Minggu, 16 Desember 2018 | 00:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Tim kesehatan siaga tunggu korban penembakan Nduga di Wamena

Rabu, 05 Desember 2018 - 11:49 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Keluarga korban mendatangi Kodim 1702 Jayawijaya untuk mengetahui kondisi keluarganya yang diduga menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Papua, Selasa (4/12). Sumber foto: https://bit.ly/2G8OgK6
Keluarga korban mendatangi Kodim 1702 Jayawijaya untuk mengetahui kondisi keluarganya yang diduga menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Papua, Selasa (4/12). Sumber foto: https://bit.ly/2G8OgK6

Elshinta.com - Tim Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) bersama petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, siaga menunggu korban penembakan dan pembantaian di Nduga yang membutuhkan penanganan medis.

"Rencananya hari ini akan datang lagi beberapa korban dari Nduga ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, untuk dirawat di RSUD Wamena. Jadi kami tim bersama petugas rumah sakit sementara siaga menunggu," kata Kepala Bidang Respons Emergensi UP2KP yang memimpin tim Darwin Rumbiak ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Rabu (5/12).

"Sampai saat ini kami masih tetap siaga menunggu kedatangan para korban yang rencananya akan dikirim ke Wamena untuk dirawat di rumah sakit," ujarnya.

Darwin mengaku belum mengetahui jumlah pasti korban yang dikirim ke Rumah Sakit Wamena. Ia menambahkan menurut informasi yang dia dapat Kapolda dan Pangdam juga akan datang bersama para korban dari Kabupaten Nduga.

Tim UP2KP sudah membantu menangani tiga korban penembakan di Nduga, yakni Jefri Subrianto (20) kena tembak di kepala dan lengan tangan kanannya terluka, Ayub (20) yang lengan tangan kanannya robek, dan Marthinus Polilin (23) yang kena tembak pada kaki kanan bagian bawah lutut.

Ketiga korban tersebut dievakuasi melalui jalan darat ke Markas Kodim 1702/Jayawijaya sekitar pukul 16.00 WIT lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Wamena sekitar pukul 18.00 WIT pada Selasa (4/12).

Kelompok kriminal bersenjata menyerang para pekerja pembangunan jembatan di Kabupaten Nduga, pada Minggu (2/12). Setelahnya, pada Senin (3/12) malam sekitar pukul 18.30 WIT mereka menyerang Pos TNI di Mbua, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Tim Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) bersama petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, siaga menunggu korban penembakan dan pembantaian di Nduga yang membutuhkan penanganan medis.

"Rencananya hari ini akan datang lagi beberapa korban dari Nduga ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, untuk dirawat di RSUD Wamena. Jadi kami tim bersama petugas rumah sakit sementara siaga menunggu," kata Kepala Bidang Respons Emergensi UP2KP yang memimpin tim Darwin Rumbiak ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Rabu (5/12).

"Sampai saat ini kami masih tetap siaga menunggu kedatangan para korban yang rencananya akan dikirim ke Wamena untuk dirawat di rumah sakit," ujarnya.

Darwin mengaku belum mengetahui jumlah pasti korban yang dikirim ke Rumah Sakit Wamena. Ia menambahkan menurut informasi yang dia dapat Kapolda dan Pangdam juga akan datang bersama para korban dari Kabupaten Nduga.

Tim UP2KP sudah membantu menangani tiga korban penembakan di Nduga, yakni Jefri Subrianto (20) kena tembak di kepala dan lengan tangan kanannya terluka, Ayub (20) yang lengan tangan kanannya robek, dan Marthinus Polilin (23) yang kena tembak pada kaki kanan bagian bawah lutut.

Ketiga korban tersebut dievakuasi melalui jalan darat ke Markas Kodim 1702/Jayawijaya sekitar pukul 16.00 WIT lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Wamena sekitar pukul 18.00 WIT pada Selasa (4/12).

Kelompok kriminal bersenjata menyerang para pekerja pembangunan jembatan di Kabupaten Nduga, pada Minggu (2/12). Setelahnya, pada Senin (3/12) malam sekitar pukul 18.30 WIT mereka menyerang Pos TNI di Mbua, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com