Jumat, 14 Desember 2018 | 16:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

KPK periksa Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology

Rabu, 05 Desember 2018 - 11:36 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK memeriksa Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk, Jo Daud Dharsono, sebagai saksi kasus dugaan suap terkait fungsi pengawasan anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) terhadap pencemaran lingkungan yang dilakukan perusahaan sawit, PT Bina Sawit Abadi Pratama yang merupakan anak usaha Sinar Mas.

"Jo Daud Dharsono diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka ESS (Edy Saputra Suradja)," kata Febri dalam keterangannya, Rabu (5/12), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

KPK juga memeriksa Kadis Lingkungan Hidup Kalteng, Fahrizal Fitri; Kabid Pemantauan Lingkungan Provinsi Kalteng, Arianto; serta tim ahli Komisi B DPRD Kalteng, Nicko Haryadi. Seperti halnya Jo Daud, ketiga saksi tersebut diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan Edy Saputra Suradja.

"Ketiganya juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESS," ungkapnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Tiga orang di antaranya merupakan petinggi PT Bina Sawit Abadi Pratama (BSAP), yakni Edy Saputra Suradja selaku Direktur PT BSAP yang juga Wakil Direktur Utama PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (PT SMART Tbk); Willy Agung Adipradhana selaku CEO PT BSAP Wilayah Kalteng bagian Utara, serta Teguh Dudy Zaldy selaku Manajer Legal PT BSAP.

Empat tersangka lainnya berasal dari unsur DPRD Kalteng, yakni Borak Milton selaku Ketua Komisi B DPRD Kalteng; Punding LH Bangkan selaku Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng; Arisavanah selaku anggota Komisi B DPRD Kalteng; dan Edy Rosada selaku anggota Komisi B DPRD Kalteng.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK memeriksa Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk, Jo Daud Dharsono, sebagai saksi kasus dugaan suap terkait fungsi pengawasan anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) terhadap pencemaran lingkungan yang dilakukan perusahaan sawit, PT Bina Sawit Abadi Pratama yang merupakan anak usaha Sinar Mas.

"Jo Daud Dharsono diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka ESS (Edy Saputra Suradja)," kata Febri dalam keterangannya, Rabu (5/12), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

KPK juga memeriksa Kadis Lingkungan Hidup Kalteng, Fahrizal Fitri; Kabid Pemantauan Lingkungan Provinsi Kalteng, Arianto; serta tim ahli Komisi B DPRD Kalteng, Nicko Haryadi. Seperti halnya Jo Daud, ketiga saksi tersebut diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan Edy Saputra Suradja.

"Ketiganya juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESS," ungkapnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Tiga orang di antaranya merupakan petinggi PT Bina Sawit Abadi Pratama (BSAP), yakni Edy Saputra Suradja selaku Direktur PT BSAP yang juga Wakil Direktur Utama PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (PT SMART Tbk); Willy Agung Adipradhana selaku CEO PT BSAP Wilayah Kalteng bagian Utara, serta Teguh Dudy Zaldy selaku Manajer Legal PT BSAP.

Empat tersangka lainnya berasal dari unsur DPRD Kalteng, yakni Borak Milton selaku Ketua Komisi B DPRD Kalteng; Punding LH Bangkan selaku Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng; Arisavanah selaku anggota Komisi B DPRD Kalteng; dan Edy Rosada selaku anggota Komisi B DPRD Kalteng.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Jumat, 14 Desember 2018 - 14:58 WIB

KPK periksa dua hakim PN Jaksel

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com