Jumat, 14 Desember 2018 | 16:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

UKM / Peluang

Mengenal custom product, bisnis potensial untuk generasi zaman now

Rabu, 05 Desember 2018 - 12:35 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2BQMXuR
Sumber foto: https://bit.ly/2BQMXuR

Elshinta.com - Beberapa analisis menunjukkan ada perubahan selera konsumen khususnya bagi generasi muda atau generasi millennial dari segi pemilihan produk. Mereka memiliki kecenderungan untuk memiliki barang-barang yang unik, berbeda dengan yang dimiliki oleh teman sebanyanya, atau yang kerap disebut sebagai custom product.

Generasi millennial sudah bosan dengan mass product yang mendomasi pasaran, sekalipun barang tersebut berasal dari brand ternama. Kecenderungan ini menyentuh di semua produk, dari mulai pakaian, aksesori, maupun benda-benda fungsional lainnya seperti emoney dan sebagainya. 

Adapun produk-produk sebenarnya tidak hanya melulu dengan produk digital printing seperti yang sudah disebutkan di atas. Namun ada juga produk custom lainnya seperti kriya, kikir, laser, atau barang-barang yang disebut secara konvensional. 

Laporan dari lembaga riset Forrester berjudul Mass Customization Is (Finally) The Future Of Products menyebutkan bahwa tren ini sudah diprediksi oleh Alfin Toffler, penulis sekaligus pengusaha Amerika sejak 1970. Menurut salah satu pengusaha yang berkecimpung di dunia bisnis custom product, Wusda Hetsa Ribawa, bisnis custom ini masih akan terus berkembang dan akan mencapai puncaknya di tahun 2020 mendatang. 

Dalam bisnis custom ini perhitungan margin harus dihitung secara cermat karena produksi barang dalam jumlah masal tentu berbeda dengan satuan. Ada baiknya bila Anda mampu menyediakan bahan baku dalam jumlah besar dan memiliki alat produksi sendiri. 

Soal pemasarannya, ada beragam metode yang bisa diterapkan. Pertama pemasaran dari mulut ke mulut, menyasar individu. Inilah target pasar produk custom yang sebenarnya. Kedua, bekerjasama dengan institusi, atau  komunitas tertentu. 

Biasanya, komunitas memerlukan merchandise untuk menunjukkan jati diri kelompok mereka seperti ID Card dan kaos. Namun, mereka kadang tidak bisa membuat itu di tempat-tempat biasanya, karena harus dalam jumlah banyak, layanan pembuatan seperti milik Wusda inilah yang bisa mengambil potensi tersebut. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Beberapa analisis menunjukkan ada perubahan selera konsumen khususnya bagi generasi muda atau generasi millennial dari segi pemilihan produk. Mereka memiliki kecenderungan untuk memiliki barang-barang yang unik, berbeda dengan yang dimiliki oleh teman sebanyanya, atau yang kerap disebut sebagai custom product.

Generasi millennial sudah bosan dengan mass product yang mendomasi pasaran, sekalipun barang tersebut berasal dari brand ternama. Kecenderungan ini menyentuh di semua produk, dari mulai pakaian, aksesori, maupun benda-benda fungsional lainnya seperti emoney dan sebagainya. 

Adapun produk-produk sebenarnya tidak hanya melulu dengan produk digital printing seperti yang sudah disebutkan di atas. Namun ada juga produk custom lainnya seperti kriya, kikir, laser, atau barang-barang yang disebut secara konvensional. 

Laporan dari lembaga riset Forrester berjudul Mass Customization Is (Finally) The Future Of Products menyebutkan bahwa tren ini sudah diprediksi oleh Alfin Toffler, penulis sekaligus pengusaha Amerika sejak 1970. Menurut salah satu pengusaha yang berkecimpung di dunia bisnis custom product, Wusda Hetsa Ribawa, bisnis custom ini masih akan terus berkembang dan akan mencapai puncaknya di tahun 2020 mendatang. 

Dalam bisnis custom ini perhitungan margin harus dihitung secara cermat karena produksi barang dalam jumlah masal tentu berbeda dengan satuan. Ada baiknya bila Anda mampu menyediakan bahan baku dalam jumlah besar dan memiliki alat produksi sendiri. 

Soal pemasarannya, ada beragam metode yang bisa diterapkan. Pertama pemasaran dari mulut ke mulut, menyasar individu. Inilah target pasar produk custom yang sebenarnya. Kedua, bekerjasama dengan institusi, atau  komunitas tertentu. 

Biasanya, komunitas memerlukan merchandise untuk menunjukkan jati diri kelompok mereka seperti ID Card dan kaos. Namun, mereka kadang tidak bisa membuat itu di tempat-tempat biasanya, karena harus dalam jumlah banyak, layanan pembuatan seperti milik Wusda inilah yang bisa mengambil potensi tersebut. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com