali pekerjaannya sesuai rekomendasi dari TNI dan Polri. 

Untuk itu, Menteri Basuki menyatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya upaya dan langkah cepat aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk menemukan dan menindak tegas para pelaku sehingga tercipta suasana yang kondusif. 

"Kami mendukung sepenuhnya upaya dan langkah cepat aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk menemukan dan menindak tegas para pelaku sehingga tercipta suasana yang kondusif bagi para staf, kontraktor maupun konsultan yang bekerja untuk dan atas nama Kementerian PUPR dan Kementerian/Lembaga lainnya untuk membangun infrastruktur demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan di Papua," tuturnya. 

Diketahui, pembangunan infastruktur jalan Trans Papua dari Kabupaten Nduga sampai Wamena telah memasuki pengaspalan, hanya tinggal membuat 35 jembatan. Jalan ini merupakan jalan yang menyambung antara kedua kabupaten yang berjarak 272 km. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono sangat menyesalkan terjadinya penembakan terhadap para pekerja konstruksi pembangunan infrastruktur jalan Trans Papua dari Kabupaten Nduga sampai Kabupaten Wamena, Provinsi Papua, oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). 

Diduga ada 31 korban penembakan yang meninggal dari PT Istaka Karya. Pihak Kepolisian dan TNI telah mengirimkan pasukan ke wilayah tersebut. 

Berdasarkan informasi dari Humas Polda Papua, Senin (3/12), peristiwa penembakan tersebut terjadi pada Minggu (2/12), terhadap pekerja pembangunan Jembatan Kali Aorak (KM 102+525) dan Jembatan Kali Yigi (KM 103+975) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua. Kedua jembatan merupakan bagian dari Trans Papua segmen 5, yakni ruas Wamena – Habema –  Mugi - Kenyam – Batas Batu - Mumugu dengan panjang 278,6 km. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada keluarga para korban penembakan dari PT Istaka Karya tersebut. 

"Saya mengucapkan duka cita mendalam atas meninggalnya pekerja semoga khusnul qotimah," ucap Menteri Basuki dalam konferensi pers di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12), seperti diinformasikan melalui laman resmi PUPR

Menyusul terjadinya peristiwa tersebut, mulai Selasa, pihak PUPR menghentikan sementara kontrak pembangunan jembatan pada ruas Wamena – Habema – Mugi – Kenyam – Batas Batu - Mumugu, dan akan dilanjutkan kembali pekerjaannya sesuai rekomendasi dari TNI dan Polri. 

Untuk itu, Menteri Basuki menyatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya upaya dan langkah cepat aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk menemukan dan menindak tegas para pelaku sehingga tercipta suasana yang kondusif. 

"Kami mendukung sepenuhnya upaya dan langkah cepat aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk menemukan dan menindak tegas para pelaku sehingga tercipta suasana yang kondusif bagi para staf, kontraktor maupun konsultan yang bekerja untuk dan atas nama Kementerian PUPR dan Kementerian/Lembaga lainnya untuk membangun infrastruktur demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan di Papua," tuturnya. 

Diketahui, pembangunan infastruktur jalan Trans Papua dari Kabupaten Nduga sampai Wamena telah memasuki pengaspalan, hanya tinggal membuat 35 jembatan. Jalan ini merupakan jalan yang menyambung antara kedua kabupaten yang berjarak 272 km. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com