Senin, 17 Desember 2018 | 04:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Rupiah kembali berbalik melemah

Rabu, 05 Desember 2018 - 10:44 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (5/12) pagi, bergerak melemah sebesar 94 poin ke posisi Rp14.383 dibandingkan sebelumnya Rp14.289 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada di Jakarta mengatakan, pergerakan mata uang rupiah kembali berbalik melemah menyusul sikap pelaku pasar yang kembali meragukan kesepakatan penangguhan pengenaan tarif impor di antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Situasi itu membuat mata uang yuan China melemah dan berimbas pada pergerakan sejumlah mata uang di kawasan Asia lainnya, termasuk rupiah," katanya, dikutip Antara

Di sisi lain, lanjut dia, adanya perkiraan penurunan kredit konsumsi akibat imbas kenaikan suku bunga Bank Indonesia turut menahan pergerakan mata uang rupiah.

"Situasi itu juga menjadi faktor penahan kenaikan rupiah," katanya.

Sementara itu, Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, penerbitan "front loading" global bond senilai 3 miliar dolar AS oleh pemerintah diharapkan dapat menjaga pergerakan rupiah.

"Front loading itu merupakan bagian dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) untuk pembiayaan defisit APBN 2019 dan pembayaran SBN yang jatuh tempo senilai Rp825,7 triliun," katanya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (5/12) pagi, bergerak melemah sebesar 94 poin ke posisi Rp14.383 dibandingkan sebelumnya Rp14.289 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada di Jakarta mengatakan, pergerakan mata uang rupiah kembali berbalik melemah menyusul sikap pelaku pasar yang kembali meragukan kesepakatan penangguhan pengenaan tarif impor di antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Situasi itu membuat mata uang yuan China melemah dan berimbas pada pergerakan sejumlah mata uang di kawasan Asia lainnya, termasuk rupiah," katanya, dikutip Antara

Di sisi lain, lanjut dia, adanya perkiraan penurunan kredit konsumsi akibat imbas kenaikan suku bunga Bank Indonesia turut menahan pergerakan mata uang rupiah.

"Situasi itu juga menjadi faktor penahan kenaikan rupiah," katanya.

Sementara itu, Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, penerbitan "front loading" global bond senilai 3 miliar dolar AS oleh pemerintah diharapkan dapat menjaga pergerakan rupiah.

"Front loading itu merupakan bagian dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) untuk pembiayaan defisit APBN 2019 dan pembayaran SBN yang jatuh tempo senilai Rp825,7 triliun," katanya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:12 WIB

Polisi akan periksa saksi ahli kasus blangko KTP-el

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:38 WIB

Menteri PPPA: Belum ada daerah layak anak

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:26 WIB

PDAM Tirtanadi launching SMS Gateway bagi pelanggan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com