Jumat, 14 Desember 2018 | 16:05 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

KSP kutuk teror terhadap pekerja pembangunan Papua

Rabu, 05 Desember 2018 - 11:40 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2PgGE7z
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2PgGE7z

Elshinta.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengutuk teror yang menewaskan 31 orang pekerja pembangunan jalan di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

"Aksi-aksi terorisme, di mana 31 warga sipil yang sedang bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan Papua, justru menjadi korban. Sebuah kebiadaban, kami mengutuk peristiwa itu," kata Moeldoko saat pertemuan di Bina Graha, Jakarta pada Rabu (5/12) pagi.

Menurut Moeldoko, aksi kekerasan itu diduga dilakukan tidak hanya oleh kelompok kriminal bersenjata, tetapi juga oleh Organisasi Papua Merdeka. Moeldoko menilai masyarakat perlu terbuka dalam memandang upaya pengamanan.

Untuk memberikan pengamanan kepada masyarakat Papua dan pekerja pembangunan, pemerintah telah menugaskan 150 personel gabungan TNI dan Polri. Dia mengatakan seluruh personel TNI dan Polri tetap harus bekerja secara profesional dan tidak terpancing. "Harus tunjukkan sikap prajurit atau bhayangkara yang beradab, menjaga sebaik-baiknya," ujar mantan Panglima TNI itu, dikutip Antara.

Moeldoko mengatakan pembangunan di wilayah Papua juga harus terus berjalan sesuai program pemerintah. Aparat keamanan, tegas Moeldoko, akan memberikan pengawalan kepada perusahaan maupun BUMN yang sedang melakukan pekerjaan pembangunan di wilayah Papua.

Sebelumnya terdapat laporan tentang pembunuhan terhadap sekitar 24 pekerja PT Istaka disekitar Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yall yang diduga dilakukan oleh KKB pada Minggu (2/12). 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengutuk teror yang menewaskan 31 orang pekerja pembangunan jalan di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

"Aksi-aksi terorisme, di mana 31 warga sipil yang sedang bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan Papua, justru menjadi korban. Sebuah kebiadaban, kami mengutuk peristiwa itu," kata Moeldoko saat pertemuan di Bina Graha, Jakarta pada Rabu (5/12) pagi.

Menurut Moeldoko, aksi kekerasan itu diduga dilakukan tidak hanya oleh kelompok kriminal bersenjata, tetapi juga oleh Organisasi Papua Merdeka. Moeldoko menilai masyarakat perlu terbuka dalam memandang upaya pengamanan.

Untuk memberikan pengamanan kepada masyarakat Papua dan pekerja pembangunan, pemerintah telah menugaskan 150 personel gabungan TNI dan Polri. Dia mengatakan seluruh personel TNI dan Polri tetap harus bekerja secara profesional dan tidak terpancing. "Harus tunjukkan sikap prajurit atau bhayangkara yang beradab, menjaga sebaik-baiknya," ujar mantan Panglima TNI itu, dikutip Antara.

Moeldoko mengatakan pembangunan di wilayah Papua juga harus terus berjalan sesuai program pemerintah. Aparat keamanan, tegas Moeldoko, akan memberikan pengawalan kepada perusahaan maupun BUMN yang sedang melakukan pekerjaan pembangunan di wilayah Papua.

Sebelumnya terdapat laporan tentang pembunuhan terhadap sekitar 24 pekerja PT Istaka disekitar Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yall yang diduga dilakukan oleh KKB pada Minggu (2/12). 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com