Penjelasan BPOM mengenai penarikan obat antihipertensi
Elshinta
Rabu, 05 Desember 2018 - 12:07 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Penjelasan BPOM mengenai penarikan obat antihipertensi
Logo BPOM. Sumber foto: https://bit.ly/2Pk1NOf

Elshinta.com - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI memberikan penjelasan sehubungan dengan penarikan obat antihipertensi golongan angiotensin receptor blocker (ARB), yaitu Irbesartan, Losartan, dan Valsartan di Eropa dan Amerika Serikat, serta menindaklanjuti penjelasan BPOM pada 12 Juli 2018 mengenai Penarikan Obat Antihipertensi yang Mengandung Zat Aktif Valsartan. 

Berikut penjelasan BPOM RI seperti diinformasikan melalui laman resmi InfoPublik, Selasa (4/12) malam:

1. Irbesartan, Losartan, dan Valsartan adalah obat keras (dikonsumsi dengan resep dokter) untuk mengobati pasien dengan tekanan darah tinggi, baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi dengan antihipertensi lain.

2. Di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat, telah dilakukan penarikan obat antihipertensi golongan ARB yaitu Irbesartan, Losartan dan Valsartan dalam bentuk tunggal dan kombinasi secara sukarela, karena ditemukan adanya pengotor/impuritiesNNitrosodimethylamine(NDMA) dan N-Nitrosodiethylamine (NDEA). 

Saat ini baik EMA (European Medicines Agency), US FDA (Food and Drug Administration), MHRA (Medicines and Healthcare products Regulatory Agency) maupun BPOM RI terus menerus melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap bahan baku tersebut.

3. Berdasarkan penelusuran BPOM RI, obat antihipertensi golongan ARB yang beredar di Indonesia dan terdampak impurities NDMA dan NDEA adalah Losartan dan Valsartan dengan bahan baku produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China. Sedangkan Irbesartan yang ditarik oleh US FDA, sumber bahan bakunya tidak digunakan untuk produk obat yang terdaftar di Indonesia.

Untuk pasien yang sudah mengonsumsi obat antihipertensi dengan bahan baku yang terdampak impurities NDMA dan NDEA tersebut di atas, dapat berkonsultasi dengan dokter/apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan/kefarmasian.

Dalam rangka perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, BPOM RI telah meminta industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat yang mengandung bahan baku yang  terdampak impurities NDMA dan NDEA. Industri farmasi telah menyatakan bersedia menarik seluruh obat yang mengandung bahan baku Losartan tersebut secara sukarela/voluntary recall (terlampir).

4. Sesuai dengan prinsip utama dalam pemberian obat, BPOM RI mengimbau kepada Sejawat Kesehatan Profesional dan semua pihak yang terkait, agar mengedepankan kehati-hatian dan mengutamakan keselamatan pasien dalam mempertimbangkan pemberian obat ini kepada pasien.

BPOM RI akan terus memantau dan menindaklanjuti permasalahan ini. Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi contact center HALO BPOM RI di nomor telepon 1-500-533 atau sms 0-8121-9999-533 atau email halobpom@pom.go.id atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di seluruh Indonesia. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dikabarkan jadi Mentan, Arif Satria: Saya tidak pikirkan gosip
Kamis, 18 Juli 2019 - 10:35 WIB
Elshinta.com - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria angkat bicara setelah na...
BMKG DIY pastikan sirene tsunami dicek berkala
Kamis, 18 Juli 2019 - 10:17 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyaka...
Pemkot Medan-KAI Sumut sepakat operasikan `sky bridge` akhir 2019
Kamis, 18 Juli 2019 - 09:05 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota Medan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut sepak...
Darmin pastikan jasa persewaan pesawat dapat fasilitas insentif fiskal
Kamis, 18 Juli 2019 - 08:36 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan pemberia...
Tingkatkan kompetensi SDM, Kemenaker gandeng Amazon Web Services
Kamis, 18 Juli 2019 - 07:27 WIB
Elshinta.com - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) bekerja sama dengan perusahaan raksasa...
Bersatunya warga Jatimulya membangun akses pertanian bersama TNI
Rabu, 17 Juli 2019 - 22:13 WIB
Elshinta.com - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-105 Kodim 0712/Tegal...
KPK berharap hasil investigasi tim gabungan temukan penyerang Novel
Rabu, 17 Juli 2019 - 21:40 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengharapkan ...
Sutiaji lakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Bahrul Maghfiroh
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:58 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Malang, H Sutiaji melakukan peletakan batu dan pengecoran pertama...
Warga Arso 2 serahkan satu pucuk senpi rakitan ke Yonif PR 328/DGH
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:36 WIB
Elshinta.com - Seorang warga Arso 2, Kabupaten Keerom berinisial NW (48) menyerahkan satu ...
Puluhan lansia di Jayapura mendapat pengobatan gratis
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Puluhan warga Lanjut Usia (Lansia) mendapat pengobatan gratis dari Pemerint...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once