Senin, 17 Desember 2018 | 22:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Siswa korban gempa masih belajar di tenda

Rabu, 05 Desember 2018 - 12:45 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Pelajar berjalan menuju tenda darurat untuk mengikuti kegiatan belajar di halaman SMP Negeri 1 Palu. Sumber foto: https://bit.ly/2Rv7RW0
Pelajar berjalan menuju tenda darurat untuk mengikuti kegiatan belajar di halaman SMP Negeri 1 Palu. Sumber foto: https://bit.ly/2Rv7RW0

Elshinta.com - Para siswa korban gempa bumi dan likuifaksi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tenggara hingga saat ini masih belajar di bawah tenda-tenda darurat bantuan pemerintah pusat dan United Nations Children's Fund (Unicef).

Berdasarkan pantauan, Rabu (05/12), kegiatan belajar mengajar para siswa di SD Negeri I Lolu, Kecamatan Sigibiromaru masih tetap menggunakan tenda bantuan Unicef yang dipasang di halaman sekolah itu.

Semua bangunan sekolah hancur diterjang gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang memorak-porandakan 104 sekolah di daerah itu.

Meskipun belajar di bawah tenda dengan "melantai", terlihat siswa-siswi tersebut bersemangat mengikuti pelajaran yang disampaikan guru mereka.

Begitu pula di SMP Negeri 1 Sigi, serta SD dan SMP Maranata, sebagian siswa belajar di ruangan yang tidak rusak dan sebagian lainya di tenda.

Kegiatan belajar dengan sarana dan prasarana yang darurat dan sederhana itu, sudah berlangsung selama dua bulan pascagempa.

Karena kondisi belajar mengajar yang belum normal pascabencana itu, jam kegiatan tersebut tidak sama dengan sebelum bencana alam.

"Jam 11.00 Wita siswa sudah pulang," kata Ria, salah seorang siswi SMP Negeri I Lolu, Kecamatan Sigibiromaru.

Sekolah-sekolah yang rusak akibat gempa bumi dan likuifaksi di Kabupaten Sigi mendapatkan bantuan tenda. Selain itu, dibangun WC untuk dimanfaatkan para murid dan guru.

Bupati Sigi Moh. Irwan Lapata mengatakan semua infranstruktur dan sarana umum, termasuk sekolah, puskuesmas, rumah sakit, posyandu, rumah ibadah, jalan, maupun rumah warga yang rusak akibat bencana alam dipastikan dibangun kembali, tetapi butuh waktu yang cukup.

Dia berharap, kegiatan belajar mengajar di seluruh wilayah terdampak bencana alam di Kabupaten Sigi dapat berjalan dengan baik meski hanya menggunakan tenda-tenda dan ruangan kelas darurat.

Ia mengaku selama dua bulan pascagempa, kegiatan belajar mengajar tidak seperti sebelum terjadi bencana, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Para siswa korban gempa bumi dan likuifaksi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tenggara hingga saat ini masih belajar di bawah tenda-tenda darurat bantuan pemerintah pusat dan United Nations Children's Fund (Unicef).

Berdasarkan pantauan, Rabu (05/12), kegiatan belajar mengajar para siswa di SD Negeri I Lolu, Kecamatan Sigibiromaru masih tetap menggunakan tenda bantuan Unicef yang dipasang di halaman sekolah itu.

Semua bangunan sekolah hancur diterjang gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang memorak-porandakan 104 sekolah di daerah itu.

Meskipun belajar di bawah tenda dengan "melantai", terlihat siswa-siswi tersebut bersemangat mengikuti pelajaran yang disampaikan guru mereka.

Begitu pula di SMP Negeri 1 Sigi, serta SD dan SMP Maranata, sebagian siswa belajar di ruangan yang tidak rusak dan sebagian lainya di tenda.

Kegiatan belajar dengan sarana dan prasarana yang darurat dan sederhana itu, sudah berlangsung selama dua bulan pascagempa.

Karena kondisi belajar mengajar yang belum normal pascabencana itu, jam kegiatan tersebut tidak sama dengan sebelum bencana alam.

"Jam 11.00 Wita siswa sudah pulang," kata Ria, salah seorang siswi SMP Negeri I Lolu, Kecamatan Sigibiromaru.

Sekolah-sekolah yang rusak akibat gempa bumi dan likuifaksi di Kabupaten Sigi mendapatkan bantuan tenda. Selain itu, dibangun WC untuk dimanfaatkan para murid dan guru.

Bupati Sigi Moh. Irwan Lapata mengatakan semua infranstruktur dan sarana umum, termasuk sekolah, puskuesmas, rumah sakit, posyandu, rumah ibadah, jalan, maupun rumah warga yang rusak akibat bencana alam dipastikan dibangun kembali, tetapi butuh waktu yang cukup.

Dia berharap, kegiatan belajar mengajar di seluruh wilayah terdampak bencana alam di Kabupaten Sigi dapat berjalan dengan baik meski hanya menggunakan tenda-tenda dan ruangan kelas darurat.

Ia mengaku selama dua bulan pascagempa, kegiatan belajar mengajar tidak seperti sebelum terjadi bencana, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com